Jangan Nikah Siri!

8 Nov 2018 19:46 117 Hits 0 Comments
Nikah Siri

Nikah siri bukan merupakan hal yang asing lagi di Indonesia. Di negara kita, nikah siri itu sah menurut agama Islam selama rukun rukunnya di jalankan, yaitu adanya pengantin laki laki dan pengantin perempuan, wali, dua orang saksi laki laki, adanya mahar dan dilaksanakannya ijab dan Kabul. Walaupun nikah siri sah menurut agama Islam, tetapi nikah siri tidak sah secara negara, maka dari itu nikah siri tidak memiliki kekuatan hukum. Karena tidak memiliki kekuatan hukum, jika dalam pernikahan tersebut terjadi suatu masalah yang tidak di inginkan maka istri maupun anaknya akan menderita kerugian akibat pernikahan siri tersebut, karena baik istri maupun anaknya tidak dapat menuntut suami atau ayahnya kaena tidak adanya bukti pernikahan. Maka dari itu siapapun tidak disarankan untuk melakukan nikah siri, apalagi sekarang telah ada rancangan undang undang yang mengancam para pelaku pernikahan siri akan di pidanakan

Berdasarkan draf yang diperoleh hukumonline, Pasal 143 RUU tersebut menyebutkan 'Setiap orang yang dengan sengaja melangsungkan perkawinan tidak dihadapan Pejabat Pencatat Nikah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah) atau hukuman kurungan paling lama 6 (enam) bulan.

Sedangkan, Pasal 144 berbunyi 'Setiap orang yang melakukan perkawinan mutah sebagaimana dimaksud Pasal 39 dihukum dengan penjara selama-lamanya 3 (tiga tahun, dan perkawinannya batal karena hukum.' (https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4b7415136a2ee/ancaman-pidana-bagi-pelaku-nikah-siri)

Berikut ini juga ada kasus tentang pernikahan siri yang diancam tujuh tahun penjara,

Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sepasang insan nikah siri, Sappe alias Andri Hamzah (32 tahun)  dan Rasdiana (31), didakwa melanggar pasal 279 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara karena menikah diam-diam sementara keduanya masih memiliki pasangan yang sah. Dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Polewali Mandar, Sulawesi Barat siang ini, jaksa penuntut umum mengungkapkan keduanya menjalani nikah siri pada 13 November 2009 di Dusun Landi Pokki, Desa Baru, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar. Keduanya menikah secara siri dengan alasan saling cinta. Pernikahannya dengan Ziarah membuahkan empat anak, masing-masing Fikki (13), Fikran (10), Firasma (8) dan Firmia Zera (6). Rasdiana juga sudah memiliki suami pertama atas nama Baharuddin. Pernikahan Rasdiana dengan Baharuddin juga menghasilkan empat anak, yaitu Ridwan (10), Samir (7), Ayu (4), dan Aco (3). Nikah siri yang dilakukan pasangan ini sampai ke pengadilan karena dilaporkan oleh suami Rasdiana, Baharuddin (32). Dia melapor karena Rasdiana telah menikah lagi dengan laki-laki lain padahal belum bercerai dengannya, meskipun sudah pisah ranjang. Rasdiana menikah kedua kalinya secara siri dengan Sappe tanpa ada izin dari pengadilan agama. Di dalam persidangan, kedua terdakwa pasangan nikah siri didakwa oleh Jaksa Kejari Polewali Mandar, M. Ahsan Thamrin, dengan KUHP pasal yang sama tapi poin berbeda. Terdakwa Sappe didakwa pasal 279 ayat (1) ke 1c KUHP, dan terdakwa Rasdiana dengan pasal 279 ayat (1) ke 2c KUHP. (https://metro.tempo.co/read/1144103/dki-raih-2-penghargaan-kemenpan-rb-anies-baswedan-jadi-pemantik)

Jadi bagaimana? Sebaiknya jika ingin melakukan nikah siri piker dua kali ya! Pernikahan bagi setiap orang pastinya merupakan suatu hal yang suci, dan hanya ingin dilakukan satu kali seumur hidup, maka dari itu saying jika terkotori oleh hukum.

Tags

About The Author

Muhammad Danny Alfaridzi 5
Kapur Tulis

Muhammad Danny Alfaridzi

Mahasiswa Bina Nusantara

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From Muhammad Danny Alfaridzi