Para Pengguna Huawei Mate 30 Pro harus Melupakan Indahnya Google Play Store

3 Oct 2019 18:25 3208 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Hal tersebut lantaran LZPlay yang menjadi senjata pamungkas Huawei Mate 30 Pro telah di-take down.

Seperti rilis pada waktu yang salah, Huawei Mate 30 Pro yang juga adalah smartphone flagship teranyar dan tercanggih dari Huawei memperlihatkan bagaimana mudahnya menggunakan smartphone ini. Salah satu kemudahan yang dimilikinya adalah akses ke aplikasi-aplikasi Google padahal hak akses ke Google saja tidak dimiliki Huawei Mate 30 Pro akibat dari "Ban Hammer" yang dilemparkan ke pihak Huawei sebagai pihak manufaktur.

Namun sekarang kemudahan instalasi aplikasi-aplikasi Google tersebut tidak bisa lagi dilakukan karena LZPlay yang juga adalah dalang dibalik kemudahan instalasi aplikasi-aplikasi Google di Huawei Mate 30 Pro telah "dibunuh" atau istilah kerennya itu di-take down.

Bagi yang belum tahu kenapa Huawei Mate 30 Pro tidak bisa memasang aplikasi-aplikasi Google, hal tersebut dikarenakan pada waktu perilisan smartphone flagship tersebut, ban dari Google untuk Huawei sebagai akibat dari turunnya perintah presiden Amerika Serikat, Donald Trump sudah mulai berlaku.

Namun setelah ban tersebut berlaku, ternyata sebuah situs di China dapat dengan mudah dan cepat melakukan bypass pada ban tersebut sehingga akhirnya, Huawei Mate 30 Pro masih bisa memiliki hak akses ke aplikasi-aplikasi Google dengan cara yang tentunya dianggap ilegal.

Hilangnya LZPlay dari peradaban dunia internet bukanlah tanpa alasan. Usut punya usut, Penghilangan eksistensi dari LZPlay tersebut dikarenakan adanya hasil riset dari salah satu ahli keamanan android bernama John Wu yang menyatakan bahwa LZPlay itu “berbahaya”.

Menurut John, LZPlay memungkinkan aplikasi-aplikasi Google terpasang pada Huawei Mate 30 Pro dikarenakan aplikasi tersebut menggunakan beberapa “permissions” yang memang hanya dapat ditemukan pada smartphone Huawei, termasuk didalamnya adalah permission untuk memasang sebuah aplikasi sebagai bagian dari “system apps”.

Penelitian lebih lanjut menyatakan bahwa untuk menjadi bagian dari system apps pada smartphone Huawei, sebuah aplikasi haruslah mengandung tandatangan digital dari Huawei sendiri, dan untuk mendapatkan tandatangan ini sendiri tidaklah mudah karena sebuah aplikasi harus menjalani beberapa proses yang sangat ketat.

Dan yang paling menarik lagi, permissions yang didapatkan LZPlay tersebut bahkan tidak didokumentasikan atau bisa dikatakan, hal tersebut merupakan prosedur yang aneh.

Beberapa saat setelah John Wu membagikan hasil penelitiannya tersebut, LZPlay langsung tidak bisa diakses lagi atau dengan kata lain sudah “offline”. Sedangkan untuk aplikasi-aplikasi yang sudah diunduh lewat LZPlay tersebut, file .apk-nya sendiri sudah tidak bisa digunakan lagi.

Tidak berhenti disitu, Terlepas dari LZPlay yang telah “mati”, Huawei Mate 30 Pro yang asalnya dinyatakan aman oleh tes dari SafetyNet, yaitu sebuah jaminan untuk Google menentukan bahwa sebuah smartphone itu legal, aman dan tidak di-root, kini tidak lagi lolos uji tes SafetyNet tersebut. Apakah kebetulan? Ataukah ini merupakan dampak dari pihak Huawei yang bermain “nakal”?

Bagaimana menurut Anda? Khususnya bagi Anda para pengguna smartphone Huawei Mate 30 Pro. –BB-

Tags

About The Author

Buricak Burinyai 57
Bolpoint

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel