Wujud ‘Tikus’ Dalam Sebuah Lembaga

8 Nov 2018 14:23 119 Hits 0 Comments
Koruptor

Kesempatan adalah cara dimana seseorang dapat melakukan suatu tindakan. Dengan adanya kesempatan dan peluang seseorang baik dapat memanfaatkan keadaan tersebut untuk suatu tindakan yang buruk.

Kasus demi kasus banyak di lewati selama ini, mulai dari kasus besar hingga kecil. Kasus yang paling banyak terjadi di kalangan pejabat dan lembaga-lembaga pemerintahan adalah kasus korupsi dan kasus pencucian uang.

Pencucian uang (Money Laundering0 adalah suatu upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau harta kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang atau harta kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal.

Inti dari pencucian uang adalah "mencuci " uang kotor yang didapat dari kegiatan ilegal atau hasil kejahatan seperti mencuri, merampok, menipu, korupsi, bisnis ilegal agar  setelah di "cuci" uang tampak bersih dan (seakan akan) diapat dengan cara yang legal dan halal. 

 

Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badarudin mengatakan syarat seseorang dianggap bersalah dalam kasus tindak pidana pencucian uang sudah jelas di undang-undang. Utamanya di dalam Pasal 3, 4, 5, dan 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 memang ditujukan bagi orang yang aktif, dalam artian dia harus menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, juga menukarkan dengan mata uang atau surat berharga dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan.

Sementara Pasal 4 berbunyi bagi mereka yang menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber, lokasi, peruntukan, pengalihan hak-hak, atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan. Pasal 5 lebih kepada si penerima dari harta kekayaan yang diduga merupakan hasil tindak pidana. (www.tempo.com/2018)

Salah satu kasus pencucian uang yang terjadi belakangan ini adalah kasus yang terjadi pada Badan narkotika Nasional. Dimana terdapat indikasi pencucian dalam transaksi narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan IN, seorang pemilik rekening PT Surya Subur Jaya dan PT Nusa Primula Maju Jaya. Ia diamankan karena terlibat dalam kejahatan tindak pidana pencucian uang bandar narkoba bernama lrawan.

Pengusutan pencucian uang ini bermula pada Senin 21 Agustus 2017, BNN mengamankan napi bernama Irawan alias Dagot di Rutan Kelas IIA Pontianak. Ia ditangkap atas keterlibatannya dalam peredaran sabu seberat 10,39 kilogram.

Dari hasil tersebut, BNN telah menyita sejumlah uang yang sekaligus untuk dijadikan sebagai barang bukti yakni uang dalam rekening BCA atas nama IN sebanyak Rp 526 juta; uang dalam rekening Bank BRI atas nama IN sebanyak Rp 1.613 miliar; satu unit Rumah di Pekanbaru Riau senilai Rp 1.800 miliar. Total nilai aset sebesar Rp 3.939 milar. (www.liputan6.com/2018)

 

Tags

About The Author

Adi Febrianto 5
Kapur Tulis

Adi Febrianto

Mahasiswa Bina Nusantara

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From Adi Febrianto