Bisnis Jasa Titip, Jalan-Jalan Tapi Dapet Uang?!

11 Oct 2019 12:37 172 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Ada yang pernah coba atau berminat untuk mencoba?

Pada era serba digital sekarang ini, metode bisnis, bahkan para pelaku bisnis harus lebih berorientasi atau mematangkan visi dan misi bisnisnya ke arah digital juga.

Banyak bisnis yang gulung tikar dikarenakan tidak mampu menghadapi gempuran digital tersebut. Seperti contohnya pabrik-pabrik bahan baku yang terlalu berfokus dengan transaksi lewat jalur offline. Alhasil, sebagian memang ada yang bertahan dikarenakan kualitas bahan bakunya yang memang di atas rata-rata, namun sebagiannya lagi ada yang tersapu bersih dikarenakan selain kualitas bahan bakunya itu memiliki nilai rata-rata, ketidakmampuan perusahaan-perusahaan tersebut beradaptasi dengan era digital saat ini membuat mereka terpaksa harus menutup usahanya.

Dengan perkembangan metode bisnis dan pola pikir bisnis yang bertumpu pada era digital saat ini, banyak bisnis baru yang muncul dimana beberapa diantaranya adalah bisnis online yang mungkin sebagian besar dari kita sudah ketahui.

Diantara bisnis-bisnis online tersebut, ada sebuah bisnis yang menurut penulis cukup menyenangkan dan menguntungkan dimana sang pebisnis bisa jalan-jalan sambil mendapatkan uang.

Nama bisnis tersebut adalah “jasa titip” atau yang mungkin dikenal juga dengan nama “jastip”.

Jastip sendiri penulis mulai kenal itu sejak tahun 2015, yakni ketika penulis sedang mencari figma yaitu sejenis figurine mainan asal Jepang. Penulis tahu bahwa itu adalah jasa titip dari sistem pembeliannya yang berupa pre-order; karena produknya memang baru dibelikan setelah kita mengirimkan sejumlah uang sesuai harga figma tersebut ke pihak penjual.

 

Skema Jual Beli Jasa Titipan

Cara bertransaksi jasa titipan ini seperti yang penulis nyatakan di atas, yaitu setiap barang dijual melalui sistem pre-order dimana pembeli bisa membayar penuh harga benda yang ingin pembeli beli, atau biasanya pembeli bisa membayar DP dulu yang biasanya memiliki minimum 20 hingga 30 persen.

Bagi yang membayar DP terlebih dahulu, pembeli dapat melunasi produk yang telah dibelinya tersebut sesaat barang sudah sampai di tangan penjualnya di Indonesia. Setelah produk dilunasi, barulah penjual mengirimkan produk titipan tersebut ke pembeli yang menggunakan jasa titip miliknya.

 

Cara Mendapatkan Untung Lewat Jasa Titip

Banyak yang mungkin bertanya-tanya mungkin, “Darimana sih penjual mendapatkan keuntungan berbisnis jasa titip?" Jawabannya cukup sederhana; kebanyakan dari para penjual penyelenggara jasa titip biasanya mengambil keuntungannya itu lewat nilai atau harga dari produk yang ingin pembeli titip, baik itu dengan menaikkan kurs mata uang per mata uang asingnya, atau bisa juga menaikkan nilai dari harga produk yang dibeli oleh pembeli.

Contohnya, seorang pembeli ingin membeli sebuah smartphone dengan harga 200 dollar Amerika. Jika menggunakan metode pertama, penjual akan menaikkan kurs mata uangnya yang mungkin asalnya 1 dollar itu adalah 14.100 rupiah ke 1 dollar itu menjadi 14.500 rupiah.

Sedangkan untuk contoh untuk metode kedua, penjual biasanya menaikkan harga dari yang asalnya 200 dollar ke angka yang tidak jauh dari itu atau yang masih di bawah harga setelah kena pajak bea cukai.

 

Resiko Menjalankan Bisnis Jasa Titip

Walau sekilas terlihat menyenangkan, bisnis jasa titip itu sama dengan bisnis-bisnis lainnya yaitu bukan tanpa resiko. Beberapa resikonya terbilang cukup merugikan seperti pembatalan sepihak dari pihak pembeli yang baru membayar DP. Mungkin sekilas dapat terlihat untung karena selain mendapatkan dana DP tersebut, penjual juga bisa kembali menjual produk yang dibatalkan dengan harga penuh. Tapi proses penjualannya itu terkadang memakan waktu yang lama.

Kemudian juga ada resiko terkena pajak ketika produk yang biasanya dibeli dengan menggunakan metode hand carry tersebut tiba di Indonesia. Salah satunya adalah karena pelaku bisnis jasa titip tersebut salah menghitung total belanjaan yang seharusnya tidak kena pajak, menjadi kena pajak.

Resiko yang terakhir adalah resiko yang baru-baru ini muncul yakni persaingan yang semakin gencar. Persaingan yang semakin sengit ini tentunya diakibatkan oleh semakin banyaknya pelaku bisnis jasa titip di Indonesia. Seperti halnya perang tarif antar penyedia jasa ride hailing, perang tarif pada penyedia jasa titip pun sama serunya.

 

Cara Menjadi Pelaku Bisnis Jasa Titip

Modal utama untuk mulai berkecimpung di bisnis jasa titip ini tidak lain dan tidak bukan harus memiliki kemampuan menggunakan bahasa native tempat dimana Anda akan membeli produk yang dititip oleh para pembeli. Contohnya saja Anda membuka jasa titip produk-produk Jepang, maka Anda haruslah fasih berbahasa Jepang, atau setidaknya mengerti percakapan-percakapan yang berkaitan dengan transaksi menggunakan bahasa Jepang.

Modal kedua adalah uang. “Loh kok bisa butuh uang?” tentu saja sebagai penyedia jasa titip, Anda memerlukan modal cash, karena tidak semua pembeli membayar penuh produk yang mereka pre-order. Malah kebanyakan menggunakan sistem DP.

Selain itu, dengan adanya modal uang juga Anda sudah siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.

Modal ketiga adalah kepercayaan konsumen. Kepercayaan dalam bisnis jasa titip ini adalah suatu hal yang mutlak. Karena tanpa adanya rasa percaya dari pihak konsumen atau pembeli, maka sebuah bisnis jasa titip tidak akan dapat berjalan.

Untuk mendapatkan kepercayaan konsumen, seorang pelaku bisnis jasa titip harus melakukan promosi besar-besaran. Seperti promosi offline di sebuah event dan juga promosi online menggunakan akun media sosial yang sudah verified. Promosi lainnya jasa titip juga bisa dilakukan melalui endorse ke akun-akun selebgram ternama yang tentunya berkaitan dengan produk yang Anda jual.

Tapi untuk media sosial ini kabarnya, dirjen bea cukai sedang gencar-gencarnya melakukan investigasi terhadap bisnis jasa titip ini. Dan mungkin kedepannya, bisnis jasa titip ini akan banyak mengalami pembatasan-pembatasan dalam operasionalnya.

Tapi untuk saat ini, bisnis jasa titip ini adalah bisnis yang berpotensi menghasilkan keuntungan banyak; setidaknya untuk saat ini. Karena selain daya beli masyarakat indonesia yang cukup tinggi, banyak produk yang tidak ada di Indonesia atau hanya ada di luar negeri ini dicari oleh masyarakat kita.

Bagaimana? Tertarik terjun ke dunia bisnis jasa titip? –BB-

 

 

 

Tags

About The Author

Buricak Burinyai 57
Bolpoint

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel