Perkembangan tradisi corat coret

14 Sep 2017 21:59 370 Hits 0 Comments
Tradisi yang dahulu sangat mengganggu, saat ini malah menguntungkan. Bahkan bisa dijadikan lahan atau mata pencaharian utama. Tidak hanya seniman nya yang memperoleh penghasilan, tapi masyarakat bisa merasakan manfaatnya dengan mendapat tambahan penghasilan dari tamu yang datang menikmati hasil karya seni tersebut.

Saat ini corat coret bukan hal yang aneh lagi. Sekitar 10 tahun yang lalu, kebiasaan corat coret merupakan momok hampir semua daerah. Setiap orang atau kelompok yang akan corat coret bisa langsung dikejar oleh aparat pemerintah. Beberapa hari kemudia corate coret itu hilang, bersih ditimpa oleh cat warna dasar. Biasanya warna putih.

Dengan adanya perkembangan seni dan budaya, corat coret bukan hal aneh lagi. Bahkan corat-coret tembok bisa dijadikan profesi yang menjanjikan. Ternyata corat coret ada beberapa teorinya, antara lain Mural, Grafitty dan vandalisme. Masing-masing berbeda artinya. Mural adalah suatu gambar atau lukisan pada bidang datar permanen seperti tembok. Grafitty Ãàadalah coretan di dinding dengan komposisi warna, garis yang disertai kata-kata, simbol atau kalimat tertentu. Biasanya Grafitty ini menyimpan satu pesan tersendiri. Sedangkan vandalisme lebih ke arah negatif, adalah suatu tindakan yang bersifat merusak terhadap karya seseorang, baik itu dengan sengaja maupun tidak. Vandalisme ini sekarang banyak diburu oleh aparat. Karena mural atau grafitty yang tadinya sengaja dibuat untuk memperindah suatu tempat, malah memperburuk tempat tersebut.

Mural atau grafitty ini tidak hanya di satu titik saja, sekarang perkembangannya luar biasa. Bisa dibuat satu kampung atau biasa disebut kampung warna-warni. Sudah banyak daerah yang menjadikan mural menjadi salah satu destinasi wisata. Pengunjung tidak hanya menikmati hasil karya, tapi bisa swafoto. Hasil karya nya juga beraneka macam, dengan permainan komposisi warna yang sangat bervariasi. Bentuknya bisa 2 dimensi atau 3 dimensi, pengunjung benar-benar dibuat nyaman, seolah-olah masuk dalam dunia impian. Luar biasa bukan. Lebih menarik lagi, di salah satu daerah Mural menjadi salah satu cabang yang dilombakan di acara menyambut hari kemerdekaan. Peserta yang mendaftar Ãàternyata cukup banyak juga. Karena keterbatasan media, maka peserta jadi dibatasi. Harapannya tahun depan semua daerah bisa mengadakan lomba pembuatan Mural dengan peserta yang lebih banyak.

Daerah yang perkembangan Mural nya cukup pesat, antara lain; Malang, Semarang, Tangerang, Yogyakarta, Bandung serta daerah lainnya. Masing-masing daerah berlomba-lomba untuk mempercantik kota dengan cara cepat dan dengan Ãàhasil yang sangat memuaskan. Kalau sedang ber wisata, sempatkan untuk mencari spot mural yang cantik untuk swafoto atau dengan teman-teman seperjalanan. Serta sempatkan untuk mengamati satu persatu gambar tersebut, tiap daerah tidak akan sama. Sama seperti layaknya sebuah lukisan, tidak ada gambar yang sama persis, meskipun itu dibuat oleh tangan yang sama. Itulah kenapa seniman mural makin lama makin berkembang, perlu adanya ketrampilan serta masing-masing seniman mempunyai keunikan tersendiri. Pengunjung bisa dengan sepua-puasnya menikmati hasil karya, namun tetap harus diingat, jangan sekali-sekali menjadi vandalisme, yaitu iseng menambah coretan di atasnya.Ãà

Tags

About The Author

meis musida 14
Pensil

meis musida

Consultant, traveller and writer, crazy photographer

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel