Apasih Untungnya Menggelar Balapan MotoGP Bagi Indonesia

4 Mar 2019 10:12 1144 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Indonesia dipastikan akan menjadi tuan rumah yang bakal menggelar salah satu seri balapan MotoGP pada 2021. Tepatnya di Mandalika, NTB, hajat internasional bergengsi tersebut akan dihelat.

Kabar tersebut bikin masyarakat Indonesia tentu merasa gembira, seneng juga, bangga apalagi dan tentunya bikin sebagian kita yang agak kritis jadi bertanya-tanya apa Indonesia mampu menyelenggarakan ajang sekelas MotoGP ? Apasih keuntungan yang didapat bagi Indonesia dari menyelenggarakan MotoGP?

Indonesia dipastikan akan menjadi tuan rumah yang bakal menggelar salah satu seri balapan MotoGP pada 2021. Tepatnya di Mandalika, NTB, hajat internasional bergengsi tersebut akan dihelat.

Kabar tersebut bikin masyarakat Indonesia tentu merasa gembira, seneng juga, bangga apalagi dan tentunya bikin sebagian kita yang agak kritis jadi bertanya-tanya apa Indonesia mampu menyelenggarakan ajang sekelas MotoGP ? Apasih keuntungan yang didapat bagi Indonesia dari menyelenggarakan MotoGP?

Oke, it's good question!

Kalau dipikir sekilas, tentu untuk menyelenggarakan MotoGP butuh biaya yang gak sedikit, terutama untuk bangun sirkuit sekelas standar MotoGP. Dan juga World SBK. Lantas apa timbal baliknya untuk Indonesia?

Ya ini mungkin pemikiran yang salah disebagian masyarakat. Jadi tuan rumah sebuah event internasional yang mengharuskan bangun infrastruktur. Meski mengeluarkan biaya. Namun keuntungan yang didapat bisa dibilang tidak sedikit ketimbang biaya pembangunan venue.

Seperti Asian Games 2018 kemarin. Meski terlihat pembangunan venue, infrastruktur dan fasilitas lainnya menghabiskan biaya banyak. Namun hasil yang didapat bisa dibilang melampaui biaya persiapan.

Tentunya tidak dihitung secara finansial langsung. Seperti bertambahnya infrastruktur berkelas internasional, meningkatnya kunjungan Wisata, lapangan kerja baru dan pengakuan dari dunia internasional.

Seperti Sirkuit Mandalika yang akan menggelar salah satu seri MotoGP 2021. Mungkin kalau Indonesia tidak ditunjuk sebagai tuan rumah MotoGP, maka sirkuit Mandalika atau sejenisnya dengan standar MotoGP tidak akan dibangun.

Mengingat penggemar MotoGP di Indonesia tergolong besar. Jadi pasarnya sudah ada. Maka sayang bangetkan kalau Indonesia gak menggelar MotoGP. Masa iya orang Indonesia kudu ke Malaysia atau Thailand terus untuk nonton langsung balapan MotoGP. Sekali-kali di Indonesia ya.

Selain dari itu, Indonesia mendapat sejumlah manfaat dari menggelar balapan MotoGP, sebagai berikut:

Menarik lebih banyak wisatawan

Dijaman modern seperti sekarang, sektor pariwisata benar-benar sangat diminati. MotoGP merupakan ajang sportainment. Menggelar MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Berarti memadukan keindahan alam dengan olahraga rekreasi.

Sebuah langkah yang bagus dalam dunia pariwisata Indonesia. Jadi tidak hanya monoton pada alamnya saja. Mengapa gak ditambah hiburan lainnya? seperti ajang internasional sekelas MotoGP. Sebuah ajang yang nyata diminati banyak orang dari seluruh dunia.

Digadang, event MotoGP akan mendatangkan setidaknya 400 ribu orang. Dengan perkiraan 4 hari penyelenggaraan, dimana satu harinya mendatangkan 100 ribu pengunjung.

Selain itu, bisnis perhotelan juga diperkirakan akan semakin tumbuh. akan dibangun resort mewah di sekitar sirkuit untuk menunjang pariwisata, Paramount Lombok Resort & Residence. Targetnya, resort ini sudah bisa mengoperasikan lebih dari 400 kamar. Sebelumnya hotel Royal Pullman dan Royal Tulip juga sudah dibangun di Mandalika.

Menyedot tenaga kerja

Meskipun MotoGP ini ajang impor. Namun bukan berarti semua pekerjaan dikerjakan oleh orang luar negeri semua. Tentunya orang Indonesia sendiri juga akan kecipratan menjadi tenaga kerja yang turut menyukseskan ajang balapan MotoGP di Indonesia.

Diperkiraan akan tumbuh 1.800 lowongan kerja. Terbagi dalam beberapa sektor, seperti tenaga teknis balapan hingga pada pekerja perhotelan. Pemerintah daerah akan menerima pendapatan dari penjualan tiket. Masyarakat lokal juga bisa ikut andil dengan menjual souvenir.

Menunjukkan bahwa Indonesia negara yang aman

Kepercayaan yang didapat Indonesia untuk menghelat MotoGP. Tentu karena Indonesia dianggap aman untuk menghelat ajang sekelas internasional

Ini sudah merupakan sebuah standar baku. Bahwa sebuah negara yang mampu menyelenggarakan ajang internasional, berarti negara tersebut dalam kondisi aman atau kondusif.

Ini bagus. Bila nantinya Indonesia sukses menggelar MotoGP. Tentu citra Indonesia akan semakin bagus di mata dunia.

Menambah venue berkelas internasional di Indonesia

Kita lihat di Asian Games 2018 kemarin. Banyak berbagai venue berkelas internasional yang dibangun. Dan juga berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

Begitupun dengan MotoGP di Indonesia kedepannya. Sirkuit Mandalika berkelas internasional akan dibangun di Nusa Tenggara Barat. Terlepas biaya pembangunannya menyedot biaya yang gak sedikit. Namun bangunannya tetap ada di Indonesia. Kedepannya bisa digunakan untuk berbagai event, bukan cuma MotoGP.

Kembali lagi di Asian Games 2018. Hasil berbagai pembangunan venue kemarin itu, masih bisa digunakan untuk berbagai kegiatan lainnya selepas Asian Games 2018 usai. 

Dan juga pada Asian Games 1962 yang juga diselenggarakan di Jakarta. Pada saat itu dibangun Stadion Utama Gelora Bung Karno atau secara keseluruhan komplek olahraga Senayan. Kemudian beberapa infrastruktur pendukung dan yang mungkin sangat dikenang ialah lahirnya TVRI sebagai media televisi pertama di Indonesia. Sesuatu yang lahir karena Asian Games.

Tentu begitupun dengan MotoGP di Indonesia nanti pada 2021. Terlepas biaya pembangunan yang terbilang besar. Namun setelah itu kita punya sirkuit Mandalika. Sebagai monumen atau bangunan yang bisa dibanggakan bangsa Indonesia.

Dan terakhir, Indonesia sudah memiliki infrastruktur dan venue berkelas internasional dari hasik Asian Games. Untuk nanti ditingkatkan lagi demi menggelar Olimpiade. Begitupun kedepannya dengan MotoGP, yang dapat dimanfaat untuk berbagai event internasional serupa, tidak hanya MotoGP saja. Sebuah langkah yang bagus untuk negara yang berkembang dan mau maju.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 34
Pena

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel