Hidup adalah paradoks

16 May 2018 15:12 1073 Hits 0 Comments
Paradoks sering terjadi di kehidupan kita sehari - hari, sesuatu yang bertentangan tapi malah terlihat menarik. Pernahkah terjadi di kehidupan Anda ? 

Banyak sekali pola dalam hidup ini adalah bertentangan, atau paradoks, tapi pada saat yang bersamaan saling bertemu pada suatu titik.

Dalam kata lain, dua hal yang ekstrim, dari satu ujung ke ujung yang lain akan bertemu dan kembali ke sisi yang bertentangan. Harus di akui, tidak semua pola dalam hidup seperti ini, akan tetapi cukup banyak hal dalam hidup mengikuti pola seperti ini.

Coba anda perhatikan spektrum warna, dari warna putih ke abu - abu dan itu akan kembali ke hitam bukan? Coba anda mulai dari spectrum nya dari warna hitam, maka spectrum warna akan kembali keputih. Ajaib bukan?

Tujuan Hidup vs Tanpa Tujuan Hidup

- Kita di ajarkan bahwa setiap orang memiliki tujuan untuk hidup. Kita lahir di dunia untuk suatu tujuan, bahwa “Tuhan” yang memiliki buku yang sangat tebal berisi daftar nama orang beserta tujuan hidupnya. Kita sebagai manusia, tugas kita adalah mencari tugas tersebut. Akan tetapi berapa banyak orang yang sampai detik ini juga masih mencari - cari tujuan hidup mereka? I guess it’s a LOT. Ada beberapa orang yang terlihat mempunyai tujuan hidup yang konkrit, seperti Mohammad, Yesus, Gandhi. Apa rahasia mereka? Bagaimana mereka mendapatkan tujuan yang begitu kuat? Pernahkan terlintas dalam pikiran anda bahwa mereka sebenarnya sudah mengetahui bahwa hidup ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan yang pasti/jelas. Karena mereka menyadari hal itu maka mereka membuat tujuan hidup mereka sendiri dan oleh sebab itu mereka mempunyai tujuan yang kuat. Paradoks bukan?

 

Power vs Weakness

- Siapa yang mempunyai kekuasaan? Seorang raja atau seorang yang tinggal di jalanan dan hidup seperti pengemis? Raja dong!! Really? Ada sebuah anekdot pertemuan antara Alexander (Kaisar) dan Diogenes (filsuf yang hidup di jalan hanya berpakaian selembar kain). Ketika Alexander bertemu dengan Diogenes di hari yang cerah, Alexander bertanya kepada Diogenes “Apa yang Anda mau? Saya bisa memberikan kepada Anda apa saja.” Diogenes menjawab, ”Tolong geser sedikit, Anda menghalangi sinar matahari, saya mau berjemur.” Alexandar marah, akan tetapi kemudian Alexander tertawa dan berkata “Seandainya saya bukan Alexander, saya mau menjadi Diogenes.” Apa artinya semua ini? Kekuasaan di dapatkan bukan dari harta, kekuatan militer ataupun pengaruh. Kekuasaan adalah ketika anda sudah tidak takut kehilangan apapun, seperti Diogenes, itulah kekuasaan yang sebenarnya. Seorang konglomerat ataupun Kaisar tidak bisa hidup tenang karena takut di kerjain musuh, atau takut kehilangan kekuasaan dia sekarang. Apakah keadaan itu bisa dikatakan “berkuasa”? Sungguh paradoks bukan? Saat Anda tidak memiliki apa-apa anda akan mengejar kekuasaaan melalui harta, kekuatan, dsb. Tetapi setelah semua dimiliki anda akan menyadari kekuasaan terbesar dimiliki oleh orang yang tidak memiliki apa - apa. LOL.

Contoh lainnya yang saya dapat dari pengamatan sendiri maupun orang lain:

1. Humor yang sangat tidak lucu malah menjadi lucu

2. Cowok berengsek, tapi cewek banyak yang suka

3. Pria yang sangat maskulin, dia tidak takut melakukan hal-hal feminim

4. Hidup yang terlalu gampang menjadi susah (karena tidak mempunyai tujuan dll)

5. Perang yang sangat dahsyat, menghasilkan dunia yang damai. Seteleh perang dunia II, tercipta masa perdamaian yang cukup panjang, termasuk saat ini.

6. Terlalu banyak istirahat menyebabkan anda sakit

7. Terlalu banyak pendidikan membuat anda bodoh.

8. Peraturan melarang yang terlalu keras akan membuat Anda penasaran untuk melanggar/melakukannya

9. Sesuatu yang sangat lembut, susah untuk di rusak

 

Sampai disini dulu tulisan saya kali ini. Teman - teman coba mulai sekarang perhatikan pola paradoks hidup dalam kehidupan anda sehari hari. Kalau ada yang menarik, bisa  komen di bawah

About The Author

Ticka 11
Pensil

Ticka

Hello Ticka here!

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel