Saturday In Love -- 2

8 Jan 2017 02:41 765 Hits 0 Comments

Seperti apa yang ditulis oleh Kahlil Gibran, “ Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang. “ Mata ini mulai berat, aku pun beranjak tidur, meninggalkan setumpuk pertanyaan yang tak mungkin aku jawab secepat aku mematikan lampu kamar tidur.

 

Dimana saya benar - benar percaya dan merasakan sensasi itu, bahkan jika terjadi perubahan pikiran yang bisa  menghancurkan dinding kepercayaan, apakah ada keajaiban setelah mukjizat. Hal ini dapat sangat menyakitkan hati, itu membuat anda menarik napas, kadang -kadang membawa anda ke depan, tapi kadang - kadang membuat buta. Kadang -kadang membunuh anda dalam rangka untuk menghidupkan kembali atau menyingkirkan anda selamanya.

Cinta terakhir yang aku ketahui adalah tidak dapat mencari, mengabaikan, atau justru menantang. Ketika itu terjadi, aku tahu itu adalah cinta, hidup anda mulai diarahkan lain, semuanya berubah dan berbeda. Itu adalah cinta sejati. Aku tidak pernah mencintai siapa pun sampai sekarang, ada cinta, aku tidak bisa menyangkal. Masalahnya adalah perasaan kita tumbuh begitu cepat, saya belum menerima sebanyak darinya, sesuatu yang akan membuat saya mencintainya, cinta datang padaku karena kebersamaan kami di lantai dansa.

Semenjak itu aku tidak akan pernah melupakan pesta valentin terindah dengan dia. Aku bisa menonton film – film romantis di gedung teater sekolah, bersenda – gurau dengan teman – teman dan sesekali mencuri perhatian kecil dari dia hingga pesta usai menjelang dini hari.

Aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih ketika dia berbaik hati mengantar saya pulang, ia berbalik dan berkata, “Senang sekali melewatkan pesta ini dengan anda, saya berharap lusa kita bisa jalan – jalan lagi ? “ “ Tentu saja. “

Seminggu kami bersama.

Kulihat jam tanganku menunjukkan pukul 7 malam, Charles menunggu di mobil yang parkir dengan rapi di halaman depan rumahku. Kami berjanji untuk makan malam di sebuah restoran Perancis, terletak di sudut kota Roma, berdekatan dengan gedung sekolah kami.

Tidak ada yang istimewa, beberapa sajian menarik khas Perancis dipesan Charles untukku, sudah lama aku tidak mencicipi acara makan malam ala Perancis, mereka menyebutnya dengan istilah Gastronomie Française pertama kali dipopulerkan oleh Jacques Berchoux di Perancis pada tahun 200 sebelum masehi meskipun konsep gastronomi itu sendiri telah digunakan oleh keluarga bangsawan sejak abad keempat sebelum masehi yaitu pada masa Romawi kuno. Gastronomie Française terdiri dari hidangan pembuka, hidangan utama dan hidangan penutup.

Hingga akhirnya semua akan tiba pada suatu hari ……….

Charles menggenggam erat tangan kananku, membangunkanku dari mimpi – mimpi indah yang membuat aku merasa tidak sabar, sudah waktunya berdiri dan mencari jawaban kegelisahan di hati ? Dia memutuskan untuk melanjutkan studi keluar negeri, mengambil gelar doktor ahli biologi, sementara aku belum memiliki rencana apa – apa.

Aku akan berjuang dan aku harus menderita untuk sebuah asa yang terlalu melambung tinggi, dan aku selalu menanggung segala sesuatu dalam nama cinta. Apakah dia menyakiti saya dan dia masih akan menyakiti saya, tapi saya belajar bagaimana menerima segala sesuatu sebagaimana adanya. Aku memaafkannya setiap kali bercerita tentang harapan dan cinta, ada saat - saat ketika kita akan berdebat dan itu adalah kondisi formal, tetapi untuk mendapatkan sesuatu kembali normal, saya akan mengakui itu adalah kesalahan saya, saya akan meminta maaf, walaupun pada kenyataannya tidak ada yang meminta maaf atas kesalahan sebuah cinta.

Aku tahu malam ini kami masih bersama – sama dan besok pagi dia akan terbang ke Amerika. Aku tidak ingin mendengar lebih banyak tentang rencana dia selanjutnya, hanya untuk menghormati saya, untuk bersikap baik kepada saya atau hal – hal lainnya untuk membuat aku tetap bahagia.

Di kamar.

Aku menangis, aku merasa menderita, sakit, malu, aku minum sebutir pil tidur, itulah hidup selanjutnya yang harus aku jalani di masa depan. Aku menunggu setiap hari bahwa cinta akan mengingatkan saya seperti selalu bersama dia disana, suatu hari ia akan bersama aku lagi, aku menunggu untuk melihat senyum palsunya atau bahkan kebohongan kedua ? Tapi genggaman erat kedua tangannya yang kekar seperti memberi semangat bahwa perpisahan tersebut hanya untuk sementara saja, dari kedua mata saya dia tahu bahwa aku sangat takut kehilangan dia.

Bandar udara Ciampino kota Roma.

Setelah Charles terbang, meninggalkan aku yang masih termangu di teras bandara, cahaya bulan menusuk kalbuku, dengan ribuan pertanyaan menggantung di dalam hati, meresapi belaian angin malam yang kian dingin menusuk – nusuk kulit tubuh ini, apakah kau masih akan membelaiku semesra dulu ketika kembali lagi ke kota ini meskipun aku tahu kami masih bisa saling berhubungan via internet seperti yahoo messeger atau facebook ?  

Sungguh menyakitkan, tapi saya berkata pada diri sendiri, cinta adalah sekali dalam seumur hidup bahwa seseorang pernah mengalaminya, dan itu worth it. Setiap pengorbanan, setiap mungkin atau tidak mungkin berharga, setiap napas dan setiap saat keberadaan kita yang rapuh. Bahkan jika cinta itu menghancurkan hati kita selamanya ……….

Buku diary bersampul kertas warna merah muda ini aku tutup. Hampir enam bulan sejak perpisahan kami di bandar udara Ciampino kota Roma, aku masih menikmati sisa liburan musim panas di Campodimele, Italia, sebuah desa kecil yang dibagi menjadi dua bagian yaitu desa tua dan desa baru.

Dua daerah ini dihubungkan oleh terowongan tunggal dimana banyak pejalan kaki dan mobil – mobil tua atau antic menggunakannya untuk tujuan ke desa tua atau desa baru. Di ujung desa terdapat pantai Monterosso yang membentang di sepanjang pinggir desa dan kerap dipakai oleh para turis dan warga lokal untuk bersantai. Pantai ini mempunyai pasir landai dimana terdapat beberapa bangunan vila yang sangat indah hingga ke desa tetangga, Cinque Terre, di musim panas seperti saat ini ramai dibanjiri oleh wisatawan asing.

Seperti apa yang ditulis oleh Kahlil Gibran, “ Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang. “ Mata ini mulai berat, aku pun beranjak tidur, meninggalkan setumpuk pertanyaan yang tak mungkin aku jawab secepat aku mematikan lampu kamar tidur.

The end !

  

 

 

 

 

 

 

 

Tags ilustrasi

About The Author

Nila 47
Pena

Nila

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel