Jenis-Jenis Gangguan Belajar Yang Biasa Dialami Anak

29 Nov 2018 16:28 205 Hits 0 Comments
Kesulitan belajar pada anak- anak akan menjadi hal yang sangat serius ketika hal tersebut menghambat proses belajar mereka. Hal ini berdampak pada tumbuh kembangnya karena akan terus berdampak hingga tumbuh dewasa.

 

Kesulitan belajar pada anak- anak akan menjadi hal yang sangat serius ketika hal tersebut menghambat proses belajar mereka. Hal ini berdampak pada tumbuh kembangnya karena akan terus berdampak hingga tumbuh dewasa. 

Anak yang usia di bawah lima tahun

Ini mencakup kesulitan dalam mengeja huruf dan menemukan kata yang tepat, kesulitan membedakan huruf- huruf, bentuk, angka, dan hari, serta kesulitan memahami perintah dan melakukan kegiatan- kegiatan sederhana  — seperti memakai pakaian atau mengikat tali sepatu.

Anak-anak yang usia 5-9 tahun

Hal ini ditandai dengan kesulitan mempelajari hal- hal baru, tidak dapat membaca, gangguan dalam menulis dan mengeja dengan tepat, dan juga kesulitan untuk membaca angka pada jam.

Remaja kecil (10-13 tahun)

Ini ditandai dengan kesulitan untuk memahami bacaan dan menghitung, tidak dapat menulis dengan rapih, kesulitan mengekspresikan pendapat dan juga rendahnya kemampuan pengorganisasian di lingkungan.

Remaja akhir dan juga dewasa

Gejala nya termasuk kesulitan membaca, menulis dan berbicara, kesulitan mengambil sebuah kesimpulan dari suatu bacaan atau informasi, mengerjakan hal sederhana terlalu lambat, kesulitan untuk beradaptasi pada lingkungan baru dan kemampuan mengingat yang terlalu rendah.

Macam-macam bentuk gangguan kesulitan belajar

Bentuk gangguan belajar dapat dibedakan berdasarkan kemampuan seseorang pelajar selama berada di bangku sekolah, diantaranya:

  • Dyspraxia adalah gangguan yang terjadi pada koordinasi motorik anak- anak, seperti koodinasi gerakan tangan dan kaki. Beberapa gejala yang mungkin terjadi adalah anak menjadi sensitif terhadap cahaya, rasa, dan bau, sulit untuk menggerakkan berbagai indera di tubuhnya, mempunyai kemampuan keseimbangan yang kurang baik.

 

  • Dyscalculia, adalah ketidakmampuan seorang anak dalam hal hitung- menghitung. Tanda dyscalculia akan berbeda-beda pada setiap anak, tetapi sebagian besar anak yang dyscalculia tidak dapat mengenali angka- angka. Ketika tumbuh dewasa, mereka akan susah untuk melakukan perhitungan yang sederhana bahkan susah untuk mengingat sebuah angka.

 

  • Aphasia, adalah kesulitan untuk memahami bahasa- bahasa yang diucapkan dan berkaitan dengan kemampuan untuk menceritakan kembali apa yang telah diucapkan, dan juga hambatan kemahiran dalam berkata serta kemampuan untuk memahami kata, kalimat, ataupun arahan.
  • Disleksia adalah kesulitan belajar pada anak- anak yang menyebabkan mereka susah untuk belajar menulis, membaca, dan mengeja tulisan. Beberapa gejala umum yang dialami oleh anak- anak yang memiliki disleksia adalah susah untuk memproses dan juga mengingat hal-hal yang baru, sulit untuk melafalkan kata-kata baru, termasuk dalam mempelajari bahasa asing.

Apa yang dapat orang tua lakukan untuk membantu anak yang kesulitan belajar?

Hal pertama dan yang paling penting dilakukan untuk secepatnya mengatasi gangguan belajar ini adalah dengan mendeteksinya sejak usia dini. Orang tua dapat mengamati pola perilaku dan juga kebiasaan- kebiasaan anak saat belajar untuk bisa mencari tahu jenis gangguan apa yang dialaminya sehingga keterlambatan proses belajar dapat teratasi.

Kesulitan belajar anak pada dasarnya tidak dapat dihilangkan namun dengan bantuan yang mendalam guna memahami proses berpikir dan mempelajari hal baru, keterbatasan yang dihadapi dapat teratasi. Mengenali dan mengatasi gangguan belajar memerlukan langkah- langkah yang bertahap- tahap dan dukungan profesional dari psikologi anak atau terapis pendidikan anak.

 

Tags

About The Author

didot23 10
Pensil

didot23

kesehatan

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel