Kecanduan Sosial Media, Salahkah?

15 Aug 2018 21:01 898 Hits 0 Comments
Saat ini, sosial media cenderung menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi hampir seluruh masyarakat di dunia, hal ini dikarenakan dengan adanya sosial media ini, dapat memudahkan orang untuk berkomunikasi, tidak peduli seberapa jauh jarak orang yang ingin kita ajak berkomunikasi. Pesan yang ingin dikirimkan akan sampai ke tujuan secara realtime dengan adanya internet.

Saat ini, sosial media cenderung menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi hampir seluruh masyarakat di dunia, hal ini dikarenakan dengan adanya sosial media ini, dapat memudahkan orang untuk berkomunikasi, tidak peduli seberapa jauh jarak orang yang ingin kita ajak berkomunikasi. Pesan yang ingin dikirimkan akan sampai ke tujuan secara realtime dengan adanya internet.

Akan tetapi, sosial media bukan hanya dipakai untuk mengobrol dengan pengguna lain, kita juga bisa melihat postingan status atau aktivitas yang user lain upload ke sosial media. Sehingga hal inilah yang paling sering membuat kebanyakan orang menjadi kecanduan. Kebanyakan orang secara tidak sadar menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat postingan random dari orang lain baik itu teman ataupun orang asing yang tidak kita kenal atau pun juga untuk melihat berita terupdate

Para peneliti di Universitas Chicago, dilansir dari Life Wire, menyimpulkan bahwa kecanduan media sosial dapat lebih kuat dari kecanduan rokok dan minuman keras menyusul percobaan dimana mereka mencatat hasrat dari beberapa ratus orang selama beberapa minggu

Dan dari Harvard University,dikutip dari hellosehat.com. peneliti menghubungkan para pecandu sosial medua pada mesin MRI untuk memindai otak mereka dan melihat apa yang terjadi ketika mereka membicarakan diri mereka sendiri, yang merupakan bagian penting dari apa yang orang-orang lakukan di media sosial. Peneliti menemukan bahwa komunikasi pengungkapan diri merangsang pusat kesenangan otak yang sama seperti gairah terhadap seks dan makanan. Pemindaian otak lainnya dari sejumlah penelitian terpisah juga menunjukkan pola kesenangan yang sama antara pecandu sosial media dengan para pecandu narkoba

Selain itu, dengan postingan yang kita post di sosial media juga, berpotensi menimbulkan rasa iri bagi orang lain yang melihat postingan itu, sehingga keluarlah kata kata bullyan, cacian dan makian karena orang yang memposting tersebut dianggap terlalu sombong dan memamerkan hal yang orang itu miliki

Dan dengan sosial media juga, sering dijadikan sebagai ajang untuk mencari follower dan popularitas, bahkan banyak orang yang rela mempermalukan diri sendiri, demi postingan nya itu viral dan memicu banyak tanggapan dari netizen. Namun terkadang bukannya pujian yang didapat, malah hinaan dan bullyan dari komentar komentar pedas netizen, hal ini tentu sangat berbahaya apabila orang tersebut mentalnya kurang kuat, efek yang mungkin bisa didapat diantaranya stress, depresi dan timbul keinginan untuk bunuh diri dikarenakan merasa sudah dibenci oleh semua orang di dunia ini

Hal yang paling berbahaya dari kecanduan media sosial adalah kita menjadi sering membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di sosial media, sehingga membuat kita menjadi minder dan tidak percaya diri karena kehidupan kita tidak semanis kehidupan orang yang kamu follow di sosial media, ingatlah bahwa kamu adalah kamu, jangan pernah membandingkan diri, dikarenakan tidak semua bunga mekar pada waktu yang sama.

Kecanduan sosial media bisa berdampak buruk bagi psikologis kita, oleh karena itu kita harus bijak dalam menggunakan sosial media karena sosial media dapat sangat bermanfaat apabila kita menggunakannya dengan cerdas, contohnya sosial media dapat membuat kita mengetahui berita berita terbaru, selain itu kita juga dapat menjadi bahagia, termotivasi karena informasi baik berupa video,ataupun gambar di sosial media

Tags

About The Author

Ikhsan - 4 21
Pensil

Ikhsan - 4

Masih Belajar :)

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel