Â
               Sebagian diantarakita masihjarang sekali menjadikan Al Qur’an sebagai kebutuhan. Mungkin kita hanya memperlakukan Al Qur’an sebagai figura dan hiasan rumah kita. Kita jadikan pula Al Qur’an sebagai jimat pengusir ruh-ruh jahat. Memang, tak ada salahnya memajang Al Qur’an dirumah, setidaknya itu menunjukan indentitas sebagai seorang muslim. Hanya saja, seyogyanya Al Qur’an itu dibaca. Posisikan Al Qur’an sebagai kebutuhan sehari-hari.
               Memang untuk menjadikan AlQur’an sebagai kebutuhan tidaklah semudah seperti kita membalikan wajah kekiri dan kekanan. Kita memerlukan usaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan Al Qur’an sebagai kebutuhan.
               Caranya sederhana sekali, biasakanlah membaca Al Qur’an meski hanya satu menit. Ya, only one minute! Cukup satu menit saja untuk satu ayat. Karena saya yakin sekali rata-rata lama membaca Al Qur’am untuk satu ayat, satu menit. Bahkan, dalam satu menit kita bisa menuntuaskan dua sampai tiga ayat pendek. Sederhana dan ringan sekali.
               Dalam satu menit itulh kita memerhatikan diri ini dengan bacaan-bacaan AlQur’an. Kita dapat merenungkan ayat demi ayat yang kita baca. Sesungguhnya dalam satu menit, kita dapat merubah sikap kita. Dalam satu menit itu – jika dapat mengubah sikap – maka kita dapat mengubah seluruh hari setelahnya.
               Setiap hari, kita luangkan waktu barang semenit saja untuk membaca satu atau dua ayat lalu kita amalkan sesuai kemampuan. Dengan melatih kebiasaan tersebut, diri kita akan menjadi berubah menjadi lebih baik.
               Untuk merealisasikan hal itu, anda membutuhkan kesigapan dan konsistensi. Sempatkan waktu untuk menikmati Al Qur’an. Dengan kebiasaan-kebiasaan sederhana itulah yang menjadikan Al Qur’an sebagai kebutuhan. Lambat laun, kita merasa nikmat mengalunkan ayat suci Al Qur’an.
               Ketika kita lupa membaca Al Qur’an, seperti ada yang hilang dalam diri kita. Kita akan merasa kurang tenang, gelisah, dan sepertinya merasakan sesuatu yang aneh. Ini menunjukan bahwa kita telah merespon Al Qu’an. Hati kita sudah terikat menyatu denganya. Kita telah terkoneksi dengan nilai-nilai Al Qur’an.
               Untuk merasakan kenikmatan Al Qur’an, sebaiknya membaca Al Qur’an setiap kali mengawali keseharian. Sebelum berangkat kerja, alangkah baiknya diawali dengan membaca Al qur’an. Hati akan terasa sejuk dan pikiran menjadi tenang.
               Sebenarnya, tidak ada batasan waktu untuk membaca Al qur’an. Kapanpun dan dimanapun berada, kita dapat membadca Al Qur;an. Kecuali di tempat-tempat yang tidak diperkenankan, seperti toilet atau kamar mandi, tidak dianjurkan membaca ayat-ayat suci Allah. Selain ditempat itu kita dapat membacanya. Baik itu dikantor, rumah, kampus, taman danau, dan dimana saja. Kita juga boleh membacanya sore hari, tengah hari, pagi hari, hujan, panas, dan kapan saja. Semuanya bergantung pada waktu luang kita. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin J
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.