Bahaya Malas Membersihkan Sprei

24 Jun 2020 09:57 850 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Terlihat sepele namun banyak bahayanya.

Jangan remehkan pentingnya kebersihan sprei, begitu pesan Rasulullah. Sesibuk dan secapek apapun kita usahakan agar sebelum dan sesudah tidur mengibasi sprei pelapis kasurnya dulu.

Rasulullah Salallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibasi tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘Bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi. (HR. Muslim No. 2714).

Pada hadits lain Nabi Muhammad bersabda:

“Barangsiapa pergi ke tempat tidur, ia harus mengibas debu di kasur tidurnya tiga kali, karena dia tidak tahu apa yang ditinggalkan.”

Mengibasi di sini boleh menggunakan sapu lidi (penebah), kemoceng, atau alat pembersih lain. Bila orang tadi sempat bangkit dari tidurnya lalu kembali lagi, maka berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi hendaknya ia mengulang kibasannya lagi.

Nah, sebenarnya apa manfaat di balik upaya membersihkan sprei ini? Temuan mengejutkan datang dari para ilmuwan barat:

“Ketika seseorang tidur, beberapa sel mati dan jatuh ke spreinya. Sel-sel mati tersebut tak tampak oleh mata telanjang dan nyaris tak dapat dihancurkan. Malahan, ia akan tertinggal pada sprei itu sebelum akhirnya menggunung dan menyusup kembali ke dalam tubuh lalu menyebabkan penyakit serius.”

Sel-sel tubuh kita memang diperbarui setiap malam sehingga sel-sel kulit mati berguguran dan menempel di sprei. Sel kulit mati ini bila dibiarkan akan mengundang tungau. Tungau yang tak terlihat mata ini bisa memicu gatal, alergi, asma, atau penyakit skabies. Selain itu, tungau juga menjadi biang kerok utama penyebab penyakit lyme.

Para ilmuwan telah mencoba menghancurkan sel-sel mati tersebut dengan berbagai disinfektan tetapi gagal. Sel-sel mati tersebut tidak pindah atau menghilang. Akhirnya salah satu di antara mereka mengibas sprei 3 kali seperti dalam hadits dan ... ajaib, semua sel-sel mati menghilang.

Selain bermanfaat untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dari sprei, mengibas kasur juga berguna untuk membersihkan kasur kita dari berbagai kotoran, serangga, cairan dan segala kotoran tubuh yang keluar selama kita tidur dan meresap ke dalam serat kain, atau hal-hal yang berbahaya dan mengganggu di atasnya, termasuk jin. Andai sebelumnya ada jin yang menempati kasur kita, maka dengan kibasan 3 kali dan bacaan basmalah kita ia akan menyingkir dengan seizin Allah.

Tak berhenti sampai di situ, kita bisa menyempurnakan ikhtiar kebersihan sprei ini dengan mencucinya setiap seminggu sekali (6-7 hari sekali) agar terhindar dari tungau, kutu, jamur, kotoran tungau, lembab, infeksi luka, kurap (kutu air), jerawat, eksim, pneumonia, dan onychomycosis (infeksi jamur yang menyebabkan lesi kulit dan kuku rapuh). Namun, jika kita jarang berkeringat saat di tempat tidur, kita bisa mencucinya 2 minggu sekali (10-14 hari sekali). Sebaliknya, jika kita menderita alergi, cuaca sangat panas/berkeringat berat, atau tidur saat sakit, cucilah sprei, sarung bantal guling (sawal bantal guling), dan selimut sesering mungkin. Malas mengibas dan mencuci sprei akan membuat semua sampah dan kotoran menumpuk, mengerak, dan tertimbun jauh di serat kasur dan membuatnya semakin susah disingkirkan.

Dengan alasan yang kurang lebih sama, jangan lupa pula untuk rajin menjemur kasur setidaknya setiap 6 bulan sekali dan bila memungkinkan mencucinya juga.

Tak disangka ya, berawal dari sprei yang kurang diperhatikan saja bisa menjadi pangkal musibah bagi kita. Mengabaikan kebersihan sprei mungkin tampak sepele padahal mudharatnya luar biasa. Sungguh mengagumkan agama Islam yang bahkan mengatur segala hal hingga sekecil-kecilnya (sangat spesifik).

 

 

Sumber:

Garuda-news.id

m.misskyra.com dalam m.dream.co.id

Instagram Klikdoktercom

Hellosehat.com

 

Sumber gambar: Sains-kompas.com

Tags Kesehatan

About The Author

Dini Nuris Nuraini 35
Ordinary

Dini Nuris Nuraini

penulis, blogger

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel