Komunitas Lingkar Peradaban Undang Tengku Zulkifli Usman Isi Kajian Kuliah Dhuha

15 Apr 2018 20:42 8738 Hits 0 Comments

Komunitas  Lingkar Peradaban Undang Tengku Zulkifli Usman Isi Kajian Kuliah Dhuha

Denpasar (Bali) – Komunitas Dakwah  Islam di Kota Denpasar yaitu Lingkar Peradaban didukung Badan Komunikasi  Pemuda Remaja Masjid Indonesia, Lembaga Kemanusiaan Dompet Sosial Madani (DSM), dan  Jaringan Pemuda ndan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengadakan kuliah dhuha bertema “ Problemantika dan Tantangan Ummat Islam, Kini dan Esok” pada hari Sabtu  (14/4) 2018 dari pukul 09.00 s/d 12.00 wita. Kajian ini dilaksnakan di Musholla Baitul Mukminin Jalan Tukad Pakerisan  Gang XV No 02 Panjer Denpasar. Dalam Kajian tersebut mengundang pembicara Nasional yaitu Ustadz Tengku Zulkifli Usman. Tengku Zulkifli Usman merupakan dosen dan pengamat politik Islam dan Dunia Islam Internasional yang berdomisili di Jakarta. Ia juga merupakan dosen dan juga pernah melakukan dakwah sebagai dai di Kota Manokwari dan Pedalaman Papua.

Kajian Kuliah Dhuha dibuka dengan pembacaan tilawah ayat suci Al Quran. Pengurus Musholla Baitul Mukminin yang diwakili oleh Bapak H Mardi Soemitro mengatakan banyak terimakasih kepada seluruh panitia yang menyelenggarakan kajian kuliah dhuha.

“Acara-acara kajian seperti ini sangat bagus dan perlu kita apresiasi. Melalui kajian ini kita dapat mengetahui prolemantika umat yang begitu beragam” jelasnya.

Acara kuliah dhuha dimoderatori oleh Direktur lembaga Kemanusiaan Dompet Sosial Madani yaitu Andy Krisna selama 3 jam kedepan. Andy Krisna membacakan riwata hidup pembicara sebelum memasuki acara utama.

Dalam kajian dhuha sesuai dengan tema yang diangkat, Tengku Zulkifli Usman mennyinggung tentang uhkuwah islamiyah yang saat ini semakin renggang. Menurutnya jumlah umat muslim di dunia saat ini mencapai 1.6 Milyar namun kenyataannya uhkuwah islamiyah hanya sebatas ucapan belaka.Seharusnya uhkuwah islamiyah tidak boleh mengalahkan apapun baik itu organisasi, suku, warna kulit, dan darimana asal seseorang.

“Banyak Negara Islam yang mayoritasnya muslim bisa dengan mudah dikalahkan akibat lunturnya uhkuwah islamiyah” paparnya.

Hal yang paling terjadi di kalangan umat Islam saat ini adalah adanya pemahaman yang keliru mengenai politik. Politik atau bahasa Arabnya adalah Siyasah sengaja dijauhkan dari pikiran umat Islam. Media-media yang anti terhadap umat Islam menggiring opini Umat Islam agar siyasah menjadi hal yang begitu tbu, haram, dan bukan merupakan dari islam. Siyasah sebenarnya sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW.

“Media Anti Islam menggiring Umat Islam agar menjadi anti politik. Umat Islam dibuat untuk perang pemikirna (ghazwl fikr) terhadap politik” ungkap staf ahli DPR ini

Fiqh Siyasah atau adab mengetai politik sama urgensinya dengan ilmu fiqh lainnya. Ia juga menjelaskan jika umat Islam buta terhadap politik maka akan dengan mudah pihak yang membenci umat islam akan memecah belah misalnya dengan menyebarkan berita palsu (hoax).

“Kondisi Umat Islam di zaman digital saat ini dapat digambarkan seperti sebuah roti besar diatas meja yang diperebutkan dan diambil satu persatu oleh musuh-musuhnya” tandasnya

Secara global akibat renggangya Uhkuwah Islamiyah dikalangan Negara-Negara Muslim dunia, Negara Palestina yang memiliki Masjid Al Aqsa sebagai Masjid suci ketiga Umat Islam tidak bisa dibantu.

“Bayangkan di Timur Tengah ada 20 Negara Islam namun tidak ada yang bersatu untuk membantu Palestina mengalahkan politik Zionis Israel. Banyak dari Negara-Negara Islam di Timur Tengah yang malah menjalin kerjasama diplomatik dengan Israel baik ekonomi, pertahanan kemanana, dan politik. Malahan ada yang membuka kantor kedutaan besar di masing-masing negara Islam” ungkapnya.

Untuk memperkuat Uhkuwah Islamiyah agar menjadi semakin rekat salah atunya adalah dengan melakukan dakwah untuk memperkuat umat dan rajin datang ke kejian-kajian yang didakan oleh Masjid maupun musholla.

“Jangan gemar bersocial media seperti menggunakan facebook untuk membicarakan keburukan orang lain ketimbang ikut kajian. Infaq untuk dakwah jarang, pengajian jarang datang, harusnya malu” tegasnya.

Kajian Kuliah Dhuha Ustadz Tengku Zulkifli Usman mendapatkan tempat tersendiri oleh para jamaah yang terdiri dari pemuda, bapak-bapak dan para kaum hawa. Banyak yang ingin mengjukan pertanyaan pada sesi diskusi namun karena keterbatasan waktu akhirnya hanya stu orang penanya yang bisa lansgung mengungkapkan pertanyaannya. Ustadz Tengku Dzulkifli Usman pun memberikan nomer ponselnya langsung kepada jamaah yang ingin bertanya seputar dunia islam saat ini diluar kajian kuliah dhuha.

Tags

About The Author

Herdian Armandhani 33
Pena

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel