
Kalau sedang membuat desain, biasanya kita lebih dulu memikirkan warna, gambar, atau tata letaknya. Font kadang baru dipikirkan belakangan. Padahal, tulisan bisa menjadi salah satu bagian yang paling kelihatan dalam sebuah desain. Bahkan hanya karena mengganti font, suasana desain yang tadinya terasa cocok bisa langsung berubah.
Coba saja ambil satu desain yang sama, lalu gunakan dua font yang berbeda. Dengan warna dan gambar yang tetap, hasilnya bisa terasa seperti dibuat untuk kebutuhan yang berbeda. Font pertama mungkin membuat desain terlihat serius, sedangkan font kedua membuatnya terasa lebih santai. Di situlah kenapa memilih font tidak bisa asal mengambil yang kelihatan bagus.
Bukan Cuma Soal Tulisan Bagus
Ada banyak sekali font yang bisa ditemukan saat membuat desain. Mulai dari yang sederhana, tebal, tipis, bergaya tulisan tangan, sampai font yang bentuknya cukup unik. Melihat pilihan sebanyak itu memang kadang bikin bingung.
Masalahnya, font yang terlihat bagus belum tentu cocok digunakan untuk semua desain. Misalnya, font yang bentuknya ramai mungkin menarik untuk judul poster atau desain tertentu. Tapi kalau dipakai untuk tulisan yang panjang, pembaca malah bisa kesulitan.
Hal pertama yang perlu dilihat sebenarnya cukup sederhana: desain ini dibuat untuk apa?
Kalau untuk poster acara olahraga, font yang tegas bisa membantu memberikan kesan berani dan penuh energi. Kalau untuk undangan, font yang lebih elegan mungkin terasa lebih masuk. Sementara untuk desain yang ditujukan kepada anak-anak, font yang lebih santai bisa membuat tampilannya terasa lebih dekat. Jangan memilih font hanya karena bentuknya menarik.
Jangan Sampai Font Mengalahkan Isi
Dalam desain, tulisan tetap punya tugas untuk menyampaikan informasi. Jangan sampai bentuk font justru lebih menarik perhatian daripada pesan yang ingin disampaikan.
Hal ini sering terjadi ketika menggunakan font dekoratif secara berlebihan. Tulisan memang kelihatan unik tetapi orang yang melihat desain malah membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca. Kalau desainnya berupa poster atau konten media sosial, kondisi seperti ini tentu kurang menguntungkan.
Apalagi kalau informasi yang diberikan cukup banyak. Font yang terlalu rumit bisa membuat pembaca cepat kehilangan fokus. Untuk judul, kita memang punya ruang lebih bebas untuk bermain. Namun pada bagian isi, keterbacaan sebaiknya tetap menjadi pertimbangan utama.
Terlalu Banyak Font Juga Bisa Berantakan
Menggunakan lebih dari satu font sebenarnya tidak masalah. Justru perpaduan dua font yang tepat bisa membuat desain terlihat lebih menarik. Yang sering menjadi masalah adalah ketika terlalu banyak jenis font dimasukkan sekaligus. Judul menggunakan satu font, subjudul berbeda lagi, isi berbeda lagi, lalu ada tambahan font dekoratif di bagian lain. Bukannya terlihat kreatif, desain malah terasa seperti tidak punya arah.
Tidak perlu menggunakan banyak font untuk membuat desain terlihat menarik. Dua jenis font saja sudah cukup selama keduanya bisa bekerja dengan baik. Misalnya satu font digunakan untuk judul dan satu lagi untuk isi. Perbedaannya sudah bisa membantu pembaca mengetahui bagian mana yang harus diperhatikan lebih dulu.
Ukuran dan Jarak Jangan Dilupakan
Pemilihan font bukan hanya tentang jenis huruf. Ukuran dan jaraknya juga ikut menentukan apakah desain nyaman dilihat atau tidak. Tulisan yang terlalu kecil tentu menyulitkan pembaca. Begitu juga dengan tulisan yang terlalu rapat. Huruf dan kata bisa terlihat menumpuk sehingga desain terasa penuh.
Jarak antarbaris juga perlu diperhatikan, terutama ketika membuat desain dengan banyak teks. Sedikit perubahan pada jarak bisa membuat tulisan terasa lebih lega tanpa harus mengubah seluruh desain. Hal-hal seperti ini mungkin terlihat kecil. Tapi kalau dikumpulkan pengaruhnya cukup besar terhadap hasil akhir.
Coba Lihat dari Sudut Pandang Orang Lain
Kadang kita merasa font yang dipilih sudah pas karena terlalu lama melihat desain sendiri. Setelah beberapa saat, mata kita terbiasa dan kesalahan kecil jadi tidak terasa. Salah satu cara sederhana adalah berhenti melihat desain sebentar, lalu melihatnya lagi. Bisa juga meminta pendapat orang lain. Tidak harus meminta mereka menilai seluruh desain. Cukup tanyakan apakah tulisannya mudah dibaca dan kesan apa yang mereka dapat saat pertama kali melihatnya. Jawaban sederhana seperti itu kadang justru membantu menemukan masalah yang tidak kita sadari.
Jadinya tidak ada satu font yang cocok untuk semua desain. Setiap font punya karakter dan penggunaannya masing-masing. Yang penting bukan mencari font yang paling keren, tetapi mencari font yang paling sesuai dengan kebutuhan desain.
Karena desain yang bagus bukan hanya soal tampilannya menarik. Pesan di dalamnya juga harus sampai. Dan kadang, hal yang membuat pesan itu terasa tepat atau malah terasa aneh hanya berasal dari satu hal sederhana font yang kita pilih.