Orasi Bohong Kaum Minoritas Tak Berdasar Fakta

11 Dec 2018 13:55 540 Hits 0 Comments
jalan tol

Hari ini saya baru saja menerima sebuah video berisikan konten hasutan disertai pernyataan kebohongan melalui media sosial chat Whatsap oleh sekelompok orang yang belum tahu sumbernya itu.

Entah apa maksud dari si pengunduh video tersebut merekam sebuah orasi yang dilihat sepintas dikelilingi kaum taipan yang menyuarakan prestasi serta kinerja Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur Tol di Indonesia.

Kalau dilihat-lihat secara seksama, orasi ini berlangsung di kawasan bebas kendaraan (CFD) tak jauh dari SKY Lounge kawasan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sampai saat ini tidak tahu kapan dan dari kelompok mana. Hanya saja, dalam video berdurasikan 01:36 detik tersebut tampak dihadiri Menteri Perhubungan, Budi Karya mengenakan kaos warna putih menyaksikan orasi di depan puluhan orang beretniskan chinese tersebut.

"Apalagi dengan bapak jokowi, saya cukup kenal beliau sejak jadi walikota  di Solo. Yang menarik dari dulu, sejak presiden pertama hingga ke 6 bangun tol 748 kilo. Sedangkan Jokowi dengan Budi Karya tol selesai sebanyak 1852 pulau di 2019 ini.. Dahsyat..?' soraknya sembari disambut para pengunjung lainya. 

Dalam orasinya begitu jelas menjelek-jelekan pemimpin negara Republik Indonesia terlebih dulu. Dimana, sang orator menyebutkan sejak Presiden pertama (Soekarno) hingga Presiden ke 6 (SBY) hanya mampu membangun jalan tol sepanjang 748 kilometer saja. 

Tentu ini suatu orasi yang menyesatkan bagi yang mendengarkan. Kenapa? karena Infrastruktur jalan tol hingga properti sudah banyak digarap oleh kepala-kepala negara terdahulu, terlebih di era Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Maka tak salah, bangsa memberikan kedua Presiden tersebut sebagai 'Bapak Pembangunan' yang membawa tanah air menjadi negara berkembang yang besar. Dan semua pernyataan di dalam video tersebut semuanya bohong.

Jika didengar secara seksama, pada detik akhir orasinya lebih kepada mengajak masyarakat untuk kembali memilih Jokowi untuk menjadi Presiden di pilpres 2019 mendatang.

Tentu sangat tidak fair apabila di kegiatan CFD seperti ini dimanfaatkan untuk mengkampanye kan program-program calon Presiden petahana Jokowi untuk Indonesia lebih baik.

Sedikit melirik kebelakang, persisnya tokoh masyarakat Papua Natalius Pigai bersuara menyebutkan prestasi Jokowi membangun infrastruktur Trans Papua tidak lah benar alias bohong.

Karena dari 10 proyek yang dibangun, 9 proyek dikerjakan di era SBY. Sedangkan di era Jokowi baru satu membangun ruas jalan di Papua yaitu yang menghubungkan Wamena, Kabupaten Jayawijaya dengan Kenyam, Kabupaten Nduga.Jadi jalan tol yang digadang-gadangkan hasil kerja nyata Jokowi sejak memimpin yang 1852 Kilometer ini yang mana?

Bisa disebutkan kah? Karena penulis pun tidak menemukan data detail dari proyek Jokowi yang dimaksud.

Dibanding pemerintahan sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), capai Jokowi ini belum ada apa-apanya.

Mari kita cermati secara jernih dan obyektif, apa saja pembangunan yang telah dilaksanakan selama pemerintahan 10 tahun SBY. Utamanya dalam bidang infrastuktur.

Ini daftar proyek-proyek infrastruktur yang telah diresmikan dan groundbreaking (peletakkan batu pertama) oleh SBY pada masa akhir pemerintahannya tahun 2014.

Dari mulai koridor Sumatera hingga Papua, data dari Bapennas.

Silahkan pembaca simak beberapa prestasi Pembangunan jalan tol di era SBY.

Pertama, Koridor ekonomi Sumatera, terdiri dari pembangunan jalan Tol di Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi nilai investasi Rp 5,25 triliun. Ruas Kuala Namu-Tebing Tinggi, setelah Perpres percepatan pembangunan jalan tol Sumatera terbit: konstruksi 0 persen, lahan 80 persen.

Kedua, Koridor Jawa, Pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan di Provinsi Jawa Barat dengan nilai investasi Rp 1,25 triliun dilaporkan on going 46% (pembebasan tanah 100 persen). Selain itu, Pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto di Provinsi Jawa Timur senilai Rp 3,124 triliun dilaporkan on going 43 persen.

Pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono di Provinsi Jawa Timur dengan nilai investasi Rp 3,482 triliun dilaporkan on going 60 persen.

Pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan di Provinsi Jawa Timur senilai Rp 1,167 triliun dilaporkan on going 94 persen, kuartal IV-2014 operasional.

Ketiga, koridor Kalimantan terdapat pembangunan jalan Tol Manado-Belitung senilai Rp 4,332 triliun dilaporkan siap groundbreaking Oktober 2014.

Proyek-proyek yang belum selesai kemudian diteruskan oleh pemerintahan selanjutnya, hingga beroperasi dan juga termasuk peresmiannya tidak sedikit yang dilakukan di era Presiden Jokowi.

Jadi tak salah jika penulis menyebut ini sebagai bukti kaum minoritas menguasai rezim Jokowi. Merekalah yang lebih dulu memainkan politik identitas di tanah air ini.

 

 

 

 

 

 

Tags

About The Author

Sandi Manua 17
Pensil

Sandi Manua

Pemerhati sosial

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel