Dibenci Lawan tapi Disayang Ulama

15 Dec 2018 22:50 584 Hits 0 Comments
Partai Demokrat diserang PDIP di Pekanbaru

Perasaan sedih dan geram yang saya rasakan saat ini. Terdengar kabar Partai Demokrat diserang di Pekanbaru. Bendera serta atribut lain dirobek oleh orang suruhan partai penguasa (PDIP). Kedatangan SBY bersama partai Demokrat bukanlah untuk kampanye. Tapi kenapa partai berlambang mercy diserang? 

Bukan tak beralasan penulis sebut demikian. Masyarakat yang berhasil ditangkap mengaku disuruh dan dibayar. 
Pelakunya sebanyak 35 orang. Baru satu orang berhasil ditangkap. 

Kejadian ini menurut salah satu media online nasional yang penulis baca pelaku yang berhasil diamankan bernama Heryd Swanto. Warga jalan Paus Pekanbaru. Usia 22 tahun. Diamankan Sabtu (15/12) dini hari tadi. 

Sambil meneteskan air mata penulis merasakan apa yang dirasakan SBY. Marah pasti. Sedih apalagi. Tapi mantan Presiden ke 6 ini tetap tenang dan bijak menyikapi peristiwa ini.

Sesaat setelah mengetahui puluhan bendera dicopot dan dibuang ke parit. SBY perintahkan pengurus partai setempat  diminta untuk menurunkan semua atribut. Bendera, spanduk, dan baliho yang ada dicopoti semua.
 
Dengan penuh bermata berkaca-kaca orang nomor satu di Partai itu mengaku kecewa atas kejadian yang disaksikan nya langsung itu.

Dirinya seperti diinjak. Bendera yang dibuang ke parit pun seperti dirinya yang dibuang ke parit. Penulis merasakan sedih dan kecewanya SBY. Terlebih penulis. Heran kenapa PDIP begitu benci kepada beliau. 

SBY begitu hormat kepada rakyatnya. Terlebih masyarakat Riau. Bagi beliau Riau salah satu daerah yang cinta dengan kedamaian. Salah satu karakter khas Melayu tidak demikian. Anti perusakan tapi lebih kepada musyawarah disaat ada permasalahan. 

Di tahun politik seperti sekarang sesuatu hal bisa saja terjadi. Demokrat tidak ikut dalam pencalonan Presiden di pilpres mendatang. Demokrat pun beri kebebasan kepada kader untuk memilih presiden. Tak ada larangan keras dari sang ketua umum. PDI Perjuangan ada di pihak pemerintah. Tapi kenapa marah nya sama Demokrat? 

Tapi penulis salut kepada beliau. Meski dimusuhi lawan. SBY tetap dicintai Ulama. Tidak peduli akan kejadian yang sudah membuatnya bersedih hati. Dengan mudah SBY melupakan masalah. Itulah SBY. Sang Jenderal yang ahli dalam memendam rasa. Berbagai rasa di dunia politik sudah dilalui begitu panjang.

Ingat, kebaikan akan dibalas kebaikan. Dalam arti, apa yang ditanam itu yang akan dituai. Biar masyarakat sendiri yang menilai. Karena tuhan Allah SWT sudah membuktikan kekuasaan nya dari awal jelang pilpres 2019 mendatang. Dewasalah dalam berpolitik. Karena politik akan mendewasakan seseorang. Baik buruknya ada ditangan kita sendiri.

Tags

About The Author

Sandi Manua 18
Pensil

Sandi Manua

Pemerhati sosial

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel