Puncak Hari Santri Nasional Bersama PCNU Kediri

22 Oct 2017 13:38 162 Hits 0 Comments
kediri

Lapangan Ponpes Al Mahrusiyah Kediri ,kali ini berbeda dari hari-hari biasa, ribuan santri dari berbagai penjuru Kota Kediri berkumpul memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini. Ulama sekaligus tokoh agama yang berdomisili di Kota Kediri, turut ambil bagian dalam peringatan ini, antara lain Ketua PCNU Kota Kediri, K.H.Abubakar Abdul jalil, pengasuh Ponpes Mahrusiyah, K.H.Reza Ahmad Zahid, Ketua GP Ansor Kota Kediri, M.Wazid Kusni dan Ketua Banser Kota Kediri, M.Kholid, minggu (22/10/2017)

 

Hari Santri Nasional di lapangan Ponpes Al Mahrusiyah kian semarak ,secara beranting lagu Indonesia Raya berkelanjutan dengan lagu Syubbanul Wathon ,lagu Qubbul Wathon dan lagu Resolusi Jihad. Disamping itu pembacaan teks Pancasila turut dikumandangankan berkelanjutan dengan Ikrar Santri.

 

Tak ketinggalan, pada peringatan Hari Santri Nasional ini, Kasdim Kediri, Mayor Inf Joni Morwantoto, Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi, Danramil Mojoroto, Kapten Inf Arifin Effendi dan Kapolsek Mojoroto, Kompol Didit Prihantoro turut ambil bagian.

 

Pada Hari Santri Nasional ini juga dibacakannya amanat dari Ketua PBNU yang intinya menjelaskan, tanpa resolusi jihad mungkin tidak ada peristiwa yang menggetarkan seantero nusantara pada 10 Nopember 1945 di Surabaya. Seluruh santri pada waktu awal pendirian bangsa ini sangat setuju adanya perubahan atau revisi beberapa point dalam Piagam Jakarta yang sebenarnya masih berupa rancangan atau perencanaan, dan semua itu untuk keutuhan NKRI. Seluruh santri pada waktu awal penetapan dasar bangsa ini, juga sangat setuju dan sepakat bahwa Pancasila sebagai dasar negara ,serta menyepakati Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa ini. Negara-negara kawasan timur tengah, sebagian ada yang porak poranda akibat munculnya garis keras yang tidak moderat dan munculnya intoleransi disusul dengan berkembangnya radikalisme.

 

Sementara itu, dalam sambutannya AKBP Anthon Haryadi mengatakan ,”Resolusi Jihadlah yang menyebabkan pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya menjadi torehan sejarah yang tidak bisa dilupakan, bahkan pada waktu itu mata dunia juga tertuju aksi heroik dari bangsa ini menghadapi alutsista yang serba modern saat itu.”

 

Lanjutnya ,”Saat ini kita sedang menghadapi musuh yang tidak jelas dan sembunyi-sembunyi, seperti narkoba yang merusak generasi muda bangsa kita. Narkoba ini adalah musuh bersama yang harus kita berantas.”

 

 

Tags

About The Author

Dodik suwarno 42
Pena

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel