Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Menjadi Cashless Society yang Bijak

6 Aug 2021 15:50 928 Hits 2 Comments Approved by Plimbi
Hal penting yang wajib dipersiapkan untuk menjadi cashless society yang bijak.

Seperti diketahui bahwa pandemi covid-19 ini telah mengakselerasi perwujudan cashless society (kelompok masyarakat non tunai) di Indonesia yang pada awalnya diprediksi akan terjadi di tahun 2030 nanti menjadi 4 tahun lebih awal yaitu di tahun 2026. Temuan ini berasal dari studi yang dilakukan oleh Visa Consumer Payment Attitudes terbaru dengan menyoroti pertumbuhan konsumen yang akrab digital dan pergeseran cara pembayaran di kawasan Asia Tenggara.

Menurut studi tersebut di atas, ada sebanyak 6 dari 10 konsumen di Indonesia membawa lebih sedikit uang tunai karena merasa khawatir terhadap penyebaran virus covid-19 dimana jumlah ini merupakan yang paling tinggi terjadi di kawasan Asia Tenggara. Ada sebanyak 63 persen konsumen Indonesia juga mengakui semakin jarang berbelanja dengan memakai uang tunai, dimana selanjutnya 7 dari 10 (sekitar 66 persen) menyatakan merasa tidak perlu lagi membawa uang tunai yang semakin menegaskan adanya pergeseran perilaku konsumen menuju ke kondisi cashless society. Para konsumen di Indonesia dinilai sudah merasakan secara langsung manfaat gaya hidup non tunai terutama dari segi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi di tengah ketidakpastian situasi saat ini.

Produk-produk fintech di Indonesia di sepanjang tahun 2020 menjadi semakin marak. Menurut hasil studi Ipsos Indonesia menjelaskan bahwa pada awal tahun 2020 terdapat perubahan-perubahan perilaku pembayaran masyarakat yang beralih menuju ke kondisi non tunai atau cashless. Untuk selanjutnya istilah cashless society pun menjadi semakin akrab di telinga masyarakat pengguna selama beberapa tahun terakhir. Istilah ini merujuk kepada masyarakat atau komunitas yang cenderung menggunakan transaksi non tunai dalam kegiatan ekonomi sehari-hari. Tidak hanya itu saja, pemerintah juga menjadi salah satu pihak yang paling berpengaruh guna mendorong tren ini. Bank Indonesia telah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai / GNNT guna mendorong ramainya transaksi uang elektronik.   

Seperti dijelaskan tersebut di atas, sebagai salah satu pemain di sektor ini, dikenal OY! Indonesia yang sudah lama merupakan salah satu aplikasi digunakan untuk menemukan solusi finansial menyebutkan setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi era cashless society ini. Adanya pergeseran uang tunai ke uang digital berupa kartu debit, kartu kredit hingga dompet digital, tidak hanya menyebabkan transaksi menjadi lebih cepat dan praktis namun juga membantu menghindari adanya pemalsuan uang, meminimalisir harus membawa uang dalam jumlah besar di dalam dompet dan memudahkan adanya pengendalian jumlah uang yang beredar.

Jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat yang terlalu banyak bisa memicu munculnya inflasi dimana harga-harga barang menjadi naik. Peningkatan harga barang ini tentu akan berimbas pada menurunnya nilai mata uang tersebut.

Meskipun kondisi akan terbentuk seperti demikian, guna mewujudkan cashless society sepenuhnya membutuhkan kesiapan tak hanya dari sisi pemerataan teknologi saja namun juga pemahaman dalam penerapan sehari-hari.

Berikut di bawah ini ada beberapa hal yang harus anda perhatikan guna bertransformasi menjadi masyarakat non tunai yang bijak.

1/ Mengendalikan diri dalam bertransaksi

Transaksi yang praktis dan mudah tanpa menggunakan uang tunai tentunya akan membawa dampak yang kurang baik bila tidak disadari. Masyarakat akan mengalami kecendrungan untuk lebih konsumtif, terutama apabila tidak disertai dengan kemampuan untuk mengendalikan diri. Hati-hati untuk tidak terlalu tergoda untuk membeli berbagai produk yang sebenarnya tidak anda butuhkan, apalagi dilakukan hanya karena tergiur oleh promo agar pengeluaran anda tetap terkendali. Termasuk penggunaan tawaran paylater yang semakin marak.

2/ Coba untuk memahami risiko serangan cyber atau pencurian digital

Uang digital saat ini memanfaatkan teknologi yang canggih guna mengatur penggunaannya. Meskipun demikian, secanggih apapun teknologi yang digunakan, tetap saja terdapat celah yang memungkinkan terjadinya serangan cyber, pencurian data, atau pembobolan dompet digital karena terjadinya kebocoran data. Maka dari itu perlu selalu waspada dan jangan memberikan data atau kode apapun yang merupakan kode-kode verifikasi guna mengidentifikasi pemilik akun yang sebenarnya melalui nomer ponsel yang digunakan, misalnya.

3/ Memahami sistem cashless

Tidak semua orang mempunyai pengetahuan atau pemahaman yang cukup mendalam erat hubungannya dengan mengaplikasikan sistem cashless atau uang digital. Terutama para orang tua yang belum terbiasa dengan penerapan sistem yang baru. Nah bagi masyarakat yang masih gagap teknologi, tentunya akan sangat kesulitan pada awal penggunaan sistem sehingga dibutuhkan adanya sosialisasi dalam melakukan transaksi non tunai. 

4/ Selalu mengoptimalkan pengelolaan keuangan di aplikasi

Setelah akrab dengan adanya berbagai jenis pilihan dan fungsi dari masing-masing jenis aplikasi digital, jangan lupa untuk atur porsi dana di masing-masing aplikasi yang telah dipilih. Misalnya adalah pengguna bisa mengalokasikan dana untuk uang jajan, uang makan di kantor dan transportasi bulanan.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat mengenai artikel dengan judul ‘Hal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Menjadi Cashless Society Yang Bijak’ dirangkum dari berbagai sumber berita. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

 

Tags Keluarga

About The Author

Utamii 37
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel