Bertemu SBY dan Komitmen Politisi Negarawan

25 Nov 2018 11:36 610 Hits 0 Comments
Pemimpin itu yang dipegang kata, katanya, dilihat jejak sejarah keluarganya, dan apa yang telah ia perbuat. Hidup-hidupilah Bangsa dan Negara dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

Mendapat kabar dari teman-teman di grub Wa bahwa Presiden RI ke-6 berkunjung ke Banyumas dan ingin berdialog dengan masyarakat secara langsung dan terbuka. Apalagi ada AHY tokoh muda yang semoga kelak menjadi pemimpin negara.

Apakah ini sebuah kebetulan. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Itu kata guru mengaji waktu dulu. Sebab siapa yang berdo'a dan mendo'akan akan dipertemukan oleh Allaah Swt. Ya saat ini karena ada beberapa kegiatan traveling kecil-kecilan di Banyumas. Apa salahnya untuk bisa melihat secara langsung SBY, AHY dan Any Yudhoyono. 

Mereka adalah keluarga yang kompak, harmonis dan menjadi teladan, setidaknya bagi saya masyarakat Indonesia yang sekarang berhadapan dengan kegaringan hidup politisi yang katanya negarawan berbicara asal, sarkas, dan tidak menginsipasi.

 Duduk di depan bersama Ibu Any Yudhoyono, SBY memperhatikan setiap masyarakat yang menyampaikan keluhan, pertanyaan dan mencatat poin-poin yang disampaikan. Kemudian ia menjawab pertanyaan dengan tenang dan sangat menguasai persoalan bangsa dan negara saat ini. Kalau saya diminta bertanya, rasanya belum pantaslah. Cukup menjadi pendegar yang baik saja. Memperhatikan dan mengambil pelajaran untuk panduan menjadi masyarakat yang mencintai bangsanya. 

Kalau pesan KH Ahmad Dahlan Hidup hidupilah Muhammadiyyah. Maka apa yang disampaikan Presiden RI ke-6 SBY ada kesamaan untuk menjadikan bangsa ini baik. Kalau boleh ungkapannya begini "Hidup Hidupilah Negara dan Bangsa Ini dengan kemampuan masing-masing dan jangan merusaknya.

Pas banget, kata teman sebelah saat ku buat tulisan ini. 

SBY menyampaikan "Kami mendengar rakyat menyampaikan harapannya, menyampaikan aspirasinya, menyampaikan masalahnya. Itulah yang kami rumuskan sekarang ini menjadi 14 Prioritas Demokrat". Setelah bersluncur sebentar di dunia maya, oo ternyata SBY bukan tipe pemimpin yang senang dengan laporan Asal Bapak Ibu Senang.

Bertemu SBY dan Komitmen Politisi NegarawanBeliau merumuskan ada 14 Prioritas Demokrat sebagai ukuran dan kontrak politik Partai Demokrat bagi rakyat apabila nanti diberi kepercayaan masyarakat di Pemilihan Legislatif 2019 bulan April. 

Yang bikin hati tambah senang bahwa beliau tidak menafikan peran-peran Presiden lainnya dan Pemerintahan dibawahnya. Tidak seperti gaya rakyat Republik Cebong dan Kapret yang asal ngaplak bikin meme dan perang digital di dunia maya. Bikin malas dan seperti orang tak pernah belajar menghargai perbedaan dengan baik.

SBY mengingatkan bahwa pembangunan adalah proses tanpa akhir. Indonesia hari ini tidak bisa dilepaskan dari kerja keras pemimpin-pemimpin sebelumnya. Sejak era Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, SBY dan akhirnya Joko Widodo.

"Pembangunan itu prinsipnya begini: yang sudah baik dilanjutkan, yang belum baik diperbaiki," kata SBY.

Bertemu SBY dan Komitmen Politisi NegarawanSetelah 2 hari sejak bertemu SBY baru pikiran ini terbuka bahwa yang baik apapun mesti dilanjutkan. Sedangkan yang belum baik diperbaiki dan tidak ditinggalkan begitu saja. 

Terima kasih Pak SBY dan Partai Demokrat memberikan janji terukur dengan 14 Prioritas Demokrat.

Tags

About The Author

Kiya Yonnatan 15
Pensil

Kiya Yonnatan

Menyukai Traveling, Bersuka ria dengan Narasi

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel