Review Apollo Justice: Ace Attorney Trilogy - Penerus sang Pengacara Legendari

31 Jul 2025 13:35 1985 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Kali ini saya akan meriview trilogi Apollo Justice, trilogi ini terdiri dari Apollo Justice: Ace Attorney (2007), Dual Destinies (2013), dan Spirit of Justice (2016), game ini hadir di berbagai platform mulai dari console, mobile hingga PC.

“Objection!” - Catchphrase ikonik ini kembali menggema dalam Apollo Justice: Ace Attorney Trilogy, kelanjutan dari seri Phoenix Wright yang melegenda. Bagi kamu yang sudah mengikuti perjalanan pengacara legendaris Phoenix Wright, trilogi ini akan menghadirkan angin segar lewat sosok pengacara muda bernama Apollo Justice. Pertama kali dirilis oleh Capcom, trilogi ini terdiri dari Apollo Justice: Ace Attorney (2007), Dual Destinies (2013), dan Spirit of Justice (2016), game ini hadir di berbagai platform mulai dari console, mobile hingga PC.

Mungkin untuk orang baru mengenal Ace Attorney, nama Apollo Justice tidak terdengar familiar, namun buat penggerma setia, karakter ini sosok yang tidak bisa diabaikaan. Sebagai seseorang yang telah jatuh cinta dengan trilogi Phoenix Wright sebelumnya, saya awalnya sempat ragu apakah kisah Apollo bisa memberikan pengalaman yang sama serunya. Namun ternyata, saya malah dibuat semakin terpikat dengan karakter dan sistem gameplay yang baru. Selain itu game ini juga menghadirkan peningkatan visual yang awalnya menggunakan 2D sprite untuk karakter, sekarang beralih menjadi 3D karakter dengan animasi yang impresif.

Penerus sang Pengacara Legendaris 5

Game trilogy ini bercerita 7 tahun setelah Trial and Tribulations atau seri terakhir Phoenix Wright, dalam jarak 7 tahun itu, banyak hal yang terjadi hingga membuat Phoenix Wright kehilangan lencana pengacaranya dan dunia hukum mulai memasuki “Dark Age of The Law”, dimana para oknum jaksa rela memanipulasi data melakukan segala cara untuk mendapatkan yang mereka mau.

Di trilogi ini, kita akan bermain sebagai Apollo Justice, seorang pengacara muda yang berusaha membuktikan kemampuannya di tengah dunia hukum yang keras. Meskipun Phoenix Wright masih muncul sebagai karakter penting, sorotan utama kini bergeser ke Apollo dan rekan-rekannya, termasuk Athena Cykes, pengacara muda spesialis psikologi, dan Trucy Wright, pesulap ceria sekaligus anak angkat Phoenix.

Review Apollo Justice: Ace Attorney Trilogy - Penerus sang Pengacara Legendari

Gameplay-nya masih terbagi dua: investigasi dan persidangan. Saat investigasi, kita mengunjungi lokasi TKP, berbicara dengan karakter, dan mengumpulkan bukti. Saat di ruang sidang, kita akan menganalisis kesaksian dengan cermat dan menyerang titik lemahnya menggunakan bukti yang kita temukan. Fitur baru seperti “Perceive” System milik Apollo memungkinkan kita mendeteksi gerak gerik tubuh saksi untuk menemukan kebohongan tersembunyi. Sementara itu, Athena membawa fitur Mood Matrix yang memungkinkan kita membaca emosi saksi melalui psikologi.

User Rating

0.0
0 Ratings
5
0
0
4
0
0
3
0
0
2
0
0
1
0
0

Editor Rating

3.0
Average

Summary

Kali ini saya akan meriview trilogi Apollo Justice, trilogi ini terdiri dari Apollo Justice: Ace Attorney (2007), Dual Destinies (2013),…
Tags

About The Author

Tresnariyadi Hermana 22
Novice

Tresnariyadi Hermana

Game-related tech enthusiast ✌️
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel