Cara Menekuk dan Meregangkan Berlian

4 Mar 2019 10:36 1702 Hits 0 Comments
Cara Menekuk dan Meregangkan Berlian - Berlian merupakan material alami yang paling keras yang dapat ditemukan sampai saat ini. Nilai kekerasan berlian sendiri dapat mencapai 10 skala mohs bila diukur menggunakan hardness tester. Dengan tingkat kekerasan tersebut maka berlian sering disebut sebagai material yang paling kaku.

Cara Menekuk dan Meregangkan Berlian - Berlian merupakan material alami yang paling keras yang dapat ditemukan sampai saat ini. Nilai kekerasan berlian sendiri dapat mencapai 10 skala mohs bila diukur menggunakan hardness tester atau alat ukur kekerasan. Dengan tingkat kekerasan tersebut maka berlian sering disebut sebagai material yang paling kaku.

Selain itu karena merupakan material paling keras membuat berlian hanya dapat tergores oleh sesama berlian itu sendiri. Oleh karena itu seringkali berlian bongkahan akan patah saat diproses, hal ini karena sulitnya membentuk lekukan yang diinginkan karena tingkat kekerasannya tersebut.

Akan tetapi tim peneliti internasional menemukan bahwa material ini ternyata bisa membengkok dan meregang seperti karet serta kembali ke bentuk aslinya dalam penelitiannya beberapa waktu lalu. Tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology yang dipimpin oleh Dao Ming menunjukkan bahwa berlian seukuran jarum kecil bisa lentur dan regang sebanyak 9 persen dengan tidak mengalami putus dan setelahnya dapat kembali pada bentuknya semula.

Berlian jarum ini bentuknya seperti ujung karet pada beberapa ujung sikat gigi, hanya saja ukuran jarum berlian ini beberapa nanometer yaitu seperseribu meter yang tentunya sangat kecil bukan. Dalam bentuk biasanya, berlian memiliki batas peregangan 1 persen berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science.

Menurut Lu Yang, penulis senior dalam penelitian tersebut, mereka mengembangkan pendekatan nanomekanikal yang unik untuk mengontrol secara tepat dan mengukur tekanan elastis ultra-besar yang didistribusikan dalam sampel nano-berlian.

Tim peneliti tersebut "merekam" semua prosesnya secara real time menggunakan pemindai mikroskop elektron dan tim ini juga menggunakan probe berlian untuk memberi tekanan pada sisi jarum nano-berlian ini. Dengan proses khusus yang disebut deposisi uap kimia dan pada akhirnya menggores berlian untuk membuat bentuk yang diinginkan.
Tim peneliti ini juga mengukur berapa banyak setiap berlian bisa menekuk sebelum akhirnya retak dan patah, dan hasilnya tim ini menemukan bahwa tekanan tarik maksimum pada berlian berskala nano adalah 9 persen. Nilai ini tentunya cukup besar untuk material yang paling keras.

Menurut Dao Ming, Deformasi lentur terkontrol juga memungkinkan kontrol yang tepat dan perubahan regangan maksimum pada nano berlian di bawah batas fraktur. Dari penelitian ini juga mengungkapkan bahwa apa yang biasanya tidak mungkin pada skala makroskopik dan mikroskopis, bisa terjadi pada skala nano, hal ini diungkapkan oleh Subra Suresh, presiden Nanyang Technological University, Singapura.

Tags

About The Author

Anik Ariska 13
Pensil

Anik Ariska

Masih terus belajar jadi seorang Blogger

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel