Detach - Melepas

6 Jan 2022 10:58 463 Hits 4 Comments Approved by Plimbi
Di dalam diri kita yang tidak berubah adalah diri sejati - jiwa murni-roh kita, sementara lapisan lapisan di luar itu akan terus berubah dan dalam relasi dengan luar diri kita, yang tetap adalah cinta kasih ilahi - unconditional love.

Detach, disengage and embrace fresh perspectives. Develop the habit of learning from looking at your thoughts and actions through an outside lens. (Abhishek Ratna)

Pagi ini ketika akan menjalankan mobil meninggalkan tempat parkir terasa lebih berat dari biasanya karena semalam mendapat area parkir yang paling strategis yakni persis di depan pintu basement lift.
Buat yang tinggal di apartemen kelas ekonomis tentu tahu bagaimana rasanya perjuangan mendapatkan area parkir apalagi yang sangat strategis.

Tapi rasa berat itu tak berlangsung lama, pertama karena memang menjalankan kewajiban hari ini mau tak mau harus mengendarai mobil dan yang kedua akhirnya diri saya tersadar dan tersenyum, yah inilah hal yang biasa dihadapi oleh manusia dalam kehidupan ini.

Memang terkadang atau bahkan sering kita kesulitan suatu hal yang membuat kita nyaman - comfort zone, baik itu kenangan kejadian indah, tempat situasi bikin kerasan, harta benda, kekuasaan, maupun teman - relasi yang cocok bahkan saling menyayangi.

Mungkin inilah yang dinamakan kemelekatan - attachment yang apabila kita terlalu terikat oleh hal ini tanpa disadari katanya bisa menghambat pertumbuhan pengembangan diri untuk menuju pribadi berkepenuhan & berkesadaran

Dengan merasa nyaman akan suatu kondisi, memori, tempat, harta, kedudukan, kekuasaan, relasi, ekspektasi yang kurang sehat, proses pembelajaran kehidupan kita akan jalan di tempat seakan berada dalam suatu labirin yang kita tak tahu jalan keluar yang nyata bahkan seakan jalan di tempat dalam ilusi.

Kemudian terkait kejadian luar biasa yang kita hadapi bersama hampir 2 tahun ini, yakni pandemi Covid-19, tentu banyak sekali cerita perlu melepas dengan paksa dan mendadak, baik itu orang-orang yang dikasihi akibat Covid-19 langsung maupun bukan, ataupun kebiasaan-kebiasaan lama yang sudah dilakukan selama pandemi.
Banyak juga yang kehilangan pekerjaan, harus ganti pekerjaan, berpindah tempat tinggal, berganti gaya hidup, harta benda, pertemanan dst.

Demikianlah banyak sekali pengalaman 'melepas' selama 2 tahun ini, dan tentu yakin pula pasti banyak juga menerima bila kita ikhlas melepas dan semuanya adalah baik adanya.

Lalu bagaimanakah supaya kita tidak terperangkap di kemelekatan yang kurang sehat ini dan mengetahui tiba saatnya untuk meninggalkan atau memutuskan melepas?
Kalau untuk pengalaman saya, kembali lagi tentu dengan terus mengenal diri sendiri, menjaga hidup berkesadaran (mindfulness) dan upayakan terhubung dengan jiwa dan roh (heartfulness) & yang kepadanyalah dipercaya, Sang Pencipta sendiri yang selalu terhubung (Godfulness) yang tentu perlu didukung dengan selalu terjaganya kondisi fisik, syukur syukur triliunan sel tubuh fisik kita terpenuhi oleh energi cinta kasih ilahi (bodyfulness) , walau tentu saya masih jauh untuk mampu menjalankan dan mewujudkan kepenuhan-kepenuhan itu tapi setidaknya sudah ada niatan hati, kehendak budi untuk bisa ke arah itu

Jadi marilah di bulan terakhir 2021, kita periksa diri kita, tubuh - pikiran - jiwa - roh, apakah masih ada kemelekatan-kemelekatan yang sudah tidak relevan mendukung pertumbuhan diri.

Bila memang ada yang sudah perlu dilepas, mari kita mohon rahmat kebijaksanaan agar diberi cara untuk bisa melepasnya dengan ikhlas dan baik buat diri kita maupun pihak lain bila itu suatu relasi.

Tapi tentu tidak serta merta semua kemelekatan adalah untuk langsung dilepas tentu ada hal hal yang memang sudah kodrat dan komitmen janji jiwa nya, itu hanya bisa diperjuangkan & diperbaiki relasi nya supaya sama sama lebih sehat lagi.

Dan apabila kita terus berlatih untuk ikhlas melepas kemelekatan dan menyadari bahwa perubahan itu perlu kita alami untuk proses diri menjadi lebih baik lebih baik dan lebih baik lagi, maka kita akan tiba di suatu kondisi dimana kita siap untuk tidak melekat kepada apapun yang sifatnya fana. Di dalam diri kita yang tidak berubah adalah diri sejati - jiwa murni-roh kita, sementara lapisan lapisan di luar itu akan terus berubah dan dalam relasi dengan luar diri kita, yang tetap adalah cinta kasih ilahi - unconditional love.

Maka semoga kitapun bisa mencapai kondisi tersebut, non attachment .

Selamat menyambut akhir tahun, terima kasih 2021, sudah menjadi guru kehidupan yang berharga buat saya.

 

Detachment means letting go and non-attachment means simply letting be. (Stephen Levine)

#everydayismiracle
#nonattachment
#bodyfulness
#mindfulness
#heartfulness
#Godfulness

 

 

Tags

About The Author

Airin Pangastuti 13
Novice

Airin Pangastuti

seorang manusia bumi pecinta kehidupan yang selalu rindu bersama Sang Pencipta, berniat menjalani mindfulness, heartfulness, Godfulness & contemplative life

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel