Kenapa Sampai Saat ini Xiaomi Belum Memasukkan Smartphone Flagship?

13 Aug 2019 13:20 1294 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Empat alasan ini mungkin adalah penyebabnya...

Sudah bertahun-tahun lamanya, Xiaomi tak kunjung merilis smartphone Flagship buatan mereka secara resmi di Indonesia.

Padahal sudah banyak yang menantikan, sampai mereka yang tidak sabar pun akhirnya membeli produk dengan garansi distributor atau yang biasa dianggap dengan “smartphone tanpa garansi” karena jika smartphone dengan garansi distributor itu rusak, proses untuk perbaikannya itu memakan waktu yang sangat lama.

Bahkan besar kemungkinan smartphone yang diperbaiki itu malah tambah rusak dikarenakan teknisi pihak ketiga yang abal-abal. Walaupun dengan segala resiko yang harus dihadapi, para fans Xiaomi tetap membeli ponsel garansi distributor tersebut.

Lalu apa yang membuat Xiaomi sebagai salah satu vendor barang elektronik terbesar asal China ini enggan memasukkan ponsel flagship buatan mereka ke Indonesia?

Cukup banyak kabar berita mengenai hal ini jika kita menelusuri internet. Mengenai alasan Xiaomi selama bertahun-tahun ini belum memasukkan juga ponsel flagship-nya, penulis setidaknya tahu beberapa yang memang sudah dikonfirmasi kebenarannya.

 

1. Terkendala Peraturan Pemerintah Indonesia

Hingga saat ini, Xiaomi masih enggan merilis smartphone flagship buatannya di Indonesia salah satunya adalah karena terbentur atau terkendala dengan aturan pemerintah yang mengharuskan semua ponsel 4G yang beredar di Indonesia itu harus memenuhi persyaratan 30 persen TKDN yang sebenarnya sudah ditemukan solusinya yaitu dengan menjalin kerjasama dengan PT Sat Nusapersada yang lokasinya di Batam.

Namun, penjalinan kerjasama ini masih saja membuat enggan Xiaomi untuk merilis smartphone flagship ke Indonesia karena pihak Xiaomi sendiri masih menilai bahwa PT Sat Nusapersada masih belum mampu untuk memproduksi hardware yang ditanamkan pada smartphone kelas flagship Xiaomi.

 

 

2. Pihak Xiaomi masih Berpikir Indonesia itu Cocoknya Menjual Smartphone Low-Mid

Hingga saat ini, diyakini bahwa pihak Xiaomi masih berpikir dan merasakan bahwa di Indonesia itu segmen smartphone terlaris adalah smartphone dengan harga 1 jutaan hingga 3 jutaan yang juga adalah pasar kelas bawah hingga menengah.

Dan memang terbukti, hingga saat ini, penjualan smartphone dengan harga 1 jutaan hingga 3 jutaan itu menarik minat paling banyak di Indonesia karena setiap ada perilisan smartphone baru dan dijual menggunakan sistem flash sale, smartphone baru tersebut akan ludes dalam waktu beberapa detik hingga beberapa menit saja.

 

 

3. Keuntungan yang Sama Saja

Mungkin ini merupakan pendapat dari penulis pribadi, tapi Xiaomi yang menjual smartphone murah itu pastinya mengambil keuntungan sedikit dari smartphone yang dijualnya baik itu kelas flagship ataupun kelas menengah. Dan kalau penulis menempatkan diri sebagai orang yang menentukan strategi marketing di Xiaomi, maka penulis sendiri akan memilih untuk menjual smartphone kelas bawah dan menengah sampai tidak laku lagi di Indonesia. Baru setelahnya penulis memasukkan flagship.

 

 

4. Pembuatan Flagship Lebih Lama Dibandingkan Pembuatan Mid Class

Komponen yang dibutuhkan oleh ponsel kelas flagship dengan kelas mid ataupun low pastinya jauh berbeda. Mulai dari modul kamera, RAM, prosessor, hingga fitur keamanan seperti face recognition ataupun in-display fingerprint yang membentuk sebuah smartphone flagship itu tidak mudah diproduksi.

Beda ceritanya dengan hardware untuk versi smartphone kelas bawah hingga kelas menengah, pasti para manufaktur juga memproduksinya dalam kuantitas banyak karena yang menggunakannya tidak hanya dari satu brand atau merek saja.

 

 

Penutup

Itulah mungkin beberapa alasan berupa fakta dan pendapat kenapa hingga saat ini, Xiaomi Indonesia belum memiliki keinginan untuk merilis smartphone flagship mereka di Indonesia. Oleh karena itu, bagi yang sampai saat ini masih menunggu, ada baiknya Anda membeli versi distributor saja, atau kalau takut terlilit peraturan pemerintah soal pemblokiran IMEI, bisa juga melirik merek lain yang sudah mengeluarkan flagship dengan harga murah seperti Asus dan Pocophone, atau merek dengan harga yang lebih mahal namun memiliki layanan purna jual yang baik seperti Samsung ataupun Huawei.

 

Tags

About The Author

Buricak Burinyai 55
Bolpoint

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel