Plimbi.com - Pengmas alias program pengabdian kepada masyarakat yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh para periset dari dua perguruan tinggi swasta di Kota Jakarta telah memasuki tahun kedua dengan prioritas unggulan dilakukan oleh Universitas mercu Buana disusul Universitas Budi Lihur untuk periode tahun 2025.
Program riset ini berhasil mengembangkan tiga teknologi utama yaitu smart farming ditujukan untuk pertanian mandiri berupa singkong dan kacang tanah, kemudian aquaponik untuk budidaya ikan dan sayuran yang diharapkan menjadi dukungan secara langsung untuk kemandirian produksi warung makan Cisadane khususnya menu khas berupa ikan cere dan ikan nila yang terfokus di kawasan ekowisata Keranggan kecamatan Setu di daerah Tangerang Selatan.
Kegiatan di atas dilakukan dengan riset printer DTF atau direct to film untuk tujuan memberikan dukungan kerajinan tangan lokal sebagai salah satu produk olahan kreatif. Hasil riset aquaponik budidaya ikan bersama-sama dengan sayuran terbukti mampu tingkatkan perekonomian warga.
Menurut penjelasan dari Julpri Andika selaku anggota tim pelaksana dari Universitas Mercu Buana Jakarta baru-baru ini mengatakan dengan penerapan aquaponik maka warga tidak hanya bisa bercocok tanam sayuran melainkan juga mencoba budidaya ikan secara sekaligus sehingga warung makan bisa memperoleh bahan baku lokal secara berkelanjutan. Teknologi ini dapat tingkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
Program yang disusun memperoleh apresiasi dari UMKM para pelaku usaha kuliner dan warga desa. Salah satu pemilik warung menyampaikan dengan adanya dukungan aquaponik ini, mereka bisa menyediakan ikan-ikan segar dan sayuran secara langsung dari desa.
Di samping itu juga dapat meningkatkan kualitas menu dan menarik lebih banyak pengunjung. Para warga yang memperoleh manfaat dari riset ini memberikan penilaian bahwa inovasi yang dihasilkan para periset membuat mereka merasa lebih mandiri dan tidak lagi tergantung kepada pasar.
Hal di atas bisa juga memberikan kesempatan untuk dapat membuka peluang usaha baru di sekitar desa. Ini akan menjadi sejenis program riset merupakan kolaborasi antara akademisi dan para mahasiswa/wi dan masyarakat yang berhasil menjadi salah satu terobosan penting dalam membangun kemandirian produksi, pertanian dan ekonomi kreatif desa-desa wisata.
Riset tersebut di atas memakai skema pemberdayaan berbasis wilayah/PBW dan juga ruang lingkup pemberdayaan desa binaan/PDB dengan fokus kepada penerapan teknologi inovatif.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan semuanya bersatu dibawah pendanaan dari direktorat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat/DPPM, direktorat jenderal riset dan pengembangan atau Ditjen Risbang, ada kementerian pendidikan tinggi, sains dan teknologi (Kemdikti Saintek tahun anggaran 2025 disertai dengan memperoleh dukungan penuh dari Universitas Mercu Buana. Tim pelaksana diketuai oleh Heru Suwoyo dengan anggota Julpri Andika dan Rizky Dinata dari Universitas Mercu Buana dan juga Nazori dari Universitas Budi Luhur juga didampingi beberapa mahasiswa/wi.*****
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.