Cukup! Jangan pukuli aku lagi!

8 Nov 2018 19:14 121 Hits 0 Comments
KDRT

Dalam suatu pernikahan tidak mungkin tidak pernah terjadi suatu masalah. Terkadang masalah yang timbul tersebut bisa menimbulkan sebuah pertengkaran. Dan sering kali pertengkaran tersebut dilakukan menggunakan fisik. KDRT, ya itu adalah sebutannya. Pengertian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Istri dan anak lebih sering menjadi korban KDRT ini. Sayangnya seringkali kekerasan dalam rumah tanga ini, dianggap sebagai sebuah aib dalam keluarga, makanya masih banyak orang yang segan untuk melaporkan tindakan KDRT. Dari hasil pemantauan terhadap kasus-kasus KDRT di Jakarta, Bogor Tangerang, Depok dan Bekasi, penegakan hukumnya selain menggunakan UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT juga menggunakan KUHP dan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tercatat sejumlah sanksi pidana penjara antara 6 bulan hingga 2 tahun 6 bulan. yang telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri dengan menggunakan pasal-pasal UU No. 23 tahun 2004 diantaranya pasal 49 jo pasal 9 dan pasal 279 KUHP untuk tindak penelantaran dan suami menikah lagi tanpa ijin istri, pasal 44 untuk tindak kekerasan fisik, pasal 45 untuk tindak kekerasan psikis berupa pengancaman. Sedangkan putusan Pengadilan dengan sanksi pidana penjara yang lebih tinggi hingga 6 tahun diputuskan terhadap sejumlah kasus dalam relasi KDRT, yang didakwa dan dituntut dengan menggunakan pasal-pasal KUHP (pasal 351, 352, 285, 286 jo 287, 289 & 335 untuk kasus penganiayaan anak dan perkosaan anak); pasal 81 dan 82 UU No. 23 tahun 2002 dan pasal 287 dan 288 KUHP untuk kasus perkosaan anak. Belum ditemukan tuntutan yang menggunakan ancaman pidana penjara atau denda maksimal sebagaimana yang diatur dalam UU Penghapusan KDRT ini. (http://transkhatulistiwa.co.id/dasar-hukum-mengenai-kekerasan-dalam-rumah-tangga/) . Berikut adalah salah satu contoh kasus KDRT yang terjadi :

Seorang pria di Depok, Jawa Barat, mengaku kepada polisi bahwa dia tiga kali melakukan kekerasan terhadap istrinya, NA (23), di tempat yang berbeda-beda pada Selasa (23/7/2018) kemarin. Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro, Rabu, mengatakan, PH mengakui ia pertama kali memukul NA di Jalan STM Mandiri, Depok, di rumah F yang dituduhnya sebagai selingkuhan istrinya. NA Selasa kemarin melaporkan PH dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT) ke Polres Depok. NA mengaku ia dipukuli dan disuruh membuka pakaiannya di depan anak perempuan mereka yang berusia 3 tahun. NA mengatakan, suaminya menuduhnya selingkuh dengan pria lain. “Saya sudah jujur tapi dia tidak percaya, terus saya akhirnya berbohong agar saya tidak dipukul. Saya bilang lah saya berhubungan intim, tapi itu sebenarnya tidak sama sekali. Saya berbohong, tapi apa, nyatanya saya masih dipukul," kata NA saat ditemui di rumahnya di Depok, Berdasarkan pengakuan PH terhadap polisi, dari rumah F di Jalan STM Mandiri, NA dan anak mereka yang masih berumur tiga tahun kemudian dibawa ke daerah Jembatan Pinus, Pancoran Mas, masih di daerah Depok. Di sana NA dipukuli lagi dan dilempar kunci motor hingga kepalanya luka. Dari sana, PH membawa NA ke tempat kerja istrinya itu di sebuah tempat biliard. Di sana kekerasan terjadi lagi. “Karena pelaku bekerja sebagai kasir di sana (tempat biliard) dan di sana ada kamar, lalu terhttps://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/25/16424681/seorang-suami-di-depok-akui-lakukan-kdrt-terhadap-istrinyasangka melakukan lagi tindak kekerasan hingga menggunduli dan memviralkan videonya ke media sosialnya,” kata Bintoro. (https://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/25/16424681/seorang-suami-di-depok-akui-lakukan-kdrt-terhadap-istrinya)

 

Tags

About The Author

Fadhil Adristian 5
Kapur Tulis

Fadhil Adristian

Mahasiswa Bina Nusantara

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From Fadhil Adristian