Kampung yang sarat dengan aneka design Mural dan Grafitty

15 Sep 2017 05:56 974 Hits 0 Comments
Setelah artikel sebelumnya yang membahas Mural dan Grafitty, artikel kali ini membahas kota yang sarat dengan unsur seni Mural dan Grafitty. Aneka gambar dan warna dituangkan masyarakat di sekitar rumahnya. Tidak hanya itu, untuk menambah keelokan gambar, unsur accessories ditambahkan juga, seperti payung, peralatan dapur sampai ke barang-barang bekas. Semuanya menjadi satu kesatuan unsur seni yang tak bisa dipisahkan.

Pagi hari saat yang tepat untuk jalan-jalan, disamping udara masih segar, matahari pagi yang terpancarkan sangat bagus untuk pengambilan foto. Di Malang, pukul 06.30 – 08.00 adalah waktu yang tepat untuk sesi pemotretan.

Pagi itu, saat melintas di jembatan kali Brantas di kota Malang Jawa Timur, ada dua aktifitas yang akan saya lakukan. Pertama nostalgia, karena beberapa puluh tahun yang lalu, jembatan ini merupakan saksi bisu selama 3 tahun saya melintas pulang pergi sekolah. Entah jalan kaki, naik motor atau naik angkutan umum. Kedua, tentu saja tergiur dengan hebohnya di jejaring sosial mengenai Kampung Warna Warni.

Kalau kita teliti lebih dalam, ada dua genre dengan kampung yang berbeda. Di sisi kiri atau disebut kampung Tridi, lebih mengarah ke urbanart. Design Mural karya penduduk lokal yang luar biasa, bisa dipadukan dengan karakteristik rumah atau fasilitas umum, seperti MCK, musholla atau hanya sekedar petunjuk jalan. Awalnya tidak terpikir untuk turun ke bawah, tapi serasa kena hipnotis. Saat memasuki pintu utama, pengunjung sudah dijamu dengan design Mural yang luar biasa. Sayang kan kalau gak lanjut ke dalam. Depannya saja sudah seperti itu, apalagi di dalam. Inilah kelebihan kalau datang pagi hari, masih sepi, untuk yang suka human interest, bisa melihat aktifitas masyarakat di pagi hari. Buat saya, pantulan cahaya sinar matahari sehingga keluarlah warna yg berkilau. Itu yang lebih utama. Karena waktunya pendek, tidak banyak mural yang bisa saya ambil. Suatu saat, saya akan kembali lagi dengan waktu kunjungan yang sama.

Genre kampung sebelah, yang dekat dengan jalan Juanda, disebut dengan Kampung Warna Warni karena tiap rumah di cat dengan aneka warna, disesuaikan dengan selera penghuninya. Bagi yang menyukai streetphotography, disini juga tempat yang menarik. Masyarkat merubah tatanan lingkungan menjadi lebih menarik, tambahan asssories, seperti payung dan tempat kongkow kongkow. Benar-benar ingin memanjakan pengunjung yang datang. Tidak banyak mural dan unsur seni, hanya permainan warna. Bagi penyuka urbanart, kampung Tridi sepertinya lebih cocok. Namun yang patut dibanggakan, kreatifitas dan ide itu yang menjadi perlu kita hargai. Investasi murah untuk jangka panjang dengan hasil yang sama sekali tidak murahan.

Bagi yang berencana untuk berwisata di kota Malang, sempatkan setengah hari untuk singgah disini. Dijamin tidak akan bosan, banyak juga spot untuk swafoto. Dari sekarang perlengkapan untuk narsis sudah bisa disiapkan, terutama memory card yang cukup besar. Jangan sampai menyesal, sudah jauh-jauh kesini, ternyata baru mengambil beberapa foto, memory card sudah penuh. Selamat berwisata dan ber swafoto ria.

Tags

About The Author

meis musida 20
Pensil

meis musida

Consultant, traveller and writer, crazy photographer

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel