Berawal dari ide yang tidak biasa, yakni dua orang anak muda yang mengalami mati suri dalam waktu bersamaan karena suatu musibah. Roh salah satu pemuda itu memasuki pemuda satunya, hingga kemudian memunculkan problem. Tapi yang jadi inti cerita dari novel ini bukan sekadar bertukarnya raga, melainkan permasalahan yang melingkupi mereka semasa masih hidup.
Novel ini bisa dikatakan unik dan melawan mainstream. Kisah remaja tidak biasa yang akan membawa pembaca pada keseruan dan ketegangan dari awal hingga akhir. Ada unsur suspense, thriller, misteri, dan horor (tapi bukan setan macam suster ngesot, kuntilanak, genderuwo, dan sebangsanya ya). Dijamin gak nyesel beli novel ini. Pokoknya seru dan menegangkan. Gimana, guys? Penasaran? Bisa didapatkan di toko buku Gramedia seluruh Indonesia mulai Juni 2015!
Judul : Di Ambang Kematian
Jenis : Novel
Penulis : Eko Hartono
Penerbit : PT Elexmedia Komputindo
Cetakan : Pertama, 29 Mei 2015
ISBN : 978-602-02-6615-2
Harga : Rp. 43.800
Sinopsis
Pino, sosok pemuda sebatang kara yang telah mengenyam pahit getirnya kehidupan di jalanan ibukota. Berbagai pengalaman buruk dialaminya sejak kecil. Tapi semua itu justru membuatnya tumbuh jadi remaja berjiwa tegar, dewasa, dan mandiri.
Suatu malam ia tertabrak motor dan mengalami mati suri. Karena belum saatnya untuk mati, ia dikembalikan lagi ke dunia. Tapi aneh, rohnya bukan kembali pada raganya sendiri melainkan menempati raga remaja lain. Ketika tersadar dari koma, ia pun kaget dan bingung. Apalagi ketika tahu raga yang ditempatinya adalah anak orang kaya.
Roh Doni, sang pemilik raga sebenarnya, menemui Pino dan protes. Doni tidak bisa kembali ke dalam raganya dan menjadi roh gentayangan. Hanya Pino yang bisa melihat dan mendengar roh Doni. Pino juga ingin kembali ke raganya sendiri. Keduanya lalu sepakat mencari raga Pino.
Sekarang mereka diburu waktu. Dapatkah Pino menemukan raganya kembali? Bagaimana pula dengan nasib roh Doni?
Untuk pembelian secara online diskon 15 % bisa klik disini: http://www.gramedia.com/di-ambang-kematian.html
Berikan Rating
- Bagus
- Keren
- Lumayan
- Cukup
- Biasa
Comments (2)
Di atas sudah disebutkan bahwa novel ini memiliki kelebihan dengan beda dari novel remaja pada umumnya, karena tidak stereotype dengan kisah percintaan atau K-P yang lagi ngetrend. Jadi agak melawan mainstream. Kisahnya pun out of box. Unik dan beda. Mungkin kekurangannya novel ini tidak terlalu nyastra dan pakai bahasa gaul anak muda.
Mas, kayaknya lebih bagus kalau mas juga mengulas kelebihan dan kekurangan novel ini. Apa yang membuat novel ini menarik sehingga pembaca tertarik untuk membelinya dibanding hanya tulis sinopsis saja