Warga Pulau Pari Merasa Terancam di Rumahnya Sendiri

3 Oct 2018 03:33 624 Hits 0 Comments
Warga Pulau Pari kep seribu Jakarta  merasa diintimidasi oleh PT Bumi Pari Asri karena sengketa lahan di pulau tersebut.

Kisah menyedihkan datang dari warga Pulau Pari yang lahir serta besar di sana. Mereka tidak menduga sama sekali bahwa kehidupannya akan terusik. Edi Mulyono, salah satu warga di sana mengatakan bahwa ia dan warga yang lainnya selama ini hidup dengan tenang dan damai.

Terancam di Rumah Sendiri

Edi mengatakan, "Selama saya hidup di sana, baru beberapa tahun terjadi konflik tentang lahan di Pulau Pari. Selama saya sekolah dan besar di sana, tidak ada konflik seperti ini," ungkap Edi tahun 2017 lalu.

Memang pada tahun 2017 lalu santer diberitakan tentang sengketa Pulau Pari. Sengketa yang diberitakan dan dimaksud oleh Edi itu adalah sengketa perebutan tanah antara warga Pulau Pari dan PT Bumi Pari Asri. Warga di sana mengaku bahwa mereka telah menghuni pulau tersebut secara turun temurun sehingga mereka berhak memiliki tanah itu sebagai lahan tempat tinggalnya. Akan tetapi, warga memang mengakui bahwa mereka tidak memiliki dokumen lengkap dan legal seperti misalnya sertifikat rumah atau tanah yang dapat membuktikan kepemilikan lahannya.

Warga di Pulau Pari mengatakan bahwa PT Bumi Asri tiba-tiba datang dan mengaku sudah membeli lahan tersebut bertahun-tahun lalu. Perusahaan tersebut merasa bahwa pulau tersebut adalah miliknya.

Masalah kepemilikan lahan tersebut berkembang ke persoalan yang lainnya. Warga Pulau Pari merasa sangat terintimidasi dan juga didiskriminasi di tanah kelahiran mereka juga. Mereka juga menduga bahwa intimidasi tersebut berkaitan dengan perebutan lahan.

Warga pulau tersebut kemudian mengadukan masalah tersebut pada Komisi A DPRD DKI Jakarta. Lalu komisi A mempertemukan warga dengan para jajaran pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, Kantor Pertanahan, polisi dan tentunya PT Bumi Pari Asri. "Kami takut hak atas ruang hidup kami di sana hilang. Kami berharap ada wakil rakyat di sini yang dapat membantu rakyatnya yang tertindas," kata Edi.

Dipidana

Di Pulau Pari ada satu pulau yang menjadi daya tarik wisatawan yakni Pantai Perawan. Sulaiman, sebagai Ketua RT 04 di daerah tersebut mengatakan bahwa pantai itu dikelola oleh masyarakat sekitar sejak lama, tanpa adanya campur tangan dari pemerintah. Warga di sana membuat kelompok pengelola sendiri, khusus untuk mengurus pantai tersebut.

Kini hal tersebut akhirnya menjadi masalah. Sejumlah warga di Pulau Pari pada tahun 2017 dipidana karena mereka dituduh telah melakukan tindakan pungutan liar. "Tiga orang dikatakan pungli, dan sekarang ini malah disebut pemerasan, kasusnya sudah sampai pledoi. Itu adalah buntut perebutan lahan antara warga dan juga perusahaan," ungkap Sulaiman.

Ada juga warga dari pulau Pari yang terkena kasus hukum dan akhirnya dipenjara beberapa bulan. Setelah bebas, warga tersebut akhirnya kembali dipidana dengan pasal penyerobotan pekarangan orang lain. Oleh karena itu lah ia diancam hukuman 4 tahun penjara.

Sulaiman sendiri merasa semua itu adalah upaya intimidasi berupa kriminalisasi pada warga. Menurutnya, kriminalisasi karena ada masalah perebutan lahan antara PT Bumi Pari Asri dan warga Pulau Pari.

Warga di sana juga dilarang untuk merenovasi rumah mereka sendiri oleh PT Bumi Pari Asri dan ini dianggap sebagai tindakan intimidasi. Seorang warga pernah akan merenovasi dapurnya karena akan roboh, namun "perusahaan larang melakukan renovasi. Mereka dibolehkan melakukan renovasi dengan syarat menyepakati aturan sewa-menyewa dengan perusahaan," imbuh Edi. Namun warga yang memiliki rumah di Pulau Pari  merasa tak perlu meminta izin pada perusahaan tersebut

sumber : berita pulau seribu

Baca juga : Paket Pulau Pari 

Tags

About The Author

Guidepulauseribu 15
Pensil

Guidepulauseribu

Kami merupakan Kumpulan tim guide di kepulauan seribu ingin memberikan beberapa informasi terkait mengenai wisata yang ada di kepulauan seribu sebagaian panduan wisatawan saat berlibur

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel