news

Graphene Mempunyai Kemampuan Kuat Untuk Meredam Peluru

Graphene Mempunyai Kemampuan Kuat Untuk Meredam Peluru

Graphene, Material Mudah Yang Diklaim Mempunyai Kemampuan Kuat Untuk Meredam Peluru 


Perkembangan tehnologi sekarang ini mengakibatkan jumlahnya peningkatan material kimia dalam beberapa disiplin pengetahuan. Salah satunya material baru yang berkembang belakangan ini ialah graphene atau grafena. Grafena adalah alotrop karbon yang berupa lembaran datar tipis dimana tiap-tiap atom karbon mempunyai ikatan sp2 serta dikemas rapat berbentuk kisi kristal seperti sarang lebah. Ia bisa disaksikan menjadi satu jaring-jaring bertaraf atom yang terbagi dalam atom karbon bersama ikatannya. 

Perkembangan teknologi sampai sekarang ini sudah tunjukkan jika bahan berbasiskan graphene bisa mempunyai efek besar pada piranti elektronik serta optoelektronik, sensor kimia, nanokomposit serta penyimpanan daya. Aplikasi graphene bisa digunakan dalam beberapa perihal, diantaranya ialah dapat meredam puluru untuk masuk. 

ads

Pada saat bahan pelindung antipeluru memang condong tebal serta berat, hal tersebut mungkin tak perlu lagi berlangsung bila riset yang dikerjakan di The City University of New York memperoleh hasil yang baik. Di pimpin oleh Prof. Elisa Riedo, beberapa ilmuwan disana sudah mengambil keputusan jika dua lapis graphene bertumpuk bisa mengeras seperti berlian yang ketekunan pada bentrokan. 

Nah, untuk tahu selanjutnya tentang Graphene, mari baca penuturannya berikut ini. 

Apakah Itu Graphene? 
Graphene bukan material silikon atau material lainnya yang sudah ada awal mulanya. Graphene dibuat oleh susunan kristal yang betul-betul tampak dua dimensi. Graphene adalah material transparan tertipis, teringan akan tetapi terkuat sekalinya dibanding dengan material yang tampak lebih padat seperti baja atau bahkan juga berlian. 

Graphene ialah allotrop (bentuk) karbon yang terbagi dalam satu susunan atom karbon yang disusun dalam kisi heksagonal. Ini ialah bagian struktural basic dari banyak allotrop karbon yang lain, seperti grafit, arang, nanotube karbon serta fullerenes. 

Graphene mempunyai banyak karakter yang tidak biasa. Ini ialah bahan terkuat yang sempat ditest, dengan efektif lakukan panas serta listrik serta hampir transparan. Graphene tunjukkan diameteragnetisme besar serta nonlinier, yang semakin besar dari grafit serta bisa dilepaskan oleh magnet neodimium. 

 

Ilmuwan berteori mengenai graphene saat bertahun-tahun. Ini sudah di produksi dengan tidak menyengaja dalam jumlahnya kecil saat beratus-ratus tahun, lewat pemakaian pensil serta aplikasi grafit sama yang lain. Ini sebelumnya dilihat pada mikroskop elektron pada tahun 1962, akan tetapi cuma dipelajari waktu di dukung pada permukaan logam. Materi itu lalu diketemukan kembali, diisolasi, serta dicirikan pada tahun 2004 oleh Andre Geim serta Konstantin Novoselov di University of Manchester. Riset diberitakan oleh gambaran teoritis yang ada tentang formasi, susunan serta sifatnya. Karya ini membuahkan dua pemenang Hadiah Nobel dalam Fisika di tahun 2010 “untuk uji coba terobosan tentang material graphene dua dimensiâ€. 

Graphene ialah gabungan dari grafit serta akhiran ene, dinamakan oleh Hanns-Peter Boehm, yang memvisualisasikan susunan karbon satu lapis pada tahun 1962. Arti cafeen pertama-tama muncul pada tahun 1987 untuk memvisualisasikan lembaran tunggal grafit menjadi penyusun senyawa interkalasi grafit (GIC). Dengan konseptual GIC ialah garam kristal dari intercalant serta graphene. Arti ini dapat dipakai dalam gambaran awal nanotube karbon dan untuk graphene epitaxial serta hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Grafena bisa dipandang seperti “tak hanya terbatas alternant†(cuma cincin karbon enam anggota) hidrokarbon aromatik polikliklik.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads