Apakah Setiap Manusia Punya Sisi Jahat?

17 Jun 2017 21:03 393 Hits 0 Comments
Begini sejarah munculnya sisi jahat pada manusia

Apakah setiap manusia punya sisi jahat? Pertanyaan ini sempat dilontarkan oleh seorang teman pada suatu forum diskusi. Seperti kekanakan ya? Tapi menurutku jika dijabarkan jawabannya tidaklah sederhana.

 

Pertama kukatakan dulu bahwa jawabannya adalah ya, punya. Berikut ini adalah beberapa alasannya:

 

1. Sejak awal sudah terkontaminasi Iblis

 

Seorang ustaz pernah menceritakan tentang hal ini di dalam ceramahnya:

 

Pada zaman dahulu kala dunia jin itu tidak damai. Ribut melulu. Allah mengutus para malaikat tetapi tidak berhasil. Akhirnya iblis (semula iblis adalah ahli ibadah dan penghuni surga) diutus juga, dan berhasil. Keberhasilan ini membuatnya sombong. Untuk mematahkan kesombongan iblis, Allah menciptakan Adam, yang disebut-sebut lebih baik dari iblis. Bahkan, iblis diutus oleh Allah untuk bersujud kepada Adam. Iblis menolak dan akhirnya mendapat laknat/dihukum.

 

Malaikat menentang/mempertanyakan penciptaan manusia (Adam) tersebut, tetapi setelah dijelaskan oleh Allah bahwa Allah lebih tahu dari malaikat akhirnya malaikat tidak menentang lagi.

 

Bumi juga awalnya menentang. Dia tidak mau dihuni oleh manusia. Satu demi satu malaikat diutus tetapi selalu gagal. Tibalah saatnya malaikat Izrail yang diutus, Ia berkata, “Ini perintah Allah!” akhirnya bumi pun tunduk. Malaikat Izrail pun dijadikan malaikat pencabut nyawa dan manusia yang meninggal dikubur di dalam bumi.

 

Kembali pada kisah iblis, ia sangat penasaran dengan Adam. Pada waktu tubuh Adam sudah terbentuk tetapi belum diberi roh oleh Allah, masuklah iblis ke dalamnya. Ia menjelajahi setiap jengkal tubuh Adam melalui aliran darahnya lalu keluar melalui kemaluannya. Sejak itu manusia sudah terkontaminasi oleh iblis.

 

2. Manusia diciptakan dengan akal dan nafsu

 

Berbeda dengan malaikat yang hanya bisa patuh kepada Allah, atau binatang yang hanya punya nafsu, manusia punya akal sekaligus nafsu. Nafsu ini menjadi semacam kelebihan sekaligus ujian bagi manusia. Nafsu yang buruk mungkin masih berhubungan dengan kontaminasi iblis tadi (poin 1).

 

3. Karena segala sesuatu memang berpasangan

 

Sisi jahat/buruk ada untuk menjadikan sisi baik ada. Kalau tidak ada kontrasnya maka yang ada hanya 1 sisi. Tidak akan ada baik atau buruk. Wong manusia diciptakan dengan kehendak memilih kok. Menurut pemikiranku, Allah itu ingin menunjukkan kepada iblis, “Ini lho hambaKu, Manusia, dia Kuberi sisi baik dan sisi jahat sekaligus tetapi banyak di antara mereka yang memilih sisi baiknya. Kubanggakan di depanmu.”

 

4. Kontaminasi ulang pada waktu “hubungan suami istri”

 

Pasangan suami istri yang tidak berdoa sebelum berhubungan seksual maka proses pembentukan anaknya disertai setan. Setan ya, bisa berupa pasukannya iblis (bukan iblisnya langsung). Kalau hubungan tadi menghasilkan anak maka anaknya berpotensi jadi jahat, nakal, atau berakhlak buruk.

 

5. Dari harta/makanan yang haram

 

Keharaman tadi membuat sisi buruk/jahat/nafsu menjadi dominan (membesar/”on”). Jadi lebih mudah terpengaruh kepada hal-hal yang negatif, termasuk menjadi jahat. Bahan dasar/bahan baku pembentuk komponen-komponen tubuh tadi buruk sehingga orangnya akan menjadi jahat/berakhlak buruk.

 

6. Dari berbagai dosa yang dilakukan

 

Perbuatan dosa membuat gelap/kerasnya hati, sehingga sisi baik menjadi melemah/tertutupi dan sisi jahat/sisi buruk yang menonjol. Dia menjadi mudah dikuasai oleh nafsu dan bisikan setan.

 

7. Godaan iblis dan bala tentaranya sepanjang waktu

 

Ingat sumpah iblis, dia akan menyesatkan manusia sampai hari kiamat hingga sebagian besar manusia ingkar dari mengingat Allah. Jadi ketika tameng/benteng keimanan/kebaikan manusia melemah di saat itulah serangan iblis dan bala tentaranya bisa tembus. Keburukan/nafsu menjadi sulit dikontrol dan sisi jahat menjadi dominan. Orang yang jauh dari Tuhan atau agama bisa lebih mudah dibuat “mainan” oleh setan karena tidak ada pelindungnya.

 

Setidaknya 7 faktor di atas adalah penyebab adanya sisi jahat pada manusia. Termasuk kapan dia “on” dan jadi mendominasi. Kira-kira seperti itulah pendapatku.

 

Sumber gambar: Pixabay (OpenClipart-Vectors)

Tags Agama

About The Author

Dini Nuris Nuraini 19
Pensil

Dini Nuris Nuraini

penulis, blogger

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel