Ternyata Plastik Bisa Merubah Iklim di Bumi

9 Aug 2018 10:39 203 Hits 0 Comments
Hai Sobat Pernahkan Kalian Berpikir kenapa di bumi ini semakin hari semakin terasa panas dan Apakah kalian pernah Berpikir juga kemana sampah plastik yang kalian hasilkan berakhir dimana ??? Apakah kedua hal tersebut saling berkaitan ???

Di era modern ini segala sesuatu pasti di lakukan dengan cepat dan praktis tanpa mengetahui dampak yang bisa terjadi akibat hal tersebut . contoh nya Plastik hampir setiap kegiatan Manusia modern tidak lepas dengan Penggunaan Plastik , sepertinya kita tidak bisa hidup tanpa plastik karena semua Produk yang kita beli di Supermarket hampir seluruhnya menggunakan kemasan Plastik.

Sungguh Miris , Faktanya Sampah Plastik adalah Zat yang membutuhkan hampir 1000 tahun untuk terurai di tanah , walaupun terurai sampah plastik ini tetap akan menyebabkan Pencemaran di Tanah dan hanya 1% yang mendaur ulang Plastik di bumi ini , bisa di bayangkan kan 99% lagi kemana.

Apakah kalian tahu bahwa sekitar 75% Laut di Indonesia telah tercemar oleh sampah plastik otomatis para binatang di laut pun sudah tercemar oleh plastik , Sampah plastik di laut membunuh 100.000 mamalia dan 1 juta burung laut. Wah pastinya Ekosistem di laut terganggu oleh sampah plastik.

Akhir Akhir ini cuaca bisa sangat panas dan juga bisa terasa sangat Dingin. itu akibat perubahan iklim yang terjadi di Indonesia. saat ini kita tidak memprediksi cuaca karena bisa saja di saat pagi cuaca sangat cerah tapi saat Sore cuaca mendadak menjadi mendung dan terjadi hujan besar di sertai Angin itu sudah menjadi hal biasa untuk saat ini 

Sebuah penelitian terbaru yang terbit di jurnal PLOS ONE, tim ilmuwan mengatakan plastik turut menjadi faktor pemanasan global. Hal ini karena plastik mengeluarkan gas metana dan etilena pada saat terkena sinar matahari dan rusak. Temuan ini didapatkan petelah Peneliti melakukan serangkaian tes pada produk plastik yang biasa digunakan seperti botol air, tas belanja dan wadah makanan.

Gas metana, baik buatan maupun alami, sejak lama telah diketahui sebagai penyebab utama perubahan iklim. Dalam beberapa tahun terakhir, pembuatan dan penggunaan plastik menjadi sorotan setelah pecinta lingkungan. Apalagi setelah ditemukan pulau besar sampah yang mengambang di Samudera Pasifik. Pulau plastik tersebut telah mengancam kehidupan biota laut dan suplai makanan.

Sedotan plastik adalah sasaran terbaru aktivis. Mereka berpendapat produk sekali pakai buang itu umumnya tidak bisa didaur ulang. Kampanye ini makin gencar setelah sebuah video yang memperlihatkan dokter menarik sedotan dari hidung penyu besar yang berdarah. Rekaman itu mendorong beberapa kota di Amerika dan perusahaan menghentikan penggunaan sedotan. 

Nah hal tersebut ternyata saling berkaitan jika Sampah Plastik semakin banyak maka semakin merusak bumi dan isi didalam nya , sebenernya yang Penyebab semua itu adalah manusia itu sendiri dan yang akan merasakan dampak itu semua adalah manusia sendiri.

Kita sebagai Manusia Modern saat ini kita juga harus cinta lingkungan dan peduli dengan hal yang mudah dengan cara mengurangi penggunaan Plastik .

salam

saaaaa

 

 

Tags

About The Author

Elsa Aprilia Azzahra 19
Pensil

Elsa Aprilia Azzahra

Haloo

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel