Mengapa Seseorang Bisa Menjadi Teroris?

2 Dec 2019 17:25 937 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Dimata masyarakat umum yang melihat aksi terorisme. Tindakan tersebut sulit diterima secara rasional. Seperti aksi bom bunuh diri. Bagaimana mungkin ada orang yang mau kehilangan jiwanya demi melukai hingga membunuh orang lain?

Tindakkan terorisme yang telah terjadi di dunia ini jelas-jelas tidak bisa dibenarkan gimanapun jalannya. Karena perbuatannya yang melukai hingga membunuh orang banyak yang besar kemungkinan korbannya tidak tahu salahnya apa sehingga terkena imbas terorisme.

Dimata masyarakat umum yang melihat aksi terorisme. Tindakan tersebut sulit diterima secara rasional. Seperti aksi bom bunuh diri. Bagaimana mungkin ada orang yang mau kehilangan jiwanya demi melukai hingga membunuh orang lain?

Untuk menjawabnya kita mesti menyelami pikiran pelaku teroris. Alasan seseorang menjadi teroris mungkin bisa karena banyak hal. Penjelasan ilmiah berikut ini barangkali dapat mengunggkap sedikit banyaknya sebab mengapa seseorang menjadi teroris.

 

Didasari dari kebencian

Kebencian sebenarnya merupakan sesuatu yang manusiawi. Hanya saja kebencian bisa rasional dan tidak rasional. Kebencian rasional seperti kalau kita membenci prilaku yang tidak adil.

Sementara kebencian menjadi tidak rasional bila didasari atas etnis, agama, ras dan orientasi seksual. Kebencian seperti ini muncul karena menganggap kelompoknya yang paling benar, sementara menuding kelompok lain salah dan dianggap sebagai suatu ancaman.

 

Kebencian berasal dari prasangka

Prasangka adalah fenomena manusia yang melibatkan struktur kognitif (proses berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah) sejak awal kehidupan.

Kebencian bisa muncul dari prasangka seseorang atau kelompok kepada individu kelompok lain. Maka itu biasakan untuk tidak berprasanka berlebihan pada orang lain.

 

Rasisme

Setiap orang rasis berprasangka. Namun tidak semua orang yang berprasangka itu rasis. Rasis itu prasangka seseorang terhadap sekelompok orang tertentu yang berdasarkan perbedaan perbedaan persepsi dan sudut pandang. Terkadang perbedaan persepsi bisa ekstrim.

 

Prasangka pada kelompok tertentu yang dianggap sebagai penjajah

Ada sebuah persepsi bahwa orang asing berkulit putih dianggap sebagai penjajah dan mengancam keberadaan rasnya. Itu sebabnya target teroris kerab tertuju pada orang maupun simbol barat.

 

Rasa takut terhadap sesuatu yang berbeda

Kebencian ekstrim muncul akibat rasa takut. Dimana sebenarnya ini merupakan cara bertahan hidup yang primitif. Naluri manusia untuk menghindari bahaya karena takut akan sesuatu yang tampak berbeda. Sehingga timbul rasa untuk melawan.

 

Kebencian tidak hanya karena alasan psikologis

Kebencian ekstrim yang dimiliki seseorang sebenarnya memiliki alasan yang cukup rumit. Tidak hanya karena alasan psikologis. Namun juga perlu dilihat dari sifat individu, sejarah keluarga, budaya dan pandangan politik.

 

Maka itu penting adanya pendidikan tentang keberagaman sejak usia dini

Watak manusia umumnya dibentuk dari rumah atau lingkup keluarga. Maka itu dibutuhkan peran orang tua, guru dan masyarakat untuk mengajarkan anaknya sejak dini tentang keberagaman dan toleransi.

 

Karena tidak ada manusia yang sejak lahir menjadi pembenci dan teroris

Tidak ada gen yang membuat manusia untuk cenderung menjadi pembenci, rasis dan teroris. Watak seperti itu merupakan sikap yang dipelajari. Maka itu belajarlah untuk menghargai keberagaman dan toleransi antar umat.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 37
Ordinary

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel