Kenali Prosedur Kemoterapi untuk Mengobati Kanker

23 Apr 2018 16:23 2351 Hits 0 Comments
Prosedur kemoterapi dipercaya sebagai metode paling ampuh untuk mengobati kanker karena dapat menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh
Siapa, yang tidak merinding ketika seseorang terkena penyakit kanker, apalagi jenis kanker darah atau kanker getah bening? Sifatnya yang merusak fungsi organ tubuh dengan cara berkembang secara perlahan dan diam-diam membuat penderitanya tidak sempat untuk segera menyembuhkannya dan tidak jarang yang tidak sanggup bertahan ketika harus berhadapan dengan penyakit yang satu ini. 

Seperti yang sudah kita ketahui, kanker merupakan kondisi ketika sel-sel tubuh tumbuh secara tidak terkendali dan dapat membahayakan penderitanya. Walau berkembang secara diam-diam dan perlahan, ada berbagai metode yang bisa digunakan sebagai langkah pengobatan. 

Selain operasi dan radiasi, kemoterapi juga menjadi prosedur yang lazim digunakan untuk mengobati para penderita kanker. Cara kerja kemoterapi pada dasarnya ialah menyuplai pasien dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk menghentikan aktivitas pertumbuhan sel yang tidak terkendali tersebut.

Kemoterapi dinilai cukup ampuh untuk mengobati para penderita kanker. Sayangnya, terapi ini juga memilki efek samping yang cukup memprihatinkan. Selain biayanya yang mahal, mereka yang sehabis melakukan kemoterapi juga harus kehilangan rambut di tubuhnya serta rasa mual dan hilangnya nafsu makan. 

Mau tahu lebih lanjut lagi tentang kemoterapi? Memang, seberapa manjur sih kemoterapi dalam proses penyembuhan penderita kanker? Berikut penjelasan untuk Anda agar makin dalam memahami cara kerja kemoterapi.

 

Bagaimana kemoterapi diberikan?

Selama terapi ini dilakukan, pasien akan diberikan berbagai macam obat-obatan yang dilakukan dengan cara disuntikan langsung ke dalam tubuh melalui infus. Sebagian lainnya, harus dikombinasi dengan obat-obatan yang rutin dikonsumsi. Dengan injeksi melalui peredaran darah, obat kanker dengan segera menyebar ke seluruh bagian tubuh dan memberikan efek pada sel-sel yang tumbuh tidak terkendali.

 

Bagaimana cara kerja kemoterapi?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kemoterapi fokus mengarah kepada sel yang tumbuh dan berkembang secara abnormal, seperti contohnya sel kanker. Kemoterapi terbukti mampu membasmi sel kanker secara menyeluruh. Bahkan pada beberapa kasus, terapi ini mampu menghilangkan sel kanker yang bahkan tidak terdeteksi oleh dokter Anda. Artinya, kemungkinan besar kanker tidak akan muncul kembali.

Selain itu, cara kerja kemoterapi berfokus untuk mengendalikan sel-sel kanker. Pada beberapa kasus, kanker tidak bisa dihilangkan dan pasien hanya mampu untuk mencegah penyebarannya. Selain itu, ada juga jenis kemoterapi yang berfungsi untuk melegakan rasa sakit yang dihasilkan oleh pertumbuhan sel kanker tersebut. Biasanya, terapi ini perlu diulang secara terus menerus untuk mencegah rasa sakit datang kembali.

Pada beberapa kasus, kemoterapi dikombinasikan dengan radioterapi. Saat ini telah berkembang beberapa jenis obat yang hanya bereaksi saat zat-zat didalamnya terpapar radiasi. Terapi ini memungkinkan terapi berfokus pada daerah yang terdeteksi kanker saja, tanpa harus merusak sel yang sehat.

 

Berapa lama kemoterapi berjalan?

Jawaban dari pertanyaan ini bergantung pada jenis kanker, tingkatan kanker, tujuan terapi, jenis terapi, dan respon tubuh Anda pada terapi. Tentunya, pasien kanker tulang memiliki waktu penanganan yang berbeda dengan mereka yang mengidap kanker payudara. Seorang pasien yang mengidap kanker biasanya datang pada dokter dengan dengan diagnosis kanker tingkat 3 (dari 4 tingkatan). 

Cara kerja kemoterapi pada tingkatan ini biasanya membutuhkan lebih dari satu kali siklus terapi. Untuk satu siklus biasanya berlangsung selama satu bulan dengan satu minggu masa pengobatan dan empat minggu masa pengawasan.

 

Apa efek samping dari kemoterapi?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, cara kerja kemoterapi ialah menghentikan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Namun, obat-obatan yang digunakan juga berimbas pada sel-sel tubuh normal yang berkembang dengan cepat, seperti sel darah, sel rambut, dan sel-sel pada sistem pencernaan. 

Maka dari itu, prosedur kemoterapi biasanya membuat pasien mengalami kebotakan. Selain itu, pasien juga dapat merasakan gejala-gejala anemia seperti pucat, mudah lelah, atau susah tidur. Pasien juga biasanya kerap menderita muntaber selama terapi diberlakukan.

 

Nah, penting, kan untuk memahami cara kerja kemoterapi? Memang, kemoterapi dianggap lebih manjur dalam mengobati para pasien penderita kanker. Namun, ada harga yang harus dibayar. Selain biaya pengobatannya yang terbilang cukup mahal, para pasien dapat mengalami kebotakan dan gejala-gejala anemia. 

Hal penting lainnya adalah agar terus mendukung pasien kemoterapi untuk tetap berjuang melawan kanker yang dideritanya sehingga dia dapat kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala.

   
Tags

About The Author

Mutia Agisni 24
Pensil

Mutia Agisni

Hallo, salam kenal!

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel