Bersyukur Pangkal Sehat, Tidak Bersyukur Datangkan Azab

31 Mar 2019 23:51 2200 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Anda kurang bersyukur? Hati-hati terkena penyakit ini.

Penyakit karena Kurang Bersyukur

Tahukah Anda, penyakit rheumatoid arthritis, diabetes, kanker, dan multipel sklerosis dapat disebabkan karena sedih, takut, dan kurang bersyukur? Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Joe Dispenza, seorang ahli perubahan, otak, pikiran dan potensi manusia, pada akun pribadinya. Dia adalah chiropractor, peneliti, pengajar, dan penulis buku terlaris New York Times. Padahal, pada kanker misalnya, jumlah penderitanya di dunia terus meningkat secara signifikan (CNN Indonesia, 13/9/2018). Selain itu, jarang ada penderita kanker yang selamat. Pada tahun 2018, laporan dari International Agency for Research on Cancer, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terdapat 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian yang terjadi pada tahun tersebut.

 

Syukurilah Hal Sekecil Apapun

“Siapa yang tak pandai mensyukuri nikmat yang sedikit, maka takkan dapat mensyukuri nikmat yang banyak.” (HR. Muslim)

Sering juga kita tidak bisa melihat atau mensyukuri kebaikan, sampai nikmat itu hilang/dicabut oleh Allah.

Bersyukur/berterima kasih sangat berhubungan dengan kebahagiaan. Dengan kata lain, perbuatan tersebut dapat menumbuhkan kebahagiaan. Mungkin agak membingungkan mengapa masih banyak juga orang yang tidak berbahagia. Padahal, di dalam buku 59 Detik karya Richard Wiseman disebutkan, hanya dengan membuat daftar 5 hal yang disyukuri setiap hari membuat seseorang lebih bahagia, lebih optimis tentang masa depan, lebih sehat secara fisik, dan lebih banyak berolahraga. Apakah bahkan mensyukuri 5 hal saja tidak bisa dipenuhi oleh kebanyakan manusia?

Bersyukur sendiri bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, misalnya mengucapkan “alhamdulillah”, mengucapkan “terima kasih”, membuat persaksian dan kecintaan terhadap Allah, menjaga dan memelihara nikmat Allah, memanfaatkan nikmat tersebut ke jalan kebaikan, dan sebagainya.

Bagi umat muslim, seharusnya bersyukur atas 5 hal setiap hari itu sangat mudah dipenuhi. Normalnya, kita tidur minimal 1 kali, yaitu pada malam hari. Kemudian pada waktu bangun kita membaca doa yang di dalamnya terkandung rasa syukur. Selain itu, kita makan 3 kali, dan 2 kali jika puasa (itupun makan besarnya saja). Setelah makan, kita juga mengucap doa yang mengandung rasa syukur. Dengan mensyukuri tidur dan makan saja itu sudah berjumlah 3 atau 4 syukur/terima kasih.

Misalnya tentang bangun tidur dan makan, ada beberapa hal yang bisa disyukuri, di antaranya:

  1. Masih ada umur (masih hidup),
  2. Masih bisa bangkit dari tempat tidur,
  3. Masih bisa membeli makanan/punya makanan untuk dimakan,
  4. Makanan yang dimakan cukup,
  5. Tidak sakit yang menyebabkan pantang makan,
  6. Tidak mengalami gangguan dalam makan, misalnya sakit gigi atau sariawan, masih punya gigi, dan sebagainya
  7. Memiliki energi untuk memasak makanan,
  8. Memiliki uang untuk membeli makanan/bahan makanan,
  9. Masih bisa menemukan penjual makanan dengan mudah,
  10. Masih bisa makan sendiri (tidak dibantu/di-dulang),
  11. Memiliki organ-organ pencernaan yang sehat, misalnya makanannya tidak keluar lagi (muntah),
  12. Bisa makan dengan normal melalui mulut, tidak melalui infus atau lainnya,
  13. Saat lapar bisa langsung makan,
  14. Makanan yang dimakan baik/halal/enak, dan sebagainya.

Banyak, bukan?

Itu baru soal tidur dan makan.

Tidak berhenti sampai di situ, setiap habis bersin kita juga mengucap hamdalah, setiap mendapat kebaikan dan kebahagiaan kita bersyukur, setiap terhindar dari keburukan kita bersyukur, setelah menutup majelis kita juga bersyukur (doanya mengandung syukur), tidak tertimpa musibah kita bersyukur (doanya mengandung syukur), bahkan setiap mendengar kabar baik maupun buruk ada doanya masing-masing yang di dalamnya juga mengandung syukur.

Bersyukur kepada Allah juga mensyaratkan untuk bersyukur kepada manusia terlebih dahulu, termasuk kepada kedua orangtuanya.

“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud No. 4811 dan Tirmidzi No. 1954. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Padahal, orang yang bersyukur kepada Allah itu sejatinya bersyukur untuk dirinya sendiri.

“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa tidak bersyukur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Luqman: 12)

Seperti telah dijelaskan di awal, setidaknya orang yang tidak bersyukur berpotensi menderita penyakit atau gangguan tertentu. Barangkali hal ini bisa membuat kita lebih paham, mengapa Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7, yang artinya:

“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Aku akan tambah nikmat kepadamu, tapi bila kalian kufur akan nikmat-Ku, maka sesungguhnya azabku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

Umar bin Khaththab memberikan contoh yang baik di dalam bersyukur ini. Setiap terkena musibah dia berkata,

“Aku selalu mengucapkan hamdalah empat kali ketika musibah datang menimpaku, yaitu:

  1. Hamdalah pertama, karena Allah tidak menurunkan musibah yang lebih berat dan lebih dahsyat daripada musibah yang hadir ketika itu, padahal, jika mau Allah bisa menurunkan musibah yang lebih berat dari itu.
  2. Hamdalah ke dua, karena Allah tidak menimpakan musibah ini pada agamaku. Karena bagiku agama jauh lebih berharga dari apa pun di dunia ini.
  3. Hamdalah ke tiga, karena Allah masih memelihara kesabaran di dadaku, dan kesabaran balasannya adalah surga. Sungguh, aku lebih merindukan surga daripada dunia dan seisinya.
  4. Hamdalah keempat, karena Allah masih menolongku untuk mendapatkan kembali nikmat yang hilang. Karena Allah telah berjanji akan mengganti setiap apa yang hilang dengan rahmat dan hidayahnya.

Sebisa mungkin kita harus banyak-banyak bersyukur. Mungkin tidak mudah tetapi upayakan saja sebisanya dengan berlatih terus-menerus. Dengan begitu, semoga kita dijauhkan dari penyakit maupun azab Allah dan kemurkaan-Nya.

 

Sumber:

Wiseman, Richard. 2014. 59 Detik. Tangerang: Gemilang.

Http://munziralmusawa.blogspot.com/2014/11/syukurnya-umar-bin-khatab.html

 

Sumber gambar:

Http://manuntunsitinjak.blogspot.com/2015/12/rasa-syukur-adalah-ibu-dari-segala.html

 

 

 

 

Tags Agama

About The Author

Dini Nuris Nuraini 32
Pena

Dini Nuris Nuraini

penulis, blogger

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel