Tips & Trik

Tips Trik Dasar Cara Memodifikasi Android Smartphone

2 years ago 0 7506 by Plimbi Editor
Android merupakan platform yang begitu terbuka untuk penggunanya mulai dari aplikasi sampai OS nya sendiri. Keterbukaan ini mungkin menjadi daya tarik terbesar Android di mata para konsumen. Anda bisa menambahkan fitur-fitur baru, aplikasi dan game yang begitu banyak sampai Anda bisa membuat aplikasi sendiri dan dipajang di Google Play. Saking banyaknya yang bisa dilakukan terkadang membuat kita bingung harus mulai memodifikasi dari mana. Paseban akan memberikan beberapa petunjuk untuk memulai [**memodifikasi Android**](http://portal.paseban.com/article/11850/memodifikasi-android-smartphone-tips-trik-dasar-cara "Tips Trik Dasar Cara Modifikasi Android Smartphone") Anda. Berikut langkah-langkahnya. **Bootloader** Semua gadget membutuhkan *software* yang memungkinkan perangkat *booting*. *Boot* merupakan *software* yang muncul ketika Anda menekan tombol *power*. Seperti pada Windows saat Anda mulai menyalakan laptop atau PC. Sebelum masuk ke Windows akan ada tampilan lain hingga akhirnya Anda sampai logo Windows. Inilah yang biasa disebut Bootloader. Setiap OS memiliki Bootloader yang berbeda-beda dan mungkin hanya berjalan pada perangkat-perangkat tertentu saja. Bootloader ini merupakan bawaan dari [ROM](http://portal.paseban.com/article/3371/memory-ram "Mari Cari Tahu Tentang Memory RAM dan ROM pada Komputer"). Jadi untuk mengubahnya kita perlu mengubah ROM-nya. Namun tidak semua perangkat juga bisa di ubah ROM-nya. Dengan bantuan penyedia Custom ROM mungkin bisa merubah Bootloader. Hanya saja ROM biasanya terbatas untuk smartphone tertentu. **Unlocking** *Unlocking* merupakan proses meng-*crack* Bootloader agar dapat mengganti atau memodifikasinya. Ada banyak cara melakukan proses *unlocking* perangkat. Terkadang dengan cara yang sama bisa digunakan untuk perangkat yang berbeda. Hanya saja tidak semua perangkat Android bisa di-[*unlock*](http://portal.paseban.com/article/7978/aplikasi-unlocker "Cara Mendapatkan Akses Google Play yang Tidak Terbatas Dengan Aplikasi Unlocker"). Tanpa *unlocking* Android Anda tidak akan bisa di root. **Root** Perangkat Android biasanya tidak dipasarkan dengan akses *root*. Hanya saja setelah beberapa waktu akan keluar aplikasi dan cara me-*root* perangkat Android. [*Root*](http://portal.paseban.com/article/8374/cara-root-android "Cara Root Android 2.3.6 pada Samsung Galaxy S II yang Berjalan Pada Firmware Resmi Samsung") memiliki banyak sekali kegunaan. Banyak aplikasi yang tidak jalan bila perangkat Android Anda belum di-*root*, tidak bisa memodifikasi fitur-fitur atau tidak bisa menggunakan kustom ROM. Untuk me-*root* perangkat Android, Anda membutuhkan aplikasi dan cara-cara tertentu. Me-*root* berpotensi kompleks pada perangkat Anda hanya saja dengan adanya berbagai aplikasi yang tersedia dapat membantu terhindar dari resiko-resiko kegagalan saat me-*rooting*. Aplikasi yang sudah sering dipakai pengguna Android untuk me-*rooting* di antaranya, Universal Androot, recovery flasher,, Unrevoced (kebanyakan untuk HTC), Super One-Click. [Paseban](http://portal.paseban.com "Paseban Berita dan Informasi Teknologi") menyarankan agar Anda menggunakan Super One-Click bila ingin me-*root* Android. Aplikasi ini tidak sulit digunakan dan sudah *support* kebanyak perangkat Android. **ROM** ROM *(Read Only Memory)* merupakan data yang berasal dari pabrik suatu perangkat. Bila di PC ROM digunakan untuk menyimpan data-data mengenai komputer, ini tidak akan bisa dihapus walau PC dimatikan atau mengganti OS. Di Android, ROM bisa dimodifikasi dengan sebutan Custom ROM hanya saja bukan berasal dari Androidnya sendiri, melainkan dari ahli-ahli OS yang ingin membuat Android lebih hebat lagi. Dengan memodifikasi ROM pada Android kita dapat menambah fitur selain fitur bawaan, seperti perbaikan pada WiFi, [Bluetooth](http://portal.paseban.com/article/9010/cara-install-bluetooth "Cara Install Bluetooth Keyboard dengan Apple iPad"), USB, Audio, Display, Reebot, Rooted, Network, 3D Modem dan kemudahan menginstal aplikasi-aplikasi dengan format apk, bahkan untuk *overcloacking* perangkat Android menggunakan Custom ROM. Salah satu aplikasi untuk memodifikasi ROM yaitu Cyanogen(Mod). **Flashing** *Flashing* merupakan proses ketika menghapus file ROM lama. Bisa dibilang *flashing* seperti me-*reset* ROM yang sebelumnya telah terpasang dan memberikan yang baru. Terkadang kita memang perlu me-*reset* semua file ROM apalagi jika terjadi kesalahan pada saat memodifikasi ROM atau Anda terlalu banyak memodifikasi ROM sehingga terjadi error dan tidak tahu di mana letak kesalahannya. Hanya saja proses [*flashing*](http://portal.paseban.com/news/3178/pengertian-rom "Lebih Tahu Tentang Pengertian ROM, Firmware, dan Flashing") agak rumit. Setelah memodifikasi Android, tentu akan ada kemungkinan kegagalan atau error pada perangkat. Error ini bisa terjadi karena beberapa kesalahaan ketika memproses modifikasi. Bila sudah begitu Anda perlu mengembalikan Android ke pengaturan awal. Kemungkinan gagal atau beberapa fitur error sering terjadi karena untuk memodifikasi Android cukup panjang prosesnya. Pastikan Anda mengikuti tutorialnya dengan benar. [RIC]
Tags

About The Author

Plimbi Editor
Plimbi Editor
Plimbi Editor

Plimbi Chief Editor View all posts →

Related Post

Post Of The Week

6 Robot Cantik Ini Bisa Menggantikan Peran Manusia

Penyimpanan internal dan RAM Android Anda Penuh? Gunakan…

Lima Website yang Bisa Mengajari Anda Cara Membuat…

Preman Pensiun Jilid 2 akan Rilis, Kang Bahar…

Belajar Fotografi untuk Pemula: 9 Kesalahan mendasar Dan…

Tips dan Trik Android: Fitur Android Accessibility yang…

Modul Xposed Framework yang Layak Ada di Gadget…