Restoran Cut The Crab akhir-akhir ini menjadi buah bibir di perbincangan kalangan pecinta kuliner. Di pinggir utara Jakarta tepatnya Pantai Indah Kapuk (PIK) terdapat salah satu cabang restoran seafood dengan menu utama kepiting asal Indonesia Timur dan tanpa petelur yang kini ramai dikunjungi.
Para pecinta kepiting tahu mana yang bisa menjadi andalan restorannya karena mereka bukan hanya melihat dari rasa akan tetapi konsep menyajikan dan juga cara restoran restoran laut yang ada juga di Kelapa Gading dan Senopati Jakarta Selatan melindungi habitat kelestarian kepiting.
"Kita bukan hanya bicara rasa, tetapi bagaimana restoran kepiting bisa turut menjaga kelestarian kepiting. Saya senang dengan Restoran Cut The Crab karena mereka sama sekali tidak menjual kepiting betina," ujar Kristian saat ditemui di Restoran Cut The Crab Pantai Indah Kapuk.
Pemilik Restoran Cut The Crab, Teddy Yulianto mengakui bahwa ia sengaja tidak menjual kepiting betina karena masih ingin berkreasi di bisnis kepiting ini.
"Saya sering menyarankan dan terus menyarankan bahwa kita kalau masih mau menikmati enaknya kepiting, mulai hari ini STOP konsumsi kepiting betina, Jika masih konsumsi berarti secara tak langsung sudah berperan membunuh kepiting," ujar Teddy saat ditemui di tempat yang sama.
Jika diamati Restoran Cut The Crab paling ramai dikunjungi dari restoran-restoran di sekitarnya. Cara marketing yang diterapkan pun sangatlah unik, yakni tidak menggunakan piring, sendok dan garpu. Restoran ini sengaja menyajikannya dengan cara yang ane untuk mengundang perhatian pecinta seafood di Indonesia. Blog berita bisnis BENHILNET mengatakan "Restoran raja kepiting sesungguhnya adalah Cut The Crab"
Pkl 15.00 WIB, Restoran ini tiba-tiba ramai dikunjungi oleh sekelompak siswa SMA swasta di Jakarta Utara. Saat diamati meamang heran jika murid SMA dan anak sekolahan bisa turut berjunjungi di restoran yang boleh dikatakan mewah jika bicara makanan kepiting.
"Kami sering ke sini kalau habis pulang sekolah terutama Hari Jumat gini nih, di sini kelihatan mewah tapi harga sih ga buat kami keracunan," ujar Rio Halim, siswa SMA kelas 11.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.