article

Chinese Motifs Of Good Fortune : Simbol Dari Khasanah Budaya Tiongkok Bagi Pemula

Chinese Motifs Of Good Fortune : Simbol Dari Khasanah Budaya Tiongkok Bagi Pemula

Kemakmuran, kesehatan, keberuntungan, dan kebahagiaan merupakan empat elemen yang mewakili nasib baik bagi warga Tionghoa. Empat elemen tersebut wajib direpresentasikan dalam berbagai simbol yang dilekatkan pada arsitektur, furnitur, karya seni, dan masih banyak lagi yang lainnya. Anda bisa mengenalnya lebih dekat melalui foto - foto tentang objek tersebut yang dapat memanjakan indra penglihatan, atau buku – buku khusus tentang Negeri Naga, Tiongkok, akan membantu anda memperkaya wawasan serta mengenal lebih dalam tentang kebudayaan Tiongkok.

Mengenal Ragam Makna Dan Warna Dalam Budaya Tiongkok

Buruh migran sedunia mengenal dengan baik tentang makna warna dari budaya Tiongkok supaya mereka dapat menyesuaikan diri dalam beragam situasi tertentu yang erat kaitannya dengan adat dan budaya.

ads
ads

Berikut ini makna warna dalam budaya Tiongkok bisa anda kenal secara ringkas yang kami rangkum dari berbagai sumber :

1. Warna Putih

Warna putih dalam budaya Tiongkok melambangkan kematian, nasib buruk, kegagalan, dan kebodohan sehingga kerap dipakai dalam upacara pemakaman. Warna putih dianggap tidak membawa pertanda baik kepada warga dan secara harfiah merupakan orang - orang yang mempunyai kecerdasan lebih rendah (idiot).

2.Warna Hijau

Warna hijau melambangkan kehidupan, perdamaian dan vitalitas. Orang - orang Tiongkok jarang memberikan topi warna hijau kepada teman lelaki baru mereka kecuali mereka telah menikah, karena warna ini mengandung arti yang sama bahwa istrinya berzina dengan laki - laki lain jika terlalu dini memberikan benda dengan dasar berwarna hijau.

3. Warna Merah

Orang - orang Tiongkok beranggapan bahwa warna merah sebagai warna yang membawa keberuntungan. Maka, dalam setiap upacara pernikahan menurut adat dan budaya Tiongkok, orang - orang Hong Kong cenderung mengenakan baju - baju berwarna merah dan cerah sesuai dengan warna kulit warga Tionghoa, putih dan kuning langsat.

4.Warna Hitam

Warna hitam melambangkan keagungan, kesetaraan, keadilan dan kesungguhan. Dalam drama tradisional Tiongkok, aktor yang wajahnya memiliki kulit berwarna cokelat atau hitam dan di cat hitam, biasanya lebih cocok memainkan peran karakter yang berwibawa dan adil.

5.Warna Kuning

Warna kuning melambangkan kesetiaan, kesungguhan dan kesucian. Kuning merupakan simbol dari kekuasaan kekaisaran serta kedaulatan masyarakat Tiongkok.

Mengenal Budaya Tiongkok Lewat Lomba

Kebudayaan Tiongkok merupakan salah satu kebudayaan tua yang telah lama berakar di Indonesia. Beberapa budaya kuno Tiongkok yang populer di Indonesia antara lain barongsai, liong, cheongsam (pakaian khas Tiongkok), hingga tradisi saling memberi angpao (amplop merah yang berisi uang sebagai hadiah kepada anak – anak/keluarga miskin/orang tua) pada hari raya Imlek atau pernikahan warga keturunan Tiongkok.

Kebudayaan Tiongkok dengan variasi dan keunikannya di dunia telah mampu memberi warna dan memperkaya kebudayaan Indonesia dan negara – negara lainnya yang terkenal jumlahnya beragam. Untuk lebih mudah dalam mengenal kebudayaan Tiongkok, anda bisa melihat pagelaran seni dan budaya warga Tiongkok di perantauan atau di luar negeri melalui mahasiswa/wi jurusan D3 Bahasa Mandarin, Universitas Kristen Maranatha di Jakarta yang menyelenggarakan kegiatan dengan tajuk “ Fun With Chinese Culture ” setiap tahunnya.

Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Adminsitrasi Pusat lt. 8 UK. Maranatha, Jakarta dengan kegiatan khusus yang terdiri dari empat buah lomba dan masing - masing ditujukan untuk peserta dari tingkat pendidikan yang berbeda. Pertama adalah lomba mewarnai gambar untuk murid TK yang dilangsungkan bersamaan dengan lomba Rao Kou Ling untuk murid SMP. Rao Kou Ling merupakan lomba yang mirip dengan Tongue Twister dalam bahasa Inggris, dimana para peserta harus bisa mengucapkan serangkaian kata – kata yang sama atau mirip dalam bahasa Mandarin, namun dengan nada dan arti yang berbeda – beda tanpa melakukan kesalahan.

Lomba ketiga adalah lomba Wushu untuk murid SD. Wushu merupakan salah satu seni bela diri asal Tiongkok dimana pada dasarnya terbagi dalam dua bagian besar, Taolu (jurus), dan Sanshou (sparring).

Pada lomba ini, yang ditandingkan hanya nomor Taolu, dimana para peserta harus melakukan serangkaian gerakan dengan cepat dan tepat sambil diiringi dengan musik yang sesuai dengan jurus masing - masing. Peserta diwajibkan memilih senjata sesuai dengan kekuatan dan kecakapan mereka seperti golok, pedang, tongkat, dan kipas, atau hanya dengan tangan kosong. Walau masih SD, beberapa dari para peserta mampu tampil dengan gerakan -gerakan yang memukau dan menarik untuk disaksikan.

Lomba lainnya adalah lomba pemandu wisata dengan menggunakan bahasa Mandarin untuk murid SMA. Para peserta diberi skenario untuk menjadi seorang pemandu wisata yang sedang berada di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu, mereka harus mampu menjelaskan tentang legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi pada para wisatawan. Lomba – lomba seperti ini mampu menarik minat turis asing untuk mau menonton.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads