Teknologi Ternak Lele Ini Dapat Menghemat Modal Awal Bisnis Lele

19 Oct 2018 11:23 3982 Hits 1 Comments

Dalam bisnis perikanan di Indonesia, budidaya ikan lele adalah budidaya yang paling banyak digandrungi oleh para pebisnis dalam bidang perikanan di Indonesia. Itu sebabnya, budidaya lele menjadi primadona di dunia perikanan.

Teknologi Ternak Lele Ini Dapat Menghemat Modal Awal Bisnis Lele

 

Dalam bisnis perikanan di Indonesia, budidaya ikan lele adalah budidaya yang paling banyak digandrungi oleh para pebisnis dalam bidang perikanan di Indonesia. Itu sebabnya, budidaya lele menjadi primadona di dunia perikanan.

Tak hanya para pembudidaya. Para pengusaha kuliner pun mulai banyak yang menggunakan ikan lele sebagai menu makanan dalam bisnisnya.

Ikan yang satu ini banyak digemari masyarakat. Tidak sedikit para pebisnis ikan yang memilih ikan ini sebagai sumber penghasilan baik dalam bentnuk olahan, pembibitan atau pembesaran ikan lel.

Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan bertujuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi.

Budidaya ikan lele bisa dilakukan di beberapa media seperti kolam tembok, kolam beton, kolam plastik dan lainnya. Namun untuk menekan biaya dan efisiensi waktu banyak para peternak yang menggunakan kolam terpal bulat. Biaya pembuatan kolam lebih murah dan tidak membutuhkan tempat yang luas.

Ada berbagai cara dalam budidaya ikan lele. Salah satunya adalah menggunakan teknologi bioflok.

Pernah tahu teknologi bioflok dalam budidaya ikan lele?

Teknologi bioflok secara sederhana adalah memanfaatkan sisa sisa kotoran lele dan diolah oleh bakteri pembentuk flok atau gumpalan agar bisa menjadi makanan lagi untuk lele. Hal tersebut bisa menghemat pakan ikan. Karena pemberian pakan tidak perlu diberikan secara intens.

Namun bagaimana konsep dasar bioflok tersebut?

Keunggulan teknologi bioflok diantaranya Hemat lahan dan air, Padat tebar tinggi, Efisiensi pakan, Kesehatan ikan, Tekstur daging lebih hygienis,Praktis, murah, efektif, efisien, bisa di lahan sempit

Syarat penggunaan teknologi bioflok adalah menggunakan kolam yang berbentuk bulat baik berbahan plastik ataupun terpal. Jika masih bingung cara pembuatan kolamnya, Anda bisa mencari di google banyak yang jual kolam terpal ataupun plastik yang siap pakai.

Secara terminology BIO-FLOC berasal dari dua suku kata yaitu bio yang berarti biologi atau hidup dan floc yang berarti gumpalan. BIO-FLOC adalah flok atau gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekumpulan mikroorganisme hidup yang melayang-layang di air.

Teknologi BIO-FLOC adalah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk flok. Aplikasi BFT (Bio Floc Technology) banyak diaplikasikan di system pengolahan air limbah industry dan mulai diterapkan di system pengolahan air media aquakultur.

Selanjutnya Anda harus menggunakan probiotk khusus bioflok agar merangsang pertumbuhan bakteri untuk mengolah flok.

Teknologi ini sedang banyak dibahas di kalangan peternak lele. Banyak yang juga mulai mencoba teknologi ini karena jika berhasil, bisa menekan biaya budidaya ikan lele. Jadi keuntungan yang didapatkan akan lebih besar nantinya.

Dengan mengunakan teknologi bioflok, produksi lele bisa mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari produksi biasa. Ini yang disukai para pembudidaya dan bermanfaat untuk menambah suplai ikan secara nasional

Semoga bermanfaat.

 

 

Tags

About The Author

Mutiara123 17
Pensil

Mutiara123

Seorang freelancer

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel