Kisah Iblis Politik yang Hobi Clubbing dan Ngopi

16 Feb 2019 22:41 1556 Hits 0 Comments
Review Novel Iblis-Iblis Capres tentang iblis politik yang hobi clubbing dan meneguk kopi di coffee shop

Keinginan adalah sumber penderitaan/ Tempatnya di dalam pikiran

Tujuan bukan utama/ Yang utama adalah prosesnya

Iwan Fals, Seperti Matahari

Kayaknya lirik gubahan Iwan Fals di atas bisa menggambarkan isi novel terbaru Hendri Teja yang dikasih judul Iblis-Iblis Capres. Walaupun novel ini pakai perspektif Dantalion, iblis nomor 71 Segel Solomon, narasi yang dibangun bukan soal iblis. Hendri mau bicara kalau “Tujuan bukan utama/Yang utama adalah prosesnya.”

Karya-karya Hendri sendiri sudah cukup diapresiasi publik. Novel karangannya pernah dapat Penghargaan Sastra Kategori Novel Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017), Tiga Besar Buku Prosa Terbaik Pilihan Majalah Tempo (2016), serta Pemenang Unggulan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (2010).

Kembali ke pokok bahasan, Iblis-Iblis Capres bercerita tentang pertarungan Dantalion dan Valak, keduanya adalah adipati agung neraka, yang berpindah ke buana fana. Di sini mereka harus jatuh-menjatuhkan supaya Jakeem Wyman atau Penrod Sigra, dua kandidat capres terkuat di Kalbusia, bisa terpilih sebagai Presiden Kalbusia.

Tapi migrasi medan pertempuran ini membuat Dantalion dan Valak jatuh jadi iblis tingkat “belatung neraka” yang cuma punya kemampuan untuk kasih bisikan-bisikan jahat pada manusia.

Akibatnya, kita gak bakal menemukan iblis-iblis dengan keajaiban bak Harry Poter. Iblis-iblis yang digambarkan Hendri dikungkung dengan banyak keterbatasan macam manusia biasa, tapi punya arus pikiran kayak konsultan politik.

Bisa ditebak, yang terjadi kemudian adu strategi politik. Termasuk strategi-strategi gak beradab semacam hoax, fitnah, mengebiri independensi aparat hukum, serta pembodohan publik. Makanya Pilgub Metro dan Pilpres Kalbusia dilanda huru-hara.

Selain manuver-manuver politik Valak, Dantalion juga harus pandai-pandai menyikapi kebangkitan kaum Silek yang mau merebut kembali hak-hak mereka sebagai pemilik saham terbesar Kalbusia. Dalam pergulatan itu, tanpa sadar Dantalion terjangkit sindrom manusia.

Kisah Iblis Politik yang Hobi Clubbing dan Ngopi

 

Membaca Iblis-Iblis Capres kayak membaca apa yang tersuruk dari realitas hari ini. Jangan kaget kalau kita bisa menemukan hal-hal baru yang bisa jadi jawaban atas keresahan publik menghadapi pemilu yang centang-parenang ini.

Tapi jangan underestime dulu. Jangan pikir novel ini terbilang berat. Hendri justru mengemas pembelajaran-pembelajaran politik dan kepemimpinan secara renyah dan amat menarik. Dalam pergulatan politik itu, merekah pula bunga-bunga percintaan, persahabatan, hingga kagum-mengagumi

Selain itu, latar novel dibungkus lewat intrik-intrik di Istana Mahardika dalam sosok-sosok kaum urban yang hobi clubbing atau nongkrong di coffe shop. Mereka juga paham mode fesyen dan gadget terbaru. Perbincangan yang ngepop wara-wiri tanpa harus merusak unsur sastranya.

Kisah Iblis Politik yang Hobi Clubbing dan Ngopi

Kalau boleh mengaitkannya dengan situsi pemilu hari ini, saya pikir Iblis-iblis Capres amat relevan dalam situasi hari ini. Situasi di mana kampanye hitam sedang gencar-gencarnya, di mana saling mencaci maki, menghujat dan fitnah, bahkan melabeli lawannya sekelas dengan iblis sudah lumlah. Juga para pendukung fanatik masing-masing capres-capres kayak menempatkan junjungan hingga ke level nabi, bahkan malaikat.

Sayangnya novel ini gak dijual secara cetak. Hendri cuma mempublikasikan dalam bentuk ebook di Google Play Book.

Alur Cerita 5

Alur ceritanya tertata baik, mengalir. Ada juga twist-twist yang tidak terduga sebelumnya 

User Rating

0.0
0 Ratings
5
0
0
4
0
0
3
0
0
2
0
0
1
0
0

Editor Rating

3.0
Average

Summary

Review Novel Iblis-Iblis Capres tentang iblis politik yang hobi clubbing dan meneguk kopi di coffee shop

About The Author

Bagas 11
Pensil

Bagas

penikmat kopi

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From Bagas