10 Momen Ramadan yang Hilang dan Hanya Dirasakan Generasi 90-an dan Awal 2000-an

30 May 2016 06:33 5764 Hits 2 Comments Approved by Plimbi
Ramadan tiba saat ini berbeda dengan dulu, ketika akhir 90-an atau awal 2000-an. Dulu Ramadan disambut dengan berbagai hal yang sering dirindukan untuk dilakukan. Sekarang zaman berubah dan banyak hal yang tadinya jadi kebiasaan hadir di Ramadan semakin sering tidak dilakukan.

Ramadan tiba saat ini berbeda dengan dulu, ketika akhir 90-an atau awal 2000-an. Dulu Ramadan disambut dengan berbagai hal yang sering dirindukan untuk dilakukan. Sekarang zaman berubah dan banyak hal yang tadinya jadi kebiasaan hadir di Ramadan semakin sering tidak dilakukan.

Dan, berikut hal-hal yang dirindukan dari Ramadan yang tak lagi dilakukan pada zaman sekarang. Setidaknya menurut penulis atau saya sendiri.



1.  Pesantren Kilat

Menjelang bulan Ramadan, beberapa instansi biasanya sering mengadakan kegiatan pesantren kilat. Contohnya Sekolah. Pada bulan Ramadan, sekolah biasanya tidak mengadakan aktivitas belajar mengajar seperti biasanya tetapi diganti dengan kegiatan pesantren kilat.

10 Momen Ramadan yang Hilang dan Hanya Dirasakan Generasi 90-an dan Awal 2000-an

Aktivitas pesantren kilat ini dulu sangat dinantikan. Termasuk penulis. Tapi alasan penulis ikut pesantren kilat bukan karena ingin menambah pengetahuan agama sih tetapi karena jam pulangnya lebih cepat dari biasanya.

Selain sekolah, pesantren tempat mengaji juga sering mengadakan pesantren kilat khusus dan antusiasminya cukup bagus. Sayangnya, belakangan tren yang ikut pesantren kilat menurun.

 

2. Buku Ramadan

Dulu, para pelajar ketika bulan puasa sering disibukan untuk mengisi buku Ramadan.  Buku Ramadan adalah catatan tentang kegiatan kita saat bulan ramadan sebulan penuh.

Biasanya di buku tersebut, terdapat aktivitas kita dari mulai salat 5 waktu, batal tidaknya puasa, tarawih, sampai ringkasan isi ceramah yang diikuti. Momen paling menarik yah saat ngantri meminta tanda-tangan penceramah.

Oh yah, adakah yang sering membubuhi tanda tangan penceramah palsu dan mengutip ceramah dari buku? Hayo ngaku!

Sayang yah, pelajar sekarang jarang yang dapat buku Ramadan lagi. Kalaupun ada pihak sekolah yang ngasih biasanya jarang diisi.
 

About The Author

Hilman 69
Bolpoint

Hilman

Plimbi Guardian, Blogger yang suka kopi dan teknologi

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel