Berdasarkan penelitian yang di muat dalam jurnal SICEDU ( Science and Education journal ) Vol 1 No 2 (2022)
Masa adalah masa yang penuh tantangan karena di masa itu banyak remaja yang cara berpikirnya masih labil, belum bisa mengontrol emosi karna masa remaja merupakan perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa apalagi di era serba digital ini hampir 79,5% remaja menggunakan teknologi digital dan 98% remaja yang mengenal teknologi digital (Menurut kemkominfo) ada beberapa remaja yang menggunakan teknologi digital dengan baik ada juga yang menggunakan teknologi digital tersebut dengan buruk,
meski bermanfaat penggunaan digital secara berlebihan dapat :
1. membuat kurangnya konsentrasi,
2. pergaulan bebas di mana-mana,
3. kecanduan game yang berbasis teknologi digital
4. dan jadi banyak remaja yang memilih mengakhiri hidup nya karna stres atau adanya pembulyan
5. mata menjadi rusak karna radiasi dari handphone yang menyebabkan mata menjadi minus.
Adapun remaja yang menggunakan teknologi digital dengan baik yaitu dengan cara :
1. menjadikan handphone untuk media belajar dan mencari ilmu dengan mudah
2. menjadikan handphone sebagai alat berkomunikasi
3. memperluas wawasan
dan kemampuan kita
Kebanyakan remaja yang menggunakan teknologi digital seperti(tiktok, instagram, facebook,) sering kali menampilkan kemampuannya, kehidupannya sehari hari maka dari itu banyak sekali orang yang memberikan komentar pro dan kontra karna teknologi digital ini sangat mendunia, banyak komentar yang menjurus pada cyberbullying (pembulyan) yang membuat seseorang jadi tidak percaya diri, akar dari permasalahan ini akibat kurangnya rasa cinta dan menghargai diri sendiri oleh sebab itu remaja harus menerapkan self love ( mencintai diri sendiri ) agar terhindar dari pengaruh buruk yang akan mempengaruhi masa remaja tersebut. Secara sederhana self love ( mencintai diri sendiri ) di artikan mencintai diri sendiri yang berarti kita harus menerima kekurangan yang kita punya,menghargai diri sendiri, membanggakan kelebihan yang kita miliki. Seseorang yang mencintai diri sendiri tidak akan mudah terpengaruh dan terjerumus pada hal negatif yang dapat merugikan, karna ia sadar betapa berharganya diri sendiri. Memiliki sifat self love ( mencintai diri sendiri ) ini terbukti mampu menjaga kesehatan mental dan memperkokoh rasa percaya diri.
Lalu bagaimana cara kita mempunyai sifat self love ( mencintai diri sendiri ) dalam kehidupan sehari-hari:
.dengan tidak merasa insecure karena insecure bisa membuat diri kita merasa tidak percaya diri
. belajar menolak hal yang tidak kita ingin lakukan
.meluangkan waktu di pagi hari untuk berolahraga minimal lari pagi agar tubuh tetap bugar (me time)
.konsisten memakai skincare (perawatan wajah) agar wajah tetap sehat sehingga kita merasa percaya diri dan bangga dengan penampilan diri sendiri
.membeli barang - barang yang kita mau :
seperti membeli baju yang kita inginkan, sepatu, perhiasan, jam tangan, hand phone,
.tidur yang cukup:
minimal tidur 8 jam agar membuat tubuh kita tidak merasa lelah saat terbangun.
. Belajar menerima kekurangan yang ada di diri kita
. mengusahakan apapun untuk diri sendiri
. selalu bangga kepada apa yang telah di lakukan oleh diri sendiri
. tidak menganggap diri kita tidak berguna bagi orang lain
Oleh karena itu kita harus selalu menerapkan self love ( mencintai diri sendiri) dari hal terkecil terlebih dahulu dalam kehidupan sehari-hari kita, karena self love ( mencintai diri sendiri) ini sangat amat penting tidak hanya untuk remaja saja tetapi semua kalangan. Self love ( mencintai diri sendiri ) ini cara untuk membentuk masa depan yang cerah dan penuh dengan pencapaian yang lebih besar, kesehatan mental yang baik. Maka dari itu kita harus lebih menghargai diri sendiri mencintai diri sendiri. jadilah diri sendiri tidak mengikuti apa kata orang !!!
Kesimpulannya adalah di masa sekarang kita harus pandai pandai menggunakan teknologi digital dengan baik karna jika kita menggunakan ternologi digital tersebut dengan buruk akan berdampak ke kehidupan kita kedepannya.
Sumber Referensi:
Elsa Nadia Rani, Irgiano Sulistiawan, Resky Dwi Yunita, Rizqi Alif Ifsyaussalam, Vera Ariyani, Yoga Dwi Wijaya (2022). Pentingnya Self Love serta cara menerapkannya
SICEDU: Science and Education Journal Vol 1 No 2.