Mengenal Code Igniter dan Cara Penginstalannya

12 Aug 2016 10:38 1643 Hits 1 Comments

Code Igniter merupakan salah satu web framework yang banyak digunakan sampai saat ini. Apa Anda sudah tahu cara menjalankannya?

Code Igniter merupakan salah satu web framework yang dikembangkan oleh Rick Ellis dari Ellis Lab. Code Igniter dirancang untuk menjadi sebuah framework yang ringan dan handal.

Bahkan pencipta PHP pun yaitu Rasmus Lerdorf mengakui bahwa framework ini sangat mudah dan handal. Code Igniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006.

Code Igniter merupakan aplikasi yang open source dengan framework berupa MVC (Model, View, Controller) yang digunakan untuk membuat website dinamis berbasis PHP.

Dalam CodeIgniter terdapat beberapa beberapa istilah yang perlu kita ketahui, diantaranya:

  • Model, merupakan sebuah class di PHP yang dirancang untuk bekerja dengan informasi dari database.
  • Controller, sebuah inti dari aplikasi yang menentukan penanganan HTTP request.
  • Views, merupakan halaman web yang harus dipanggil oleh controller.
  • Library, merupakan class yang berisi fungsi – fungsi untuk menyelesaikan kasus tertentu
  • Helper, merupakan pembantu tugas untuk kategori tertentu yang terdiri dari kumpulan function.
  • Driver, merupakan library yang mempunyai class induk dan turunan yang dapat digunakan untuk kasus tertentu.

Untuk membuat aplikasi web dengan Code Igniter kita harus menginstal frameworknya terlebih dahulu. Berikut cara instalasi framework Code Igniter:

1. Unduh Code Igniter di https://codeigniter.com/download

2. Ekstrak file unduhan Anda tadi dengan Winrar.

3. Copy hasil ekstrakan tadi ke folder C:/xampp/htdoc (sebelumnya Anda harus install Xammp terlebih dahulu yang bisa Anda download di https://www.apachefriends.org/download.html)

4. Ubah nama folder tadi sesuai keinginan Anda. Contoh latihan.

5. Nyalakan Apache (web server) dan MySQL (database management relationship) melalui Xampp Control Panel.

6. Akses direktori tersebut lewat browser dengan URL http://localhost/latihan

7. Jika berhasil akan muncul tampilan seperti berikut:

8. Jika sudah ada tampilan seperti gambar di atas, maka instalasi CodeIgniter telah sukses.

 

Dalam folder Code Igniter yang Anda download terdapat 3 folder utama yaitu folder application, system dan user_guide. Ketiga folder tersebut memiliki peranan masing – masing dalam Code Igniter.

1. Peran folder application

  • Menentukan halaman error
  • Membangun controller, model dan views
  • Mengkonfigurasi web yang dibangun
  • Membagun library dan helper sendiri

2. Peran folder system

  • Menyimpan library inti dari Code Igniter di folder core
  • Menyimpan folder library dan driver untuk database di folder database
  • Menyimpan font yang dapat digunakan oleh keseluruhan aplikasi web secar default di folder font
  • Menyimpan kumpulan helper yang dapat digunakan untuk membantu penyelesaian tugas tertentu di folder helper
  • Menyimpan berbagai library lainnya yang digunakan untuk pengembangan aplikasi web di folder libraries.

3. Peran folder user_guide

Folder user_guide ini berperan sebagai pembantu bagi penggguna framework Code Igniter yang di dalamnya  berisi file dokumentasi tentang pengenalan Code Igniter, pembahasan fitur – fitur umum yang digunakan, penggunaan library dan helper di Code Igniter.

Demikian artikel ini saya buat, semoga bermanfaat.

 

 

Tags Web

About The Author

Rijwan 42
Ordinary

Rijwan

Saya merupakan anak RPL yang bercita - cita membangun web sendiri juga menjadi ahli pemrograman serta komputer.

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel