Kisah Perang Damarwulan dan Minakjinggo

12 Sep 2018 05:16 371 Hits 0 Comments
Kisah perang antara Damarwulan dan Minakjinggo yang melegenda

Damarwulan,tokoh yang melegenda ditanah jawa begitu populer ditengah masyarakat jawa banyak versi yang menceritakan kisah hidup sang Damarwulan dalam berbagai versi baik sendra tari maupun cerita tertulis seperti serat damarwulan ditulis

akhir masa keruntuhan majapahit,serat kanda dll.

       Kisah Damarwulan bertemu ratu ayu Kencanawungu saat Kencanwungu menggelar sayembara kemudian dari acara sayembara ini pula Ia bertemu

dengan Minakjinggo

     Suatu ketika Damarwulan datang ke Blambang menantang Minakjinho untuk perang tanding ,maka terjadilah pertempuran yang sengit antara minakjinggo-damarwulao.Saat melawan Minakjinggo hampir saja Damarwulan menang perang karena ketika itu Damarwulan berhasil memenggal kepala Minakjinggo,tetapi Minakjinggo memang sakti mandraguna kepala minakjinggo menyatu kembali dengan tubuhnya terus berulang-sehingga minakjinggo hidup lagi dan Minakjinggo tidak dapat dibunuh.Melihat kejadian itu Damarwulan mengajak Kencanawumgu melarikan diri untuk menghindari kejaran minakjinggo saat tiba suatu desa tiba-tiba tempat itu gelap gulita hingga desa itu diberi nama desa Pituruh.

      Pertempuran kembali terjadi antara Damarwulan-minakjinggo,namun Damarwulan pingsan terluka kakinya terkena pusaka Gada wesi kuning dan Damarwulan pun masuk penjara kemudian didalam penjara Damarwulan ditolong kedua isteri minajjinggo bernama Dewi wahita dan dewi puyengan justru kehadiran Damarwulan membuat kedua istri minakjinggo jatuh hati pada Damarwulan. .Berkat kedekatan Damarwulan dengan kedua istri Minalinggo mampu membuka rahasia kesaktian minakjinggo terletak pada senjata gada wesi kuning dan atas bantuan Sahita senjata itu dapat dirampas dari tangan Minak Jinggo.

    Setelah senjata gada wesi kuning berada ditangan Damarwulan kembali pertempuran terjadi Damarwulan jatuh tersungkur ,namun senjata gada wesi tangannya membuat Damarwulan bangkit langsung menghatam kepala Minak jinggo dengan gada wesi kuning dan seketika itu Minakjinggo tewas tangan Damarwulan.Dendam Layang telo-lumiter terhadap Damarwulan masih dipendam ketika Minak jinggo tewas ditangan Damarwulan keduanya menghadang ditengah jalan saat Damarwulan pulang ke ke istana Blambangan berusaha merebut kepala minak jinggo agar mereka dianggp pemenang sayembara terjadilah pertempuran hebat yang dimenangkan kakak adik layang seto-kumiter hingga Damarwulan masu jurang.Umur Damarwulan masih panjang karena ditolong arwah ayah kandung Damarwulan membuat Damarwulan bangkit lagi peristiwa juga membuat Kencanawungu tidak percaya maka diadakan pertempuran lagi antara Damarwulan dengan Layang seto kumiter yang dimenangkan oleh Damarwulan.

      Sejak itu Damarwulan mendapat istimewa dari kerajaan Majapahit yakni menikah dengan kencanawungu kemudian Damarwulan diangkat menjadi raja Majapahit bergelar Prabu Mertawijaya ,sementara sang istri Anjasmara tetap merelakan Damarwulan menikahi Kencanawungu mereka hidup bahagia dalam perkawinannya dikaruniai seorang putra bernama Brawijaya yang kelak menjadi raja terakiir kerajaan Majapahit

 

Tags

About The Author

Ningsih 20
Pensil

Ningsih

seorang penulis yang lagi belajar menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel