Ternyata Drama Korea Sefenomenal “Boys Before Flowers” pun Menjiplak?

3 Dec 2016 19:02 2447 Hits 0 Comments
Jika kita menjadi penonton setia drama-drama lokal yang ditayangkan di stasiun televisi kita, maka kita sudah tak heran apabila mayoritas dari drama tersebut ternyata menyadur cerita drama impor yang fenomenal di negaranya, tak terkecuali dengan drama korea. Apakah benar serial Boys Before Flower yang fenomenal itu ternyata memiliki kemiripan dengan Twilight?

Jika kita menjadi penonton setia drama-drama lokal yang ditayangkan di stasiun televisi kita, maka kita sudah tak heran apabila mayoritas dari drama tersebut ternyata menyadur cerita drama impor yang fenomenal di negaranya, tak terkecuali dengan drama korea.

Hal ini tak dipungkiri oleh sang sutradara atau produser karena mereka berujar bahwa mereka ‘menyadur’ meski ungkapan ini adalah bentuk ‘halus’ dari ‘menjiplak’. Beberapa produser berkilah bahwa mereka mendapatkan ijin dari produser asli drama yang disadur. Bisa benar dan bisa tidak. Hal ini seolah tak menjadi masalah, selama drama lokal tersebut bisa meraih rating yang tinggi.

 

Kalau kamu ingat, atau bahkan selalu menantikan drama yang sempat ditayangkan di RCTI berjudul “Boys Before Flowers” (BBF), kamu pasti juga ingat tentang ‘saduran’ drama ini, yaitu “Cinta Cenat Cenut” dan “Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu The Series”. Mungkin saking ngetopnya BBF, sehingga penonton sampai dapat menikmati tayangan sinetron di dua televisi berbeda, di tahun yang berbeda, dengan tema serupa. Jika kamu merupakan penyuka tiga drama tersebut, pasti kamu tidak melihat perbedaan sedikitpun dari plot ceritanya.

 

Picture: http://www.hancinema.net/photos/photo76138.jpg

 

Yang jelas, ada sekelompok geng pemuda kaya raya di sebuah sekolah menengah atas, swasta tentunya, dimana mereka dipuja sekaligus ditakuti. Siapapun yang membangkang perintah mereka, pasti tak terhindar dari yang namanya ‘bully’. Nah, hanya seorang gadis sederhana, cerdas dan ‘anti kemapanan’ yang bisa membuat mereka kelabakan.

 

Bahkan, gadis ini pun sampai membuat ketua geng tersebut jatuh cinta. Tiga drama tersebut mengadopsi alur cerita ini, tentu dengan bumbu-bumbu humor dan percintaan. Tentu saja, drama dari Korea tak sungkan menghadirkan adegan berciuman meski tak vulgar, dan sinetron lokal tentu tidak akan menayangkan hal-hal seperti ini.  

Yang mungkin tidak kamu sangka adalah film korea romantis BBF ternyata juga ‘menyadur’ dari film ‘Twilight’. Memang, BBF tidak menghadirkan manusia serigala dalam ceritanya, seperti layaknya ‘Twilight’. Bahkan, kamu lebih mengingat drama “Ganteng-Ganteng Serigala” yang menyadur film beken yang diproduksi hingga tiga sekuel tersebut.

 

Picture: http://assets.rollingstone.com/assets/2014/article/twilight-saga-to-live-on-as-web-series-20141001/170215/medium_rect/1412166870/720x405-TF_Inside_Spread12_f_r1.jpg

 

Wah, mungkin kamu tidak terlalu percaya, mengingat K drama “Boys Before Flowers” murni drama komedi romansa, sedangkan “Twilight”, “Eclipse”, “New Moon” dan “Breaking Dawn”, adalah film dengan genre thriller murni. Meskipun kamu belum sempat menonton ketiga sekuel “The Twilight Saga”, kamu mungkin tak yakin apa benar serial Korea kesukaan kamu itu memang benar-benar menyadur film bertema ‘manusia serigala itu. Oke, coba kita ulas sedikit demi sedikit, persamaan dari “Boys Before Flowers” dan “Twilight”. Mengapa “Twilight” dan bukannya “Eclipse”, atau “Breaking Down”.

 

Kesamaan pertama adalah geng sekumpulan remaja pria yang kaya dan tampan. Jika di “Boys Before Flowers” para pria tersebut adalah anggota geng anak sekolahan. Mereka tidak punya hubungan persaudaraan, dan semata-mata bergabung karena semuanya adalah anak-anak konglomerat, atau di Korea Selatan lebih dikenal dengan nama “Chaebol”. Sedangkan di “Twilight”, sang ketua geng adalah Edward Cullen, dimana ia dan para sepupu serta saudara kandungnya bersekolah di tempat yang sama, tapi bukan dengan para drakula, lho.

Adegan yang serupa? Tentu saat ‘dramatis’ dan ‘mendebarkan’ dimana mereka berjalan beriringan. Adegan dimana ada tatapan mata para pengagum wanita, serta sorot mata gentar dari para teman-teman pria juga ada BBF maupun Twilight.

 

Nah, itu kemiripan pertama dari BBF dan “Twilight”. Kemiripan kedua adalah pada tokoh pemeran utama wanita. Dua tokoh wanita dari drama Korea dan film Hollywood ini sama-sama cantik. Dan keduanya pun bisa membuat sang tokoh utama, yang digambarkan sebagai sosok yang macho, dan tak mudah jatuh hati, ternyata bersikap sebaliknya.

 

Picture: http://3.bp.blogspot.com/-ZuOGFLSuyjg/VOfoyhYUBwI/AAAAAAAAFgo/GjBAZfk8WEg/s1600/geum+jan+di+2.jpg

 

Di BBF, sang wanita bernama Geum Jan Di, seorang siswi baru di sekolah, yang tentu saja cerdas dan memiliki hati emas. Sedangkan di “Twilight”, Isabella Swan juga murid baru di sekolah, dan langsung mendapat perhatian dari teman-temannya karena kebaikan dan kecerdasannya.

Perbedaannya, sang wanita dari drama Korea berbeda karena status sosial dan tingkat kekayaan. Sedangkan sang tokoh wanita di film Hollywood tersebut berbeda dalam hal ‘jenis’, dimana Isabella adalah manusia beneran sedangkan Edward adalah ‘manusia jadi-jadian’. Di Korean drama “Boys Before Flowers”, Geum Jan Di, sama sekali tak menyukai geng para pemuda kaya tersebut karena tindakan mereka yang semena-mena. Sedangkan Isabella, bukannya membenci Edward. Hanya saja, Isabella memang punya karakter cuek, dan asal-asalan dalam berdandan karena memang ia tidak punya tujuan untuk punya pacar.

 

Salah satu orang yang sangat dekat dengan Isabella, sebelum akhirnya berpacaran dengan Edward adalah Jacob. Jacob tak pernah absen menolong Isabella dalam hal apapun, karena ia memendam perasaan cinta kepada gadis ini. Nah, tokoh Jacob dalam BBF adalah Ji Hoo, yang selalu ada untuk Geum Jan Di.

Tapi, Jacob adalah manusia serigala, dimana keluarganya dan keluarga Edward adalah musuh bebuyutan. Kalau Ji Hoo sekedar menaruh hati pada Geum Jan Di karena memang gadis ini punya banyak kelebihan, Jacob menyayangi Isabella karena ia tak rela jika Isabella menjadi drakula!

Yah, tak apalah. Soal kemiripan yang mungkin tak terlalu signifikan tak mempengaruhi popularitas “Boys Before Flowers” yang merajai rating televisi Korea Selatan dan beberapa negara lain, termasuk di negeri kita.  

Tags

About The Author

Fania Susanti 12
Pensil

Fania Susanti

Penikmat drama korea dan K-Pop yang gemar menikmati musik Jazz dan secangkir teh hangat.

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From Fania Susanti