Gempungan Warga Peduli Unpad Sikapi Pemilihan Rektor

12 Oct 2018 18:45 146 Hits 0 Comments
Ungkapan Warga Peduli Unpad Sikapi Pemilihan Rektor Unpad 2019-2024

Mencermati proses dan mekanisme serta dinamika seleksi dan rekruitmen Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung periode 2019-2024, Gempungan Warga Peduli Unpad menyampaikan pokok-pokok pemikiran untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad dan pemerintah, khususnya Kementrian Pendidikan bidang Perguruan Tinggi.

Dindin S. Maolani, salah seorang juru bicaranya mengatakan, pihaknya memandang perlu untuk mengungkapkan hal itu, demi terselenggaranya pemilihan rektor yang berkualitas, bersih, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Berikut pernyataan sikap Gempungan Warga Peduli Unpad yang disampaikan di Sekretariat Pemilihan Rektor Unpad Jalan Cimandiri Bandung, Jumat (12/10/2018).

1. Kami menyadari bahwa setiap manusia dalam kehidupannya jauh dari sempurna, maka setiap manusia sudah seharusnya selalu berusaha dan berlomba untuk mencapai kebaikan.

2. Kita percayai bahwa dunia perguruan tinggi (kampus) dan civitas akademisinya adalah salah satu pilar dasar sumber moral dan etika disamping rumah-rumah ibadah dalam kehidupan bermasyarakat ditengah warga bangsa dan negara.

3. Pola dasar atau pondasi pendidikan bangsa Indonesia yang telah ditegaskan dalam Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi (UU No. 12 Tahun 2012) adalah disamping pengembangan dan pendalaman ilmu pengetahuan dan teknologi (science) juga harus senantiasa berdampingan erat dengan hal yang mendasar pula yaitu masalah iman dan taqwa (imtaq/moral dan etika).

4. Perguruan Tinggi (kampus) Unpad dalam awal perintisan berdirinya sangat memiliki nilai spirit historis dan kultural, dalam arti bahwa tokoh masyarakat Jabar mempunyai andil untuk mendirikannya didasari keinginan luhur mengabadikan nilai-nilai sosial warga Jabar. Sehingga disini telah tertanam bahwa Unpad adalah Perguruan Tinggi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Dan disitu pula warga Jawa Barat menggantungkan harapan bahwa Perguruan Tinggi Unpad mampu menghimpun, menghasilkan dan menjadikan insan-insan intelektual dan akademisi yang penuh keteladanan.

5. Bahwa dalam perjalanan penjaringan Calon Rektor Unpad tersebut, kami dikejutkan adanya masukan baik secara pribadi dari lingkungan Unpad maupun dari media sosial tentang adanya salah seorang calon (Prof. DR. OS) yang dengan memperhatikan bukti-bukti permulaan yang ada dapat dikatakan diduga keras telah melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kategori cukup berat.

6. Bahwa berdasarkan masukan dan bukti-bukti awal tersebut untuk mencari data dan bukti-bukti awal yang lebih bisa dipercaya (valid), Kami mengundang korban KDRT dan melakukan pertanyaan-pertanyaan serta klarifikasi atas bukti-bukti awal tersebut. Dan didapat jawaban dari yang mengaku menjadi korban (yang diketahui namanya ibu Ernawanti) telah membenarkan data-data yang ada pada kami termasuk surat-surat, fakta-fakta dugaan akibat KDRT serta pihak yang merasa jadi korban telah menyatakan semua itu telah dilaporkan kepada Panitia Pemilihan Rektor, kepada MWA, bahkan sampai ke Presiden Joko Widodo serta disertakan pula copy putusan perceraian di Pengadilan Agama dengan pertimbangan dan alasan kenapa ibu Erna sampai harus mengajukan gugatan cerai.

7. Bahwa data dan bukti awal pada point 5 dan 6 di atas seperti dikatakan ibu Erna sudah disampaikan kepada MWA yang berhak menjaring 3 calon rektor yang akan diajukan ke pusat untuk dipilih salah satunya menjadi Rektor Unpad. Namun sangat disayangkan MWA  sebelum memutuskan terpilihnya 3 orang calon rektor tidak melakukan klarifikasi dan investigasi atas surat-surat dan bukti-bukti awal tersebut terhadap mereka yang terkait dengan dugaan kasus KDRT berat maupun dugaan perselingkuhan, karena terbukti sampai saat ini yang mengaku menjadi korban KDRT (lbu Erna) tidak pernah didengar keterangannya dan diklarifikasi atas kebenaran bukti-bukti awal yang telah dikirimkan kepada MWA.

8. Bertolak dari seluruh point-point di atas sudah selayaknya MWA didalam menjalankan tugasnya menjaring 3 calon rektor bertindak transparan, objektive dan tidak memihak, teliti dan bertanggungjawab agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari (yang dimaksud sebagian masyarakat menimbulkan kegaduhan).

Ditegaskan, MWA harus berani mengadakan penjaringan ulang tersebut di atas agar tidak membebani pengambil kebijakan di pusat dengan terlebih dahulu membentuk Tim investigasi yang independen guna menyelesaikan masalah pengaduan dari lbu Ernawanti yang merasa menerima perlakuan KDRT dari salah satu Calon Rektor Unpad tersebut.

Menurut sekelompok warga peduli Unpad itu,  nantinya siapa yang akan terjaring dalam proses mendapatkan 3 calon rektor, kalau MWA telah melaksanakan tugasnya dengan mengedepankan nilai transparansi, objektive dan tidak memihak, teliti serta bertanggungjawab, siapapun yang terpilih jadi 3 calon rektor itu otomatis akan bisa diterima oleh seluruh masyarakat baik yang berada di lingkungan kampus Unpad maupun masyarakat pada umumnya.

“Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, sudah selayaknya yang terpilih menjadi figur Rektor itu hendaknya sosok yang sebelumnya sudah teruji dan terbukti memiliki integritas moral yang baik disamping memiliki kemampuan ilmu dan manajerial kepemimpinan dalam pengelolaan dunia pendidikan Perguruan Tinggi, juga harus bisa dijadikan sumber keteladanan dalam aspek sosial,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, dilampirkan pula bukti-bukti permulaan berupa surat, foto-foto yang menurut korban akibat KDRT, copy putusan Pengadilan Agama dan lainnya, untuk bisa dijadikan bahan-bahan melakukan klarifikasi maupun investigasi kepada pihak-pihak yang terkait daiam bukti-bukti awal tersebut kepada panitia pemilihan rektor Unpad.

Diantara yang hadir pada pernyataan sikap itu para tokoh, alumni, aktifis, serta warga yang peduli terhadap Unpad,  Dindin S. Maolani SH, Memet H. Hamdan SH Msc, Dharmawan Hardjakusumah (Acil Bimbo), Sam Hardjakusumah (Sam Bimbo), Ruli Alfiand, Henda S. Atmadja, Iwan Ridwan Sulandjana, Sam Koesoema Soemantri, Rudy Wiranatakoesoemah, Avi Taufik Hidayah, Syefrin, Radhar Tribaskoro, Paskah Irianto ,Dadan Dania, Adjie Esha, Rita Rossie, Irwanuddin Muchtar, Tri Andayani, Andri P. Kantaprawira,  Pepen S. PadmawiIaga, Lucky  Lukmanul Hakim, Wahidin Abd Rauf, dan Harri Safiari. 

Tags

About The Author

Buddy Wirawan 32
Pena

Buddy Wirawan

jurnalis, suka musik metal

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel