Lebih Dekat Mengenal Thibbun Nabawi Bekam Dalam Konteks Syari dan Medis

8 Jan 2018 19:37 7798 Hits 0 Comments

Lebih Dekat Mengenal Thibbun Nabawi Bekam Dalam Konteks Syari dan Medis

 

Denpasar (Bali) – Pengobatan Bekam merupakan pengobatan alternatif yang telah banyak dikenal oleh umat Islam bahkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan Anas Bin Malik dikatakan bahwa  Rasullullah melakukan bekam ketika beliau sedang berihram karena nyeri dikepalanya.  Masih dalam hadist yang sama diungkapkan bahwa Rasulullah biasa melakukan bekam di akhdain  dan kahil dan biasanya beliau  berbekam di tanggal 17, 19, 21. Bekam merupakan pengobatan dengan melakukan penyayatan , penghisapan, dan pengeluaran darah kemudian ditampung dalam gelas dengan tujuan untuk mengeluarkan  zat racun yang tidak terekresikan oleh tubuh.

Semua hal mengenai praktek pengobatan bekam dibahas tuntas dalam kajian yang dibawakan oleh Ustadz Dr Faizal Abdillah Shabib pada Kajian Islam Ilmiyah yang diselenggarakan pada hari Ahad (7/1) 2018 pukul 09.00 wita di Masjid Al Fitrah  Jalan Gunung Mangu V Monang-Maning Denpasar. Ustadz Dr Faizal Abdillah Shabib merupakan pendakwah dan praktisi pengobatan Thibbun Nabawi. Saat ini beliau menjabat sebagai  Direktur RSIA  Wihdatul Ummah Makassar. Ustadz Faizal Abdillah Shabib merupakan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Anggkatan 1996.Selain itu, ia juga mendapatkan amanah sebagai Direktur Al Quran  Memorization Training, Pembina Dauroh 40 Hari  Menghadal AlQuran AMT. Beliau juga alumni Dauroh 40 Hari Al Quran di Negara Sudan Tahun 2013.

Menurut Dr Faizal, pengobatan bekam sudah dikenal dalam Tradisi yunani Kuno , namun pada saat itu proses bekam banyak menguras darah pasien sehingga darah pasien banyak terbuang. Di Negara China herbalis atau Tabib  bernama Gehong  dalam bukunya Handbook of Prescripton metodebekam dilakukan dengan tanduk. Lebih ektrimnya di Eropa tindakan bekam menggunakan hewan lintah.

Barulah tahun 300 H di Kota Baghdad , Irak metode bekam  mengembangkan metode bekam dengan menggunakan al kayy (besi panas), fashid dan bekam jubb (terbuat dari gelas kaca).

“ Di Indonesia metode bekam menggunakan jubb (gelas kaca) dan melumurkan minyak zaitun di tubuh pasien” jelas Ustadz kelahiran Surabaya , 16 September 1977  ini.

Lanjutnya, bekam merupakan alternatif pengobatan kesehatan selain mengonsumsi obat apabila pasien merasakan sakit pada tubuhnya.

“Bekam merupakan sebaik-baiknya terapi, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Qoyyim Attibun Nabawi bahwa bekam dapat membersihkan permukaan tubuh, dan mengeluarkan darah kotor disekitar kulit, terapi bekam  sebaikknya dilakukan saat siang hari pada suhu yang panas” ungkapnya.

Seorang praktisi bekam harus mengetahui titik-titik yang bisa dilakukan terapi. Perlu diingat pengobatan bekam merupakan terapi alternatif dan apabila seorang pasien mengalami sakit juga wajjib dikombinasikan dengan pengobatan medis.

“Tidak disarankan melakukan bekam bagi ibu hamil, seseorang yang memiliki riwayat diabetes mellitus, darah tinggi, maupun kanker” paparnya.

Ustadz Dr Faizal Abdillah Shabib menambahkan saat ini banyak masyarakat muslim yang belajar menjadi terapis bekam hanya saja masih sebagian kecil yang membuka praktik pengobatan bekam karena terkendala sertifikasi, dukungan dari pemerintah, dan biaya pembelian alat bekam.

“Mudah-mudahan kedepan pemerintah bisa memberikan sertifikasi dan pembinaan secara professional untuk para terapis bekam” tutupnya.

 

Tags

About The Author

Herdian Armandhani 33
Pena

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel