Insomnina: Kompilasi 24 Curhat Susah Tidur

12 Dec 2015 01:13 7783 Hits 4 Comments
Begadang masa lajang Tuhuk Ma'arit selama Mei-Juni 2013

#10

Sapi Perkasa

Mendongeng lagi, malam tadi Putri Salju, malam ini Putri Salju, malam besok Putri Salju; cerita-cerita yang ku takuti. Setiap malam.

Lusa papa mogok kerja, kalau boleh juga mogok cerita. Tapi jangan mogok makan, sayang. Kasihan nasinya nanti kekenyangan. Tapi jangan mogok tidur, sayang. Kasihan bantalnya nanti ketiduran.

Mendongeng lagi, lalu kamu papa cium. Jangan erat-erat peluknya, sayang. Nanti papa ingat mama kamu. Nanti kamu ingat mama kamu. Nanti kamu mirip mama kamu. Mirip papa saja.

Lusa kita banyak waktu seharian, sejak kamu lahir gaji belum dibayar. Bagus juga jika kita sehari jalan-jalan.

Kenapa kamu belum tidur? Papa baik-baik saja. Papa tidak nangis. Papa hanya usap lipstik dan bedak. Papa tahu kamu lihat mama sering datang marah-marah. Papa tahu kamu lihat mama sering pukul papa tendang-tendang. Tapi papa kuat sayang. Papa tidak sakit. Papa tidak nangis. Kamu jangan nangis.

Mendongeng lagi, sampai anakku tidur. Banyak paku di paru-paru.

Dia datang. Menengok sapi, memerah lagi.

Dia minta lagi. Ditampar lagi, memerah lagi.

Dia pergi. Tapi minta lebih, hartaku, diambilnya besok hari. Bagaimana jika hartaku jangan menjelma sapi?

Sayang, bangun. Papa bawa minuman. Supaya jadi Putri Salju. Supaya kita tidur. Menunggu pangeran tampan yang mencium.

Mendongeng lagi, tapi terakhir kali, tentang sapi perkasa.

 

#11

Suka Suka-suka Sesukanya

Hobinya main bola, tendang sana, tendang sini.

Bagus, cita-cita piala dunia. Amin.

 

Hobinya suka-suka, suka sana, suka sini.

Bagus, cita-cita suka-suka. Amin.

 

Hobinya main potong, potong sana, potong sini.

Bagus, cita-cita potong bebek angsa. Amin.

 

Hobinya main-main, main sana, main sini.

Bagus, cita-cita main-main. Amin.

 

Hobinya bola pimpong, oper sana, oper sini.

Bagus, cita-cita oper-oper. Amin.

 

Generasi olahraga, generasi sehat, generasi suka suka-suka.

 

#12

Bu tidak Bertanya

Maaf Bu, dia meracuniku;

Itu hanya lukisan.

Telingaku sampai berdarah.

 

Maaf Bu, jika tidak asli berarti palsu

Belum, hampir, atau, kemungkinan.

Metamorfosa, tidak lagi rupiah.

 

Bu

Dengarkan

Dia si Botak

 

Tidak ada lagi anjing menggonggong di pagi buta depan rumahku sudah seminggu.

aku kenal sesuatu yang menggorengnya dalam jamban

Lalu berak.

 

Maaf tapi terimakasih Bu.

Dia merampok meja kerjaku, membakar kamar mandiku, mencukur mata-telinga-lidahku, menyeretku ke jalan.

Aku sempat menoleh, pulang atau menggapai krim es hangat coklat plastik ayam goreng tepung yang berenang di ujung sana, bersinar seperti batu di atas monitor yang menempel di dada saat kemarau berlari-larian di punggung lembu yang tersesat, ku dengar kau katakan tidak.

 

Daftar Isi

About The Author

Tuhuk Ma'arit 49
Ordinary

Tuhuk Ma'arit

Bodoh, miskin, dan pemalas. Lahir di Kotabaru (Kalimantan Selatan) pada tanggal 30 Januari 1988. Menulis adalah hal yang biasa bagi saya, saya sudah melakukannya sejak Sekolah Dasar. Saya sudah terbiasa menyalin contekan PR, dihukum menulis di papan tulis, menulis absen dari jarak jauh ketika bolos (mungkin bisa disebut mengisi absen secara online), menulis cerpe'an sebelum ulangan, dan menulis surat cinta di tahun 90-an. Tetapi, menulis ide orisinil adalah hal baru yang akan saya kembangkan. Semoga, amin. Sekarang saya bekerja tetap sebagai pengangguran. Hobi saya yang bercita-cita memberi pekerjaan kepada sejuta rakyat Indonesia adalah bermalas-malasan. Jika istri saya tidak mengetahui akun ini, berarti status saya adalah masih single dan available. Eh?

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel