Cara Menanam Putsa, Apel India Dalam Pot (Tabulampot Putsa)

18 Apr 2017 17:29 795 Hits 0 Comments

Putsa (ziziphus maritiana lam.) berasal dari daerah kering di India dimana habitat yang sebenarnya adalah tanaman ini mampu hidup hanya dengan seutas akar di dalam tanah. Lalu, mengapa putsa saat ini banyak diminati oleh hobisss ? Jawabannya karena tanaman ini sangat mudah beradaptasi dan dapat berbuah dengan cepat ketika tanaman menginjak usia muda walaupun dalam kondisi kritis seperti di daerah kering.

Putsa (ziziphus maritiana lam.) berasal dari daerah kering di India dimana habitat yang sebenarnya adalah tanaman ini mampu hidup hanya dengan seutas akar di dalam tanah. Lalu, mengapa putsa saat ini banyak diminati oleh hobisss ? Jawabannya karena tanaman ini sangat mudah beradaptasi dan dapat berbuah dengan cepat ketika tanaman menginjak usia muda walaupun dalam kondisi kritis seperti di daerah kering.

Mengenal Sifat - Sipat Apel India

Sosok tanaman putsa merupakan pohon semak berduri dengan memiliki batang dan daun berwarna cokelat dan hijau. Di habitat aslinya, putsa mampu tumbuh hingga mencapai ketinggian 10 sampai 12 meter. Sementara itu, buahnya menyerupai buah apel hijau, tetapi ukurannya relatif lebih kecil, maksimal hanya berdiameter 3 s/d 5 cm atau kira - kira segenggam tangan laki - laki dewasa (ukuran di Indonesia atau segenggam anak kecil di negara asalnya). Warna buah cenderung kehijauan dan berkilau. Putsa tidak mempunyai lekukan pada pangkal tangkai buah dengan kulit buahnya bertekstur halus dan daging buah berwarna putih bersih dengan rasa manis dan segar.

Syarat Tumbuh Putsa

  1. Putsa termasuk salah satu tanaman buah yang mudah beradaptasi pada berbagai kondisi dan lingkungan dimana habitatnya berada di dataran dengan ketinggian tempat sekitar 0 sampai dengan 1.500 m dpl.

  2. Mampu bertahan pada kondisi kering dengan curah hujan sekitar 150 sampai 2.500 mm per tahun.

  3. Membutuhkan cahaya matahari berkisar 50 hingga 60 % setiap harinya.

  4. Suhu yang dibutuhkan adalah 16 sampai 27° C dengan kelembapan sekitar 80 %.

Kondisi Putsa Jika Ditanam Dalam Pot

Meskipun ditanam dalam pot, putsa tetap genjah (rajin berbuah sepanjang tahun). Sejak pertama bibit ditanam, kurang dari setahun, tanaman ini sudah mulai belajar berbuah. Syaratnya adalah kebutuhan penyinaran, air, pemupukan, dan perlakuan khusus terhadap tanaman sebelum pembuahan harus dilakukan dengan baik. Namun, perlu diketahui bahwa pertumbuhan batang pohon putsa cenderung lemas dan mudah patah ketika mulai berbuah. Maka dari tu, di dalam pot perlu disediakan ajir dari bambu yang berfungsi sebagai penopang batang tanaman.

Tip Memilih Bibit Putsa

Hingga kini, bibit putsa di Asia masih sangat sulit diperoleh. Penyebabnya adalah belum banyak orang yang suka mengebunkan tanaman khas India ini. Biji tanaman masih sulit tumbuh di luar habitat aslinya apalagi di daerah kering. Di pasaran, harga bibit putsa cukup mahal yaitu sekitar 100 ribu hingga 500 ribu rupiah.

Perawatan Harian Tabulampot Putsa

Melihat kondisi putsa yang berbuah sangat lebat pada saat sedang musim berbuah sebenarnya merupakan kondisi yang cukup menyenangkan. Namun pada kondisi ini, putsa akan tumbuh kurang bagus dengan banyaknya bakal buah pada satu cabang yang kadang - kadang bisa lemah lalu patah, maka dari itu dibutuhkan perawatan tepat agar sang tanaman mampu tumbuh optimal sekaligus sebagai tanaman hias.

Jenis pot yang digunakan

Pot yang bagus digunakan bisa berupa pot tanah atau pot plastik dengan ukuran yang dapat anda sesuaikan dengan besar tanaman. Lubangi pada bagian dasar pot harus terbuka sempurna agar air tidak mudah terperangkap di dalamnya dengan sirkulasi udara menjadi lancar. Umumnya, putsa dewasa akan mampu tumbuh kembang dengan sehat dalam pot berukuran 24 liter yang diletakkan di tempat - tempat terbuka dan terpapar cahaya matahari langsung.

Media tanam

Komposisi media tanam yang dibutuhkan untuk membudidayakan apel putsa adalah berupa campuran tanah merah, pupuk kandang, sekam mentah (1 : 1 : 1) atau campuran tanah merah, sekam bakar, dan pupuk kandang (1 : 2 : 3).

Penyiraman

Idealnya, putsa harus disiram dua hari sekali. Namun, beberapa hobiis melakukan penyiraman yang disesuaikan kondisi cuaca. Misalnya, pada musim kemarau, frekuensi penyiraman dilakukan 3 - 4 kali seminggu. Sementara itu, pada musim hujan, penyiraman bisa dilakukan 1 - 2 kali seminggu.

Pemupukan

  1. Untuk tanaman yang berumur setahun setelah okulasi, berikan pupuk NPK 15 : 15 : 15 dengan dosis 1 sendok makan (sekitar 25 gram). Apabila tanaman sudah lebih besar, dosis pupuk ditingkatkan menjadi 2 - 3 kali lipat.

  2. Untuk membungakan tanaman, berikan pupuk NPK 20 : 40 : 20 dengan dosis satu sendok teh per pot. Pemupukan dapat anda lakukan seminggu sebelum pemangkasan.

  3. Saat bunga muncul, berikan pupuk NPK 13 : 13 : 21 sebanyak satu sendok teh per pot. Taburkan di atas media tanam sebulan sekali.

  4. Untuk menambah kesuburan, anda bisa memberikan pupuk kandang dengan dosis 5 - 10 kg per pot setiap 6 bulan sekali.

Pemangkasan

Pemangkasan bertujuan untuk merangsang tumbuhnya tunas dan bunga baru, serta untuk menjaga agar bakal buah dapat tumbuh dengan baik. Sebelum pemangkasan dilakukan, terapkan stresing air pada tanaman. Caranya, biarkan tanaman tidak disiram selama beberapa hari yaitu sekitar tujuh hari. Setelah itu, tanaman disiram kembali agar bunga cepat muncul dan tampil serempak. Pemangkasan dimulai pada saat tanaman setinggi 30 cm. Ketika daun muda mulai tumbuh, maka daun tua yang tersisa dipangkas lagi. Dengan perlakuan seperti ini maka satu bulan kemudian biasanya tanaman mulai berbunga. Tiga bulan selanjutnya buah seukuran bola kelereng mulai muncul dengan manis.

Seleksi Buah Putsa

Agar buah apel putsa dapat terus tumbuh dengan subur dan berbuah lebat serta besar ukuran putsa Indonesia, lakukan seleksi buah. Caranya, sisakan dua buah apel pada masing - masing ranting tanaman. Buah yang dibuang adalah buah yang tampak mengerut, berwarna hijau kehitaman, dan seperti kering. Untuk bisa memperkuat buah yang tersisa, semprotkan minyak ikan dengan dosis satu tutup botol yang dicampurkan dengan dua liter air. Niscaya buah yang semula rontok sekitar 40 % dari total populasi menjadi hanya 20 % saja.

Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat !

 

Tags inspiratif

About The Author

Nila 52
Bolpoint

Nila

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel