Tren Bunuh Diri di Korea Selatan? Apa Penyebabnya?!

21 Oct 2019 19:05 953 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Tingkat bunuh diri di Korea Selatan sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain.

Hingga saat ini, kita sebagai warga negara +62 selalu menganggap bahwa negara Korea Selatan itu adalah negara maju dengan standar  hidup rakyatnya yang bisa dibilang tinggi. Apalagi ketika kita melihat film atau drama korea di televisi, kita langsung dapat membayangkan bahwa hidup sebagai orang korea itu sangatlah nyaman.

Namun kenyataannya, hidup disana itu tidak seindah yang kita bayangkan, apalagi jiga kita membahas sisi gelap dari Korea Selatan dimana negara tempat asal Samyang tersebut memiliki tingkat persentase bunuh diri yang cukup tinggi.

Bahkan berdasarkan survey pemerintah setempat, penyebab kematian dari umur 10 hingga 30 tahun itu adalah akibat bunuh diri.

“Lalu kenapa orang Korea Selatan banyak yang bunuh diri?”

Menurut data yang penulis himpun, orang Korea Selatan banyak yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dikarenakan empat alasan di bawah ini.

 

1. Desakan Ekonomi

Di Indonesia, mereka yang terdesak ekonominya mungkin masih bisa bangkit atau bahkan tersesat dengan menjadi seorang kriminal. Namun di Korea, mereka yang ekonominya sudah sangat sulit, lebih banyak memilih untuk bunuh diri daripada bangkit atau menjadi seorang kriminal seperti perampok dan pencuri.

 

2. Ekspektasi Keluarga yang Terlalu Tinggi dalam Pendidikan

Banyak dari anak di Korea Selatan yang mungkin dari standar orang Indonesia tersebut sudah terbilang pintar atau pandai. Tapi sayangnya, anak-anak pintar tersebut terkadang terlalu tertekan dengan ekspektasi keluarga yang terlalu berlebihan.

Contoh saja ada seorang anak yang bisa dibilang selalu masuk rank 3 besar disekolahnya. Bahkan ketika menginjak universitas pun anak tersebut masuk universitas yang cukup terkemuka di Korea sana. Tapi sayangnya, ekspektasi orang tua yang berlebihan dimana orang tua tersebut ingin anaknya selalu mendapatkan ranking satu ataupun masuk universitas paling bagus di Korea membuat anak yang secara mental sudah tersiksa tersebut mau tidak mau melakukan bunuh diri dikarenakan tidak mampu memenuhi ekspektasi keluarga.

 

3. Bullying yang Tak Bisa Dibendung

Jika Anda mengira bahwa netizen Indonesia itu adalah yang terganas ketika melakukan bullying, maka Anda salah. Karena di Korea, Anda akan melihat cyber bullying yang lebih sadis dari orang-orang Indonesia.

Seperti yang terjadi pada artis Sulli beberapa waktu lalu dimana ia di-bully habis-habisan sampai keluarganya pun ikut di-bully. Mulai dari doa-doa jelek sampai hinaan-hinaan yang memang membuat kita berpikir, “betul orang yang ngetik itu manusia?”

 

4. Tekanan dari Pekerjaan yang Tidak Tertahankan

Mungkin dari Anda sekarang ini banyak yang mengeluh dengan gaji yang kecil ataupun lingkungan pekerjaan yang tidak begitu nyaman. Tapi percayalah, gaji itu bukanlah segalanya. Contoh saja orang Korea yang gajinya mulai dari puluhan sampai ratusan juta jika dirupiahkan. Mereka yang bergaji besar disana ternyata sebagiannya itu punya tekanan pekerjaan yang menyiksa mental.

Pernah penulis melihat seorang YouTuber asal Indonesia yang bekerja di Korea Selatan dengan gaji sekitar 20 juta rupiah. Ia bekerja di pabrik pembuatan kaca, dan pekerjaannya itu penuh resiko. Mulai dari resiko ketika dalam pembuatan kaca, hingga resiko ketika mengantarkan kaca ke klien.

 

Penutup

Itulah empat alasan yang biasanya dijadikan motif orang Korea untuk bunuh diri. Semoga kita dijauhi dari tindakan seperti itu ya?

Caranya ya dengan selalu bersyukur atas hidup yang kita jalani saat ini, tidak lupa dengan Tuhan dan juga selalu bayangkan apa yang terjadi pada orang-orang yang mencintai Anda ketika Anda tidak ada lagi di dunia ini. –BB-

Tags

About The Author

Buricak Burinyai 57
Expert

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel